Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

12 SMA dan 32 SMK Swasta Sediakan Jalur Afirmasi

Soleh Saputra • Jumat, 26 Juni 2026 | 09:55 WIB
SF Hariyanto. (Plt Gubernur Riau)
SF Hariyanto. (Plt Gubernur Riau)

 PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Pemerintah Provinsi (Pem­prov) Riau mela­lui Dinas Pendidikan membuka Jalur Afirmasi Swasta dengan sebanyak 2.179 kursi dari Program Bosda (Bantuan Operasional Sekolah Daerah). Jalur ini diberikan kepada peserta yang tidak lulus seleksi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMAN/SMKN 2026/2027 di Riau. Ada 12 SMA dan 32 SMK yang tersebar di Riau siap menampung. 

Ke-12 SMA tersebut adalah SMA Advent Pekanbaru (40 siswa), SMA Plus Bina Bangsa (30 siswa), SMA Handayani (30 siswa), SMA PGRI Pekan­baru (10 siswa), SMA Plus 12 SMA dan 32 SMK Swasta Sediakan Jalur Afirmasi

Terpadu (100 siswa), SMA Smart Indonesia (40 siswa), SMA Setia Dharma (10 siswa), SMA Lancang Kuning Dumai (30 siswa), SMA Advent Pasir Putih Kampar (60 siswa), SMA Persada Pebenaan Indragiri Hilir (29 siswa), SMA Muhammadiyah Seberida Indragiri Hulu (35 siswa), dan SMA Islam Darul Huda Lirik Indragiri Hulu (10 siswa).

Baca Juga: Dukung Pelestarian Kuliner Tradisional, Fox Hotel Pekanbaru Ambil Bagian dalam Festival Kue Talam Durian

Sedangkan 30 SMK swasta yang bisa menerima jalur afirmasi ini adalah SMK Bina Profesi Pekanbaru (150 siswa), SMK 5 Agustus Pekanbaru (80 siswa), SMK Yabri Terpadu (50 siswa), SMK Dwi Sejahtera (30 siswa), SMK Tunas Karya Pekanbaru (20 siswa), SMK PGRI Pekanbaru (10 siswa), SMK Kesehatan Pro Skill Pekanbaru (25 siswa), SMK Kansai Pekanbaru (250 siswa), SMK Keuangan Pekanbaru (100 siswa), SMK Akbar Pekanbaru (100 siswa), SMK Migas Teknologi Pekanbaru (40 siswa), SMK Migas Bumi Melayu Riau (90 siswa), SMK Dirgantara Riau (80 siswa), SMK Teknologi Riau (10 siswa), SMK Plus Terpadu (100 siswa), SMK Muhammadiyah 2 Pekanbaru (50 siswa), SMK Setia Dharma (10 siswa), SMK Siantika Pekanbaru (50 siswa), SMK IT Al Hisa (50 siswa), SMK Muhammadiyah 3 Pekanbaru (25 siswa), SMK YKWI Pekanbaru (30 siswa), SMK Multi Mekanik Masmur Pekanbaru (30 siswa), SMK Telkom Pekanbaru (10 siswa), SMK Farmasi Ikasari Pekanbaru (5 siswa), SMK Muhammadiyah 1 Pekanbaru (14 siswa), SMK 1 Perbankan Duri (75 siswa), SMK Korpri Duri (100 siswa), SMK Global Cendekia Kampar (20 siswa), SMK Muhammad Yunus Rokan Hilir (60 siswa), SMK Farmasi Ikasari Dumai (36 siswa).

Pendaftaran dan pemilihan sekolah pada Jalur Afirmasi Swasta ini dibuka sejak Senin (22/6) dan ditutup hingga 26 Juni 2026 pukul 12.00 WIB. Mereka bisa mendaftar lewat link: https://pmb.riau.go.id/statistik/data-pendaftaran. Daya tampung yang tersedia pada SMA sebanyak 424 siswa dan SMK ada 1.755 siswa.

Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau (Gubri) SF Hariyanto menegaskan, tidak boleh ada anak di Provinsi Riau putus sekolah karena keterbatasan kuota ruangan sekolah.  Ini dilakukan untuk memastikan hak-hak generasi muda dalam memperoleh pendidikan yang layak dan berkualitas dapat terealisasi secara optimal.

Baca Juga: Aulia Hospital Dukung Khitanan Massal hingga Meriahkan Kue Talam Durian 1 Kilometer di HUT Pekanbaru Ke-242

Dalam implementasinya, Plt Gubri memberi dukungan penuh terhadap program SPMB Jalur Afirmasi Swasta. Program ini digulirkan untuk memberi akses pendidikan setara bagi siswa kurang mampu dan menekan angka putus sekolah di Riau.

“Pemerintah Provinsi Riau hadir untuk memastikan tidak ada anak Riau yang putus sekolah hanya karena terkendala biaya. Melalui jalur afirmasi di sekolah swasta, kita buka ruang seluas-luasnya bagi anak dari keluarga tidak mampu agar tetap bisa sekolah,” ujarnya.

Dikatakannya, jalur afirmasi dalam SPMB sekolah swasta memberikan kuota khusus bagi calon peserta didik dari keluarga ekonomi tidak mampu, calon siswa penyandang disabilitas, dan bagi calon siswa yang belum lolos pada pilihan terakhir di sekolah negeri.

SF Hariyanto menyebutkan, data BPS Riau 2025 menunjukkan masih ada siswa SMP yang tidak melanjutkan ke SMA/SMK karena faktor ekonomi. Karena itu, sekolah swasta diminta ikut berperan aktif sebagai mitra pemerintah.

“Saya minta sekolah swasta tidak hanya berorientasi bisnis. Ayo kita sama-sama tanggung jawab mencerdaskan anak bangsa. Jalur afirmasi ini bentuk nyata gotong royong dunia pendidikan,” tegasnya.

Untuk mendukung program tersebut, Pemprov Riau melalui Disdik akan mengalokasikan dana Bosda tambahan bagi sekolah swasta yang menerima siswa afirmasi. “Kita berikan bantuan pendidikan melalui Bosda selama tiga tahun pendidikan calon siswa tersebut,’’ jelasnya.

Baca Juga: Plt Gubri Serahkan Bantuan Pendidikan 

‘’Jadi tak ada lagi angka putus sekolah, semua anak di Riau bisa mendapatkan pendidikan yang setara, sekaligus menyukseskan program Prioritas Nasional Wajib Belajar 13 Tahun,” tambahnya.

Sementara itu, SPMB SMAN/SMKN di Riau Tahun Pelajaran 2026/2027 saat ini memasuki tahap Masih proses daftar ulang. Berdasarkan data, jumlah pendaftar SMAN/SMKN tahun ini mencapai 79.350 peserta. Dari jumlah tersebut, sebanyak 70.616 peserta dinyatakan diterima di sekolah negeri.

Sementara itu, daya tampung sekolah negeri secara keseluruhan di Riau mencapai lebih dari 101 ribu kursi. Ini menunjukkan secara agregat ketersediaan layanan pendidikan menengah di Riau masih mencukupi.(das)

Laporan SOLEH SAPUTRA, Pekanbaru

 

Editor : Arif Oktafian
#SPMB 2026 #Jalur Afirmasi Swasta #pemprov riau #disdik riau