Hiswana Migas dan Pertamina Pastikan Stok BBM Riau Aman

Siti Azura • Dipublikasikan Selasa, 28 Juli 2026 | 12:02 WIB
 Pertamina bersama jajaran pengurus Hiswana Migas Riau dan Depot Sungai Siak foto bersama usai konferensi pers, Senin (27/7/2026). Pertamina dan Hiswana Migas Riau memastikan penyaluran BBM Riau masih aman. (siti azura/riau pos)
Pertamina bersama jajaran pengurus Hiswana Migas Riau dan Depot Sungai Siak foto bersama usai konferensi pers, Senin (27/7/2026). Pertamina dan Hiswana Migas Riau memastikan penyaluran BBM Riau masih aman. (siti azura/riau pos)

 

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Beberapa waktu terakhir antrean panjang lajur pengisian BBM jenis biosolar menjadi pemandangan yang awam terlihat di beberapa SPBU di Pekanbaru dan sekitarnya. Konsumen rela antre berjam-jam untuk mendapatkan BBM bersubsidi tersebut. Menanggapi hal itu, Sales Area Manager Riau Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Wilson Eddi Wijaya menjelaskan, bahwa ada beberapa faktor yang menyebabkan hal itu terjadi di Riau, khususnya Kota Pekanbaru.

Pertama, adanya pengingkatan kebutuhan. Kedua adanya disparitas harga antara BBM subsidi (biosolar) dengan BBM Non Subsidi (Dexlite). “Ini menyebabkan terjadinya migrasi. Yang tadinya pengguna jenis BBM non subsidi beralih menjadi pengguna BBM subsidi,” ungkapnya saat konferensi pers, Senin (27/7).

Ketiga, kata Wilson, di daerah Sumatera Barat saat ini tengah terjadi perbaikan jalan. Sehingga mobil angkutan barang, logistik ataupun penumpang dari maupun ke Pekanbaru, saat ini memilih melakukan pengisian BBM di wilayah Riau. Sehingga mereka mengisi full di Pekanbaru sebelum kembali ataupun menuju lokasi tujuan. 

Baca Juga: Uji Kekuatan Tanah, Bandara SSK II Pekanbaru Ubah Jam Operasional 

“Ini yang menyebabkan terjadi peningkatan. Kami bersama regulator sama-sama menyaksikan menanyakan kepada supir-supir yang mengantre BBM tersebut,” paparnya.

Menindak lanjuti hal tersebut, Wilson menjelaskan bahwa Pertamina sudah berbagai upaya. Di antaranya ialah melakukan peningkatan suplai yang cukup besar untuk solar di Riau. “Bisa dilihat bahwa tren dari bulan April sampai hari ini ada peningkatan penyaluran kurang lebih hingga 20 persen,” lanjutnya.

Ia juga menjelaskan, kuota solar di Riau untuk tahun 2026 per TW 3, ada penambahan dari regulator sekitar 10.000 kiloliter (kl).  ‘’Boleh dibilang untuk bulan Juli ini, bisa kami proyeksikan hampir 100.000 kl per bulan. Ini adalah angka yang sudah sangat besar dibanding sebelumnya yang masih 90,000an kl. Berarti ini menunjukkan ada peningkatan kebutuhan yang besar di masyarakat,” terangnya lagi.

Berbicara soal kuota sendiri, ia mengatakan, awalnya kuota di Riau ialah 1,053,000 kl. Untuk saat ini, karena terjadi penambahan, kuota menjadi 1,063,000 kl. “Kalau dibilang kurang, tapi angkanya sudah mencapai 1 miliar liter per tahun,” ungkapnya. 

Baca Juga: Public Exhibition New Vario EVO 160 Berlangsung Meriah

Selain penguatan stok, upaya lain yang dilakukan Pertamina ialah meminta SPBU untuk melakukan penambahan waktu layanan atau penambahan jam operasional hingga penambahan jalur untuk dapat melayani masyarakat lebih cepat.

“Kami mengimbau masyarakat tetap tenang. Karena kami terus melakukan penguatan stok di SPBU. Khususnya solar. Kami tidak hanya berfokus di daerah kota, tapi sampai ke kepulauan. Kami memastikan kapal pengangkut BBM ke Bengkalis, Rupat, Meranti dan lainnya bisa sampai lebih cepat dengan kondisi armada angkut yang sehat,” paparnya.

Pihaknya mengaku terus melakukan pembenahan, termasuk monitoring dan evaluasi harian agar bisa melakukan penyaluran BBM lebih cepat 

Hal senada diungkap oleh Fuel Terminal Manager Sei Siak, Yokky Firza Sukma Hendra. Pihaknya memastikan stok solar saat ini dalam kondisi sangat aman. “Kapasitas solar kita ada di angka 8 hari. Kapal-kapal sudah disiapkan sebagai buffer stock apabila ada permintaan berlebih. Bahkan, saat stok masih penuh pun kapal sudah datang,” ungkapnya. 

Baca Juga: Ruko Tiga Lantai Terbakar, Dua Orang Luka Ringan

Pihaknya juga melakukan percepatan penyaluran ke SPBU dengan penambahan mobil tanki, jam operasional lebih awal sampai dengan mengoperasikan depot di luar waktu regularnya. “Beberapa minggu lalu bahkan kami hampir beroperasi 24 jam untuk memenuhi kebutuhan yang cukup tinggi,” terangnya.

Skenario pemanfaatan golden time (waktu jalanan sepi) juga dilakukan agar BBM bisa sampai lebih cepat. “Artinya kita memajukan jam operasional ke waktu prime time,” sambungnya.
Di sisi lain, Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) melalui Ketua DPC Hiswana Migas Riau Tuah Laksamana mengatakan bahwa SPBU siap melayani mobilitasi masyarakat Provinsi Riau. “Kami pada prinsipnya menjalani SOP yang telah diatur oleh Pertamina. Dalam menjalankan regulasi biosolar di SPBU ada aturan. Setiap pembelian biosolar menggunakan barcode. Itu dilakukan supaya subsidi tepat sasaran dan itu sudah berjalan,” pungkasnya.

Pihaknya juga melayani permintaan dari daerah pesisir seperti kebutuhan nelayan sesuai dengan aturan. Terkait permintaan Pertamina untuk penambahan jam operasional pun sudah direalisasikam oleh SPBU. 

Baca Juga: Pengedar dan 24,23 Gram Sabu Diamankan

”Untu penambahan jam operaisonal, SPBU di jalan lintas melayani 24 jam dan SPBU di kota ada penambahan waktu distribusi  sampai jam 00.00 tergantung situasi tempat. Rata-rata menambah jam untuk melayani masyarakat,” paparnya.

SPBU juga berupaya menambah dispenser. “Biasa 2 jadi 4. Ini cara kami mengurai antrean,” katanya lagi.(lim)
Pihaknya juga mengaku melakukan pengawasan optimal di setiap SPBU. Selain memastikan pembelian BBM subsidi menggunakan QRCode, SPBU juga dikatakannya diawasi dengan CCTV 24 jam. 

“Jadi dalam penyaluran kami dapat dilihat dan ada audit siap mempertanggungjawabkan penyaluran dengan CCTV. Pengawasan optimal supaya tepat sasaran. Dengan begitu, ia mengimbau masyarakat agar tidak panic buying. “Pemerintah daerah, Pertamina, BPH Migas, Polda Riau hingga DPRD sudah support untuk hal ini. Jadi masyarakat ggak usah panik. Beli seperti biasa sesuai kebutuhan,” lanjutnya.

Ia berharap, untuk TW 4 ini, pemerintah daerah bisa memberika  rekomendasi penamabhan kuota lebih untuk Riau kepada BPH Migas. “Mudah-mudahn TW 4 Pemda merekom penambahan yang lebih lagi,” harapnya.

Imbauan yang sama juga disampaikan oleh pengurus Forum Komunikasi Pemuka Masyarakat Riau (FKPMR) Azmi Aziz. Pihaknya mengajak masyarakat jangan terpancing berita hoax dan mempelajari jurnal resmi terkait. “Persoalan ini rentan dengan perselisihan dan irisan SPBU. Untuk itu masyarakat jangan mudah terpancing. Semoga pemerintah provinsi Riau bisa merekomendasikan untuk menaikkan kuotanya gitu lebih lagi,” tutupnya.(azr) 

Laporan SITI AZURA, Pekanbaru

Editor : Arif Oktafian
Hiswana Migas Riau BBM Ria Pertamina Patra Niaga