PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Keberadaan gelandangan dan pengemis (gepeng) di Kota Pekanbaru masih marak dan kerap dikeluhkan masyarakat. Untuk itu, Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru dalam waktu dekat akan meluncurkan program Zero Gepeng. Melalui program ini, pemko menargetkan tidak ada lagi gepeng yang beraktivitas di persimpangan-persimpangan jalan dalam Kota Pekanbaru.
Wali Kota (Wako) Pekanbaru Agung Nugroho mengatakan saat ini pemerintah tengah mematangkan pelaksanaan program tersebut. Ia telah meminta Asisten II Setko Pekanbaru Ingot Ahmad Hutasuhut, untuk mengoordinasikan persiapan bersama seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.
Baca Juga: Wahid Minta Dibebaskan
”Ini lintas OPD. Zero Gepeng ini tidak hanya penertiban, tapi kita juga mencarikan solusi dari permasalahan itu semua,” kata Wako, Senin (20/7).
Menurutnya, keberadaan gepeng masih kerap ditemukan di sejumlah persimpangan jalan meski Dinas Sosial Kota Pekanbaru rutin melakukan penjangkauan. Saat petugas turun ke lapangan, para gepeng sering menghindar sehingga penanganannya belum maksimal.
Baca Juga: Enam Tahun Rusak, Jalan Sontang-Duri Terabaikan
Wako menyebut sebagian gepeng yang berada di Pekanbaru juga berasal dari luar daerah. Karena itu, penanganannya harus dilakukan secara menyeluruh dan melibatkan berbagai instansi.(ilo)
Ia menegaskan, pemko tidak ingin penanganan gepeng hanya bersifat sementara. Selain penertiban, pemerintah akan mengedepankan pendekatan yang humanis serta memberikan solusi sesuai ketentuan agar mereka tidak kembali mengemis di jalanan.
Baca Juga: Jalan Sudirman Terendam Banjir, Satlantas Alihkan Arus Lalu Lintas dan Bantu Pengendara
Wako juga mengimbau masyarakat untuk tidak memberikan uang maupun barang kepada pengemis di jalan raya atau di persimpangan lampu lalu lintas. Menurutnya, kepedulian masyarakat sebaiknya disalurkan melalui lembaga atau mekanisme resmi sehingga bantuan dapat diberikan secara tepat sasaran sekaligus mendukung keberhasilan program Zero Gepeng di Kota Pekanbaru.(ilo)
Editor : Arif Oktafian