PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru melalui Tim Yustisi Kota terus mengingatkan sekitar 450 pedagang kaki lima (PKL) yang masih berjualan di bahu Jalan Teratai untuk segera pindah. Pemko targetkan pekan ini Jalan Teratai sudah steril dari PKL sebelum dilakukannya perbaikan jalan dan drainase.
Kepala Disperindag Pekanbaru Yulianis melalui Kepala Bidang Pasar, Itang Trasana mengatakan, surat peringatan sudah diberikan beberapa kali. Pedagang diminta menbongkar lapak mereka secara mandiri.
”Kamis sudah memberikan peringatan terakhir kepada pedagang di Jalan Teratai, Kecamatan Senapelan, Selasa (28/7) lalu karena proses perbaikan jalan akan segera dilakukan,” ucapnya, Rabu (29/7).
Baca Juga: Jembatan Bailey Selesai, Jalan Nelayan Sudah Bisa Dilintasi
Dikatanya, ratusan pedagang yang berjualan di sepanjang Jalan Teratai diminta pindah seiring akan dilakukan perbaikan pada ruas jalan tersebut. Pemko bakal melakukan pengaspalan atau overlay pada jalan alternatif tersebut.
”Kita sudah sosialisasi sejak jauh hari, kita minta agar pedagang tidak lagi berjualan di jalan ini. Pada prinsipnya pedagang boleh pindah ke pasar -pasar terdekat,” kata Itang.
Baca Juga: UHTP Serahkan 295 Mahasiswa KKN ke Pemerintah Kecamatan Kulim
Ada sejumlah tempat relokasi bagi pedagang, ada gedung area Pasar The Central, Pasar Palapa, Pasar Higienis, Pasar Limapuluh, dan pasar terdekat lainnya. Ia menyebut, ada sekitar 450 pedagang yang berjualan di bahu Jalan Teratai selama ini. Mayoritas pedagang sudah mau pindah dan mengosongkan lapak mereka.
Ia menambahkan, pada deadline yang sudah ditentukan maka pemerintah kota mulai menata kawasan ini. Mulai pengerukan kembali drainase hingga perbaikan badan jalan.
Baca Juga: Siswa MAN 1 Pekanbaru Raih Beasiswa LPDP, Kuliah di National University of Singapore
Pemindahan atau penertiban pedagang ini guna mendukung kelancaran pelaksanaan pekerjaan pembangunan, serta peningkatan jalan dan drainase di Jalan Teratai wilayah Kelurahan Padang Bulan, Kecamatan Senapelan.
”Boleh dikatakan hari ini (kemarin, red) menjadi peringatan terakhir. Tempat ini harus kosong sesegera mungkin dalam pekan ini,” ungkapnya.(yls)
Laporan PRAPTI DWI LESTARI, Kota
Editor : Arif Oktafian