Pedagang Mulai Bongkar Lapak

Prapti Dwi Lestari • Dipublikasikan Rabu, 29 Juli 2026 | 10:43 WIB
MULAI DIBONGKAR: Lapak pedagang mulai dibongkar sendiri oleh para pedagang di Jalan Teratai ujung, Kota Pekanbaru, Selasa (28/7/2026). Pemko Pekanbaru berencana memperbaiki Jalan Teratai, sehingga meminta pedagang yang berjualan di bahu jalan untuk pindah. (EVAN GUNANZAR/RIAU POS)
MULAI DIBONGKAR: Lapak pedagang mulai dibongkar sendiri oleh para pedagang di Jalan Teratai ujung, Kota Pekanbaru, Selasa (28/7/2026). Pemko Pekanbaru berencana memperbaiki Jalan Teratai, sehingga meminta pedagang yang berjualan di bahu jalan untuk pindah. (EVAN GUNANZAR/RIAU POS)

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) -Usai diberi surat peringatan kedua oleh Satpol-PP Pekanbaru, pedagang di sekitar Pasar Senapelan atau Pasar Kodim mulai membongkar lapak mereka, Selasa (28/7). Kebanyakan lapak terbuat dari papan-papan kayu dan didirikan di bahu jalan.

Pantauan Riau Pos di Jalan Teratai ujung, terlihat puing-puing bekas lapak menumpuk di pinggir jalan bercampur dengan sampah. Sementara, sejumlah personel tim Satpol PP Pekanbaru didampingi tim Disperindag Pekanbaru terus melakukan sosialisasi kepada para pedagang agar segera memindahkan dan membersihkan lapak dagangan yang ada di sepanjang ruas jalan tersebut. 

Imbauan juga berlaku kepada para pemilik ruko yang masih membiarkan para pedagang kaki lima menggunakan teras rukonya menjadi tempat berdagang karena dapat mengganggu akses lalu lintas pejalan kaki yang ingin melakukan transaksi jual beli di lokasi tersebut.

Baca Juga: Tindak Pembuang Sampah Sembarangan, DLHK Perketat Razia

Meski sebagian pedagang sudah melakukan melakukan pembongkaran, namun masih pedagang banyak yang bertahan dan berjualan seperti biasanya. Mereka mengaku kebingungan jika diminta untuk pindah dan tidak lagi dapat berjualan di lokasi yang sudah belasan tahun mereka tempati. Mereka juga merasa ragu dengan lokasi berjualan baru yang dinilai kurang representatif.

Seorang pedagang yang masih bertahan berjualan di pinggir Jalan Teratai Ujung, Ida Marpaung mengatakan dirinya tidak mempermasalahkan proses perbaikan 

Jalan Teratai yang memang sudah mengalami kerusakan cukup parah dan mengganggu aktivitas masyarakat serta pengguna jalan. Namun dirinya masih ragu untuk pindah dari lokasi yang sudah belasan tahun ia tempati. 

Baca Juga: Gelontorkan Rp100 M, Perbaikan Drainase Digesa

”Sebenarnya kamu tidak masalah dalam proses perbaikannya, cuma kalau pindah tentu kami khawatir di sana sepi, atau kurang nyaman,” ujarnya, kemarin. 

Hal inilah yang membuat dirinya masih bertahan hingga saat ini dan belum melakukan pembongkaran lapak. Ia memilih memundurkan dagangannya yang sebelumnya berada di hampir sebagian ruas jalan kini sudah masuk di kawasan pelataran ruko yang ada di ruas jalan tersebut. 

Dirinya mengaku sudah mendapat peringatan terakhir dari petugas gabungan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Pekanbaru dan Satpol PP Kota Pekanbaru. Ia diminta untuk segera pindah karena sudah melewati batas waktu pengosongan jalan.

Baca Juga: Masyarakat Kurang Dapat Informasi

”Kalau pindah ya mau saja kami, apalagi jalannya bagus kan. Tapi kalau pasar tempat baru sepi gimana kan,” keluhnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh salah seorang pedagang lainnya Robi yang mengaku sejumlah seharusnya para pedagang sudah mengosongkan jalanan alternatif tersebut dari puluhan lapak sejak awal pekan ini. 

Di mana, para pedagang sudah mendapatkan surat peringatan pengosongan sejak pekan lalu, dan seluruh pedagang yang selama ini berjualan di Jalan Teratai ternyata berkesempatan untuk jualan di pasar lainnya.

Baca Juga: Jelang GCMC IMT-GT Ke-9, Wako Agung Matangkan Persiapan

”Kami tahu kami sebenarnya salah berjualan disini makanya sebagian lapak pedagang sudah banyak yang dibongkar sejak awal pekan ini. Tapi sebagian lagi masih ragu,kalau pindah nanti pemasukan kami terganggu, karena kondisi pasar yang diminta untuk kami isi cukup sepi dan harus dilakukan peremajaan agar banyak pembeli yang bisa masuk untuk berbelanja,” katanya.

Sementara itu, Kepala Disperindag Kota Pekanbaru melalui Kepala Bidang Pasar, Itang Trasana mengatakan pihaknya akan terus mensosialisasikan para pedagang agar segera mengosongkan badan Jalan Teratai agar bisa dilakukan proses perbaikan jalan serta drainase serta menjaga kelancaran lalu lintas dikawasan tersebut.

Dirinya juga mengapresiasi para pedagang lainnya yang sudah mulai melakukan pembongkaran lapak secara mandiri dan bersedia pindah kelokasi lain. Meskipun demikian, dirinya tidak menutup mata jika masih ada beberapa pedagang lainnya yang masih enggan membongkar dan memindahkan lapak dagangannya karena takut lokasi pasar yang digunakan nantinya akan sepi.

Baca Juga: Peringatan Hari Jadi Riau, Pemprov Tanam 2.200 Pohon

Namun, Disperindag Kota Pekanbaru siap memberi rekomendasi kepada para pedagang untuk pindah ke sejumlah kawasan pasar yang sudah layak digunakan seperti Pasar Limapuluh dan Pasar Palapa.

”Para pedagang juga bisa pindah ke Pasar Palapa, kita siap berikan rekomendasi kepada pedagang yang pindah ke pasar lain,” jelasnya.

Itang menyebut bahwa para pedagang juga bisa pindah ke pasar yang berada di sekitar Kelurahan Padang Bulan. Mereka bisa pindah ke Pasar Higienis atas pasar dalam area The Central Plaza.

Baca Juga: Sekjend Kemenhaj Soroti Pelayanan dan Istitha’ah Kesehatan

Dirinya menyebut bahwa pada pedagang sudah mulai mengosongkan ruas Jalan Teratai. Ada sekitar 30 hingga 40 persen pedagang
”Total pedagang yang berjualan di sana sebanyak 450 orang. Ia mengklaim mayoritas pedagang sudah bersedia pindah dari lokasi tersebut. Alhamdulillah setelah komunikasi dengan ketua pedagang, Mereka bersedia pindah,” tegasnya.(ayi)

 

Editor : Arif Oktafian
Pedagang Pekanbaru satpol pp pekanbaru pasar senapelan pasar kodim