Jaga dan Kembangkan Budaya Melayu, Wako Agung Apresiasi Komitmen DMDI Pekanbaru Bina Karakter Generasi Islami

Joko Susilo • Dipublikasikan Jumat, 31 Juli 2026 | 23:44 WIB
Wako Pekanbaru Agung Nugroho mengapresiasi komitmen Dunia Melayu Dunia Islam (DMDI) Kota Pekanbaru dalam menjaga dan mengembangkan budaya Melayu dengan nilai-nilai Islam. (Istimewa)
Wako Pekanbaru Agung Nugroho mengapresiasi komitmen Dunia Melayu Dunia Islam (DMDI) Kota Pekanbaru dalam menjaga dan mengembangkan budaya Melayu dengan nilai-nilai Islam. (Istimewa)

 

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Wali Kota (Wako) Pekanbaru, Agung Nugroho mengapresiasi komitmen Dunia Melayu Dunia Islam (DMDI) Kota Pekanbaru dalam menjaga dan mengembangkan budaya Melayu yang berpadu dengan nilai-nilai Islam melalui seminar "Bina Karakter Generasi Islami". Kegiatan tersebut digelar dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional ke-42 Tahun 2026 di Aula Menara BRK Syariah, Kamis (30/7/2026).

Saat membuka seminar bertema "Penguatan Karakter Anak Berbasis Nilai Melayu Islam melalui Sinergi Keluarga, Sekolah, dan Ruang Aman Menuju Generasi Emas Indonesia", Agung menegaskan pembentukan karakter anak tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah, tetapi membutuhkan sinergi tiga pilar utama, yakni keluarga, sekolah, dan lingkungan yang aman serta positif.

Menurut Agung, keluarga merupakan sekolah pertama bagi setiap anak. Karena itu, orang tua diharapkan lebih banyak meluangkan waktu bersama anak, menjadi teladan dalam sikap dan perilaku, serta membangun komunikasi yang hangat di lingkungan keluarga.

Baca Juga: DPRD Kuansing Setujui Ranperda LPj Pelaksanaan APBD 2025 jadi Perda Meski Diwarnai Interupsi  Anggota Fraksi PKB

Ia juga menekankan pentingnya peran sekolah dalam membentuk karakter. Menurutnya, sekolah tidak hanya berfungsi memberikan ilmu pengetahuan, tetapi juga menanamkan kedisiplinan, kepemimpinan, dan keteladanan.
 
Kepada para guru, Agung mengajak agar terus menjadi pendidik yang menginspirasi, sementara kepada para pelajar ia berpesan agar rajin belajar, menghormati orang tua dan guru, serta menjauhi berbagai perilaku negatif.

Selain itu, Agung mengingatkan pentingnya menciptakan lingkungan yang aman bagi tumbuh kembang anak. Lingkungan tersebut harus bebas dari kekerasan, perundungan, penyalahgunaan narkoba, pengaruh negatif media sosial, maupun berbagai bentuk eksploitasi terhadap anak. 

Baca Juga: Kemenkum Riau Dukung Percepatan Pemulihan TNTN

"Apabila ketiga unsur ini bersinergi, Insyaallah akan lahir generasi yang unggul, berdaya saing, dan tetap berpegang teguh pada nilai agama dan budaya," ujarnya.

Sementara itu, Ketua DMDI Kota Pekanbaru, Markarius Anwar, menegaskan organisasinya berkomitmen menjaga dan mengembangkan warisan budaya Melayu yang dipadukan dengan nilai-nilai Islam. 

Menurut Wakil Wali Kota Pekanbaru tersebut, budaya Melayu mengajarkan adab, sopan santun, penghormatan kepada orang tua, kasih sayang, musyawarah, dan budi pekerti. 

Baca Juga: Dapat Diskon 17 Persen di Premiere Night Valley, The Premiere Hotel Pekanbaru Hadirkan Promo Unik: Nama “Agus” 

Sementara nilai-nilai Islam menyempurnakannya melalui keimanan, kejujuran, amanah, tanggung jawab, serta kepedulian terhadap sesama sebagai bekal membentuk generasi emas Indonesia. (ilo)

Editor : M. Erizal
budaya melayu Wako pekanbaru agung nugroho dmdi