Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Pameran Khat Melayu dan Re-Imaji Lancang Kuning Dibuka

Edwar Yaman • Kamis, 18 Juni 2026 | 12:59 WIB
Sembilan dari kiri, Kepala BP Kebudayaan Riau, Kepala Dinas Pariwisata Riau,  Kepala GHN, Sekretaris Dinas Kebudayaan serta para seniman foto bersama di ruang galeri. (FURQON ELWE/RIAU POS) 
Sembilan dari kiri, Kepala BP Kebudayaan Riau, Kepala Dinas Pariwisata Riau,  Kepala GHN, Sekretaris Dinas Kebudayaan serta para seniman foto bersama di ruang galeri. (FURQON ELWE/RIAU POS) 

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Suasana sejuk kota Pekanbaru setelah diguyur hujan sejak siang tidak mengurangi kehangatan suasana pembukaan pameran seni rupa Khat Melayu dan Re-Imaji Lancang Kuning di Galeri Hang Nadim, Anjungan Kampar, kompleks Bandar Serai, Pekanbaru, Rabu (17/6/2026). Sambil menikmati juadah dan kopi hangat, puluhan tetamu tampak mengikuti rangkaian acara pembukaan. 

Kepala Galeri Hang Nadim (GHN) dalam elu-eluannya menyampaikan bahwa pameran ke-21 yang ditaja GHN ini merupakan pameran istimewa.

"Khat Melayu adalah pameran hasil karya para peserta pelatihan Khat Melayu pada 30 dan 31 Mei lalu, sedangkan Re-Imaji Lancang Kuning diikuti seniman yang menafsir ulang Lancang Kuning dengan pendekatan estetik pada beragam medium. Jadi istimewa karena ada dua pameran dalam satu iven," kata Furqon. 

Baca Juga: Program Biodiesel B50 Diterapkan Mulai 1 Juli 2026

"Pelatihan Khat Melayu itu baru langkah awal dari proses penciptaan gaya kaligrafi huruf Arab Melayu yang menyerap, merespon, mengambil, memodifikasi khasanah alam Melayu sebagai inspirasi estetiknya. Langkah selanjutnya adalah mendijitalisasi khat-khat tersebut menjadi font yang bisa diaplikasikan di berbagai platform, komputer atau pun gawai. Saya bayangkan, suatu saat nanti ketika kita mengetik dengan huruf Arab Melayu, ada banyak pilihan font-nya. Misalnya font Jalinan Bengkalis, font Mandagiri, font Kopau, font Yamani, font Al Pekani, Al Kampari, dan seterusnya, " tambah Furqon mengutip beberapa nama khat yang mulai malam tadi dipamerkan di GHN. 

Sementara itu Kristanto Januardi, Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Riau dalam elu-eluannya menyampaikan apresiasinya terhadap GHN.

"Saya apresiasi apa yang dilakukan GHN dengan pameran bertema Khat Melayu dan Re-Imaji Lancang Kuning . Ini suatu bentuk kepedulian terhadap warisan budaya kita dalam bentuk pameran seni rupa. Saya di BP Kebudayaan Riau yang baru hitungan bulan dinas di sini, berharap kolaborasi dengan berbagai pihak nantinya dalam menjalankan program-program pelestarian. Alhamdulillah tahun ini Kementerian Kebudayaan memutuskan tiap provinsi harus ada Balai Pelestarian Kebudayaan. Kemarin saya sudah silaturahmi dengan Dinas Kebudayaan dan juga ngobrol dengan pak Kadis Pariwisata yang juga hadir malam ini, " kata Pak Kris, sapaan akrabnya. 

Setelah membuka pameran secara resmi, Kepala BP Kebudayaan Riau Kristanto bersama Kadispar Riau Tekad Parbatas, kepala GHN Furqon Elwe, para seniman dan tetamu undangan kemudian meninjau ruang pameran di lantai satu. 

Pameran Seni Rupa Khat Melayu dan Re-Imaji Lancang Kuning terbuka untuk umum mulai pukul 10.00 wib sampai 22.00 wib setiap hari. Di ruang pameran pengunjung bisa mengamati proses rancangan khat Melayu sejak sketsa awal hingga pengaplikasiannya di berbagai media. Selain itu juga bisa menikmati karya seni dua dan tiga dimensi mulai dari desain tugu Lancang Kuning, lukisan, komik, digital art, hingga seni instalasi yang merupakan "tafsir baru" seniman terhadap Lancang Kuning sebagai simbolik peradaban.***

 

 

Editor : Edwar Yaman
#Pameran Khat Melayu #Re-Imaji Lancang Kuning #seni rupa #galeri hang nadim