PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Komisi IV DPRD Pekanbaru mendorong upaya penerapan teknologi pengolahan sampah menjadi energi tanpa perlu membebani APBD. Peluang ini terbuka setelah, perusahaan asal Jepang, Biotechworks menawarkan kerja sama.
Perusahaan tersebut diklaim mampu mengolah sampah menjadi hidrogen, energi baru, hingga bahan bakar tanpa menyisakan limbah.
Perusahaan tersebut diklaim bisa mengolah sampah menjadi hidrogen, energi baru, hingga bahan bakar tanpa menyisakan limbah.
Baca Juga: Jalan Teratai Harus Steril PKL Pekan Ini
Audiensi bersama perusahaan Jepang itu sendiri digelar di DPRD Pekanbaru, Rabu (29/7).
CEO Biotechworks Akihide Nishikawa hadir langsung dalam pertemuan tersebut. Ia turut memaparkan teknologi pengolahan sampah yang sejak lama telah diterapkan di Jepang dan sejumlah negara lainnya.
Baca Juga: Jembatan Bailey Selesai, Jalan Nelayan Sudah Bisa Dilintasi
Akihide mengatakan, tujuan utama pihaknya adalah membantu Pekanbaru mengatasi persoalan sampah yang selama ini masih menjadi pekerjaan rumah pemerintah daerah. ”Kami ingin mengubah sampah menjadi sumber energi baru. Kami ingin melakukan ini demi masyarakat Pekanbaru,” kata Akihide yang berbicara dibantu narator.
Sementara, Ketua Komisi IV DPRD Pekanbaru Rois mengatakan, sebelum audiensi kemarin, Biotechworks telah berkomunikasi dengan Pemko Pekanbaru terkait rencana kerja sama pengelolaan sampah tersebut.
Baca Juga: UHTP Serahkan 295 Mahasiswa KKN ke Pemerintah Kecamatan Kulim
”Kami ingin mendengar langsung seperti apa konsep yang mereka tawarkan dan apakah bisa diterapkan dengan kondisi di Pekanbaru saat ini,” ujar Rois.(end)
Editor : Arif Oktafian