ROKAN HULU (RIAUPOS.CO) - KERUSAKAN ruas jalan provinsi yang menghubungkan Desa Sontang, Kecamatan Bonai Darussalam, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) dengan Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, hingga kini belum mendapat penanganan menyeluruh dari Pemerintah Provinsi Riau.
Ruas jalan yang menjadi jalur utama menuju Kota Duri tersebut telah bertahun-tahun dikeluhkan masyarakat karena kondisinya semakin memprihatinkan. Terdapat empat titik kerusakan terparah di ruas Desa Sontang menuju Desa Kasang Padang dengan total panjang sekitar 1.100 meter.
Selain itu, jalanan tersebut dilintasi ratusan kendaraan bertonase berat setiap harinya. Kondisi jalan yang lebih rendah dari permukaan sekitar membuat jalan provinsi tersebut kerap terendam banjir saat curah hujan tinggi. Sehingga kerusakannya pun semakin parah.
Baca Juga: SPBU di Jalan Hang Tuah Ujung Pekanbaru Terbakar, Satu Unit Mobil Hangus Terpanggang
Tokoh Masyarakat Bonai Darussalam, Suratman, mengatakan bahwa lebih kurang enam tahun terakhir kerusakan jalan tersebut tak kunjung mendapat perhatian serius dari Pemerintah Provinsi Riau.
‘’Empat titik kerusakan itu sampai hari ini masih dibiarkan. Justru yang sudah bagus merupakan hasil perbaikan secara gotong royong bersama perusahaan, bukan pembangunan dari Pemerintah Provinsi Riau,’’ ujar Suratman saat dikonfirmasi Riau Pos, Senin (20/7).
Ia menjelaskan, perbaikan yang selama ini dilakukan merupakan bentuk kepedulian masyarakat bersama pemerintah kecamatan, pemerintah desa dan perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Kecamatan Bonai Darussalam.
Baca Juga: Jalan Sudirman Terendam Banjir, Satlantas Alihkan Arus Lalu Lintas dan Bantu Pengendara
Menurutnya, beberapa ruas yang sempat diperbaiki di antaranya berada di wilayah Kasang Padang pada 2016, kemudian ruas Simpang Pelita-Jembatan II di Desa Bonai pada 2023. Selanjutnya, pada 2024 kembali dilakukan perbaikan secara gotong royong melalui swadaya masyarakat dan kontribusi perusahaan.
Suratman menegaskan, ruas Jalan Sontang-Duri merupakan akses vital yang menghubungkan Kabupaten Rohul dengan Bengkalis. Selain menjadi jalur terdekat menuju Kota Duri, jalan tersebut juga menjadi urat nadi distribusi hasil perkebunan dan aktivitas perekonomian masyarakat.
Setiap hari, kata dia, lebih dari 100 truk bertonase besar melintasi ruas tersebut. Kendaraan itu mengangkut crude palm oil (CPO), tandan buah segar (TBS) hingga cangkang sawit milik berbagai perusahaan yang beroperasi di sejumlah kecamatan di Kabupaten Rohul.
Ia menilai, selama ini ruas Jalan Provinsi Sontang-Duri kurang mendapat perhatian dari Pemerintah Provinsi Riau. Padahal, jalan tersebut menjadi jalur utama masyarakat, pedagang, hingga angkutan barang yang setiap hari menghubungkan Rohul dengan wilayah Duri.
Ia berharap Pemerintah Provinsi Riau segera mengalokasikan anggaran untuk membangun secara permanen empat titik kerusakan yang dikeluhkan masyarakat dan pengguna jalan. Menurutnya, perbaikan melalui partisipasi perusahaan dengan menstandby-kan alat berat di titik lokasi jalan rusak hanya bersifat sementara dan tidak akan mampu bertahan lama jika kendaraan bertonase besar terus melintas setiap hari.
Sementara itu, Plt Kadis PUPR Rohul H Zulfikri ST saat dikonfirmasi Riau Pos, Senin (20/7) mengatakan bahwa ruas Sontang-Duri merupakan jalan berstatus provinsi, sehingga kewenangan pembangunan maupun pemeliharaannya berada di Pemerintah Provinsi Riau.
Baca Juga: Jangan Bangun Lapak di Lokasi Terlarang, Pemko Pekanbaru Siapkan Tempat Berjualan
‘’Jalan Sontang-Duri merupakan aset Pemerintah Provinsi Riau. Pemkab Rohul tidak memiliki kewenangan untuk melakukan pembangunan maupun perbaikan permanen pada ruas tersebut,’’ ujar Sekretaris Dinas PUPR Rohul itu.
Meski demikian, kata dia, Pemkab Rohul terus berupaya menyampaikan aspirasi masyarakat kepada Pemerintah Provinsi Riau agar kerusakan jalan tersebut segera ditangani. Zulfikri menambahkan, dirinya besok, Selasa (21/7), akan menghadiri undangan rapat dengan Dinas PUPRPKP Riau terkait penanganan kerusakan uas jalan provinsi di Kabupaten Rohul.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas PUPR-PKPP Provinsi Riau, Zulfahmi melalui Kepala UPTJJ Wilayah VI, Ludfi Hardi mengatakan, saat ini pihaknya masih terus menggesa perbaikan ruas jalan provinsi di Rohul. Beberapa ruas jalan yang sudah fungsional seperti ruas Jalan Bandur Picak-Pandalian, ruas Jalan Ujungbatu-Rokan (perbaikan lantai jembatan kayu), ruas Jalan Batu Langka Kecil-Tandun (perbaikan box culvert yang longsor).
Baca Juga: Pemko Pekanbaru Siapkan Program Zero Gepeng, Wako: Penertiban Harus Disertai Solusi
‘’Sedangkan ruas yang sedang dilaksanakan perbaikan fungsional yakni ruas Jalan Dalu Dalu-Mahato. Ruas ini merupakan ruas menghubungkan Kabupaten Rokan Hulu ke Kabupaten Rokan Hilir,’’ terangnya.
Ludfi Hardi menjelaskan, ruas Jalan Dalu Dalu-Mahato tersebut mengalami kerusakan berat cukup panjang lebih kurang 9,5 kilometer (Km).
‘’Jadi cukup panjang kerusakan ruas Jalan Dalu Dalu-Mahato ini. Sampai saat ini tim lapangan UPTJJ Wilayah VI masih terus bekerja,’’ sebutnya. Dalam perbaikan ruas Jalan Dalu-Dalu-Mahato tersebut, pihaknya mengutamakan fungsional jalan. Selain itu, beberapa titik akan dilakukan pekerjaan pengaspalan pada awal ruas tersebut.
Baca Juga: Runners PTPN IV Regional III Meriahkan Riau Bhayangkara Run 2026
‘’Tetapi utama kita fungsionalkan dulu. Mudah-mudahan dalam waktu dekat perbaikan ruas jalan tersebut selesai, dan dilanjutkan untuk penanganan pada ruas Jalan Simpang Kumu-Kota Tengah-Sontang,’’ tuturnya. (hen)
Laporan ENGKI PRIMA PUTRA dan SOLEH SAPUTRA, Pekanbaru
Editor : Arif Oktafian