PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Sebuah pergelaran wayang kulit dari Perkumpulan Karawitan Kridho Laras Budaya digelar di Jalan Indrapuri, Senin (15/6) malam. Wali Kota (Wako) Pekanbaru H Agung Nugroho SE MM menyempatkan diri menghadiri acara tersebut.
Kegiatan budaya itu digelar dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharam 1448 Hijriah, Grebeg Suro atau 1 Suro, sekaligus memeriahkan Hari Jadi ke-242 Kota Pekanbaru. Masyarakat disuguhkan penampilan dua dalang, yakni Al-Ustadz Dr Santoso MSi yang merupakan dosen Universitas Muhammadiyah Riau (Umri) asal Wonogiri, serta Adi Pembayun yang berasal dari Sragen, Jawa Tengah.
Mengusung tema ”Berkolaborasi Menjadi Aksi Nyata Demi Kemajuan Pekanbaru”, pergelaran tersebut selain dihadiri Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho juga diramaikan oleh tokoh masyarakat, pelaku seni budaya, serta warga dari berbagai latar belakang suku dan budaya.
Baca Juga: Lebih 12 Ribu Warga Meriahkan HUT Kota di Danau Bandar Kayangan
Dalam sambutannya, Wako mengapresiasi panitia dan seluruh pihak yang telah menyukseskan kegiatan tersebut. Menurutnya, wayang kulit merupakan tontonan yang sarat nilai dan pesan kehidupan yang dapat dinikmati seluruh kalangan masyarakat.
”Ini sudah menjadi hiburan dan tontonan yang penuh makna. Tidak hanya dari masyarakat Jawa, tapi semua suku hadir pada hari ini. Tepuk tangan untuk panitia dan paguyuban yang telah menyelenggarakan kegiatan ini,” ujar Wako.
Baca Juga: Saatnya Terapkan Sistem Kabel FO di Bawah Tanah
Pada kesempatan itu, Wako juga mengajak masyarakat mendoakan Kota Pekanbaru yang pada 23 Juni mendatang akan memasuki usia ke-242 tahun. ”Semoga di tahun baru ini dan pada usia Pekanbaru yang ke-242 tahun, masyarakatnya semakin sejahtera, pembangunannya semakin maju, dan kesejahteraan dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat,” ucapnya.
Menurut Wako, kegiatan budaya seperti pagelaran wayang kulit harus terus dilestarikan karena menjadi bagian penting dalam menjaga identitas dan kekayaan budaya Nusantara di tengah kehidupan masyarakat perkotaan yang semakin dinamis. Sebagai bentuk dukungan terhadap penyelenggaraan kegiatan budaya, Wako turut menyerahkan bantuan pribadi sebesar Rp10 juta kepada panitia pelaksana.
Baca Juga: Hadirkan Sejarah Buddha di Pekanbaru, Sannipata Waisak Berlangsung Meriah dan Khidmat
Menambahkan, Ketua Sanggar Seni Kridho Laras Budaya, Yudi Susanto, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut dilaksanakan dengan tiga tujuan utama, yakni menyambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah, memperingati Grebeg Suro atau 1 Suro dalam tradisi masyarakat Jawa, serta memeriahkan Hari Jadi ke-242 Kota Pekanbaru.
”Kegiatan ini kami gelar untuk menyambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah, kemudian Grebeg Suro atau 1 Suro, dan juga untuk memeriahkan Hari Jadi Kota Pekanbaru ke-242 tahun 2026,” jelas Yudi.
Sedangkan Ketua Pelaksana kegiatan, Bibit Gunarto menjelaskan, acara tersebut merupakan hasil kerja sama panitia dengan Paguyuban Kridho Laras Budaya sebagai upaya memperkenalkan sekaligus melestarikan budaya Jawa yang hidup dan berkembang di Bumi Lancang Kuning.
”Kami ingin menunjukkan bahwa masyarakat Jawa yang tinggal di Pekanbaru juga ikut andil membangun daerah ini,” ujarnya.***
Laporan M ALI NURMAN, Kota
Editor : Arif Oktafian