PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Pemilihan Rektor Universitas Riau (Unri) periode 2026–2030 merupakan momentum strategis yang menentukan arah pengembangan universitas ke depan. Di tengah dinamika proses ini, pertanyaan penting yang harus dijawab adalah indikator apa yang paling tepat untuk menilai kapasitas calon rektor. Dalam tata kelola perguruan tinggi modern, rekam jejak kepemimpinan menjadi salah satu ukuran utama karena mencerminkan kemampuan menerjemahkan visi menjadi program nyata, membangun kolaborasi, dan menghasilkan perubahan yang terukur.
Universitas Riau telah menunjukkan kemajuan signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Peningkatan kualitas akademik, penguatan budaya riset, publikasi ilmiah, hingga perluasan kerja sama dengan pemerintah dan industri telah menjadi fondasi penting. Tantangan bagi rektor berikutnya bukan hanya mempertahankan capaian tersebut, tetapi juga menghadirkan inovasi agar Unri semakin unggul, adaptif, dan responsif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kebutuhan masyarakat dan dunia usaha.
Baca Juga: Rumah Kontrakan 11 Pintu Hangus Terbakar
Rekam jejak setiap calon menjadi bahan pertimbangan yang relevan. Contohnya, Prof Ahmad Fadli ST MT PhD saat memimpin Jurusan Teknik Kimia dan Fakultas Teknik Unri. Pada masa kepemimpinannya lahir Program Studi D3 Teknologi Pulp dan Kertas (TPK), program vokasi pertama di Indonesia hasil kolaborasi Unri dengan PT Riau Andalan Pulp and Paper dan Tanoto Foundation. Prodi ini kini terakreditasi Unggul dengan tingkat penyerapan lulusan yang tinggi.
Selain itu, terjalin kerja sama strategis dengan PT Pertamina Hulu Rokan dan PT Kilang Pertamina Internasional melalui pembangunan Gedung Petrochemical Center di Fakultas Teknik senilai sekitar Rp34 miliar. Gedung ini mendukung penguatan pendidikan, riset terapan, dan kompetensi mahasiswa. Ketika menjabat Dekan, ia juga menggagas revitalisasi Kampus Purnama Unri di Dumai sebagai pusat pendidikan vokasi yang terintegrasi dengan kebutuhan kawasan industri.
Baca Juga: The Royal Tapestry 2026 Hadir di Living World Pekanbaru
Pengalaman seperti ini menunjukkan bahwa rekam jejak bukan sekadar daftar jabatan, melainkan bukti kemampuan menghadirkan perubahan, membangun kemitraan, dan menghasilkan program yang bermanfaat. Sebagai sivitas akademika, saya berpandangan pemilihan rektor harus mengedepankan objektivitas dan penilaian berbasis kinerja. Integritas, kualitas gagasan, kemampuan membangun konsensus, serta komitmen pada tata kelola yang baik tetap menjadi unsur penting.
Pada akhirnya, pemilihan rektor bukan hanya menentukan siapa yang memimpin empat tahun ke depan, tetapi menentukan arah Unri menghadapi tantangan pendidikan tinggi yang semakin kompleks.
Universitas membutuhkan kepemimpinan yang menjaga kesinambungan prestasi sekaligus menghadirkan pembaruan.***
Editor : Arif Oktafian