Wako Agung Matangkan Konsep Green Corridor Bersama Kemenko Infrastruktur, Penataan Sungai Pekanbaru Disiapkan Jadi Solusi Permanen Penanganan Banjir

M Ali Nurman • Dipublikasikan Minggu, 2 Agustus 2026 | 19:56 WIB
​Wako Pekanbaru Agung Nugroho memberikan paparan pada perwakilan Kemenko Infrastruktur saat pertemuan pasca tinjauan lokasi di beberapa titik Sungai di Pekanbaru akhir pekan lalu. (Istimewa)
​Wako Pekanbaru Agung Nugroho memberikan paparan pada perwakilan Kemenko Infrastruktur saat pertemuan pasca tinjauan lokasi di beberapa titik Sungai di Pekanbaru akhir pekan lalu. (Istimewa)

 

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru terus mematangkan langkah penanganan banjir melalui penataan kawasan sungai secara menyeluruh. 

Setelah melakukan peninjauan lapangan di sejumlah titik strategis, Wali Kota (Wako) Pekanbaru Agung Nugroho bersama Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan menggelar pembahasan lanjutan untuk merumuskan solusi permanen pengelolaan sumber daya air di Kota Pekanbaru.

Pertemuan tersebut menjadi tindak lanjut dari hasil monitoring lapangan yang dilakukan di kawasan Jembatan Siak Harapan Raya, Sungai Batak, hingga Jembatan Siak III dan kawasan cagar budaya Rumah Singgah Tuan Kadi, Jumat (31/7/2026).

Baca Juga: Satu Hotspot Terdeteksi di Tapung, BPBD Kampar Minta Masyarakat Tetap Waspada

Wako Agung akhir pekan lalu mengatakan, seluruh temuan di lapangan kini diterjemahkan ke dalam rencana aksi yang lebih konkret agar penanganan banjir tidak lagi bersifat sementara, melainkan menjadi solusi berkelanjutan bagi Kota Pekanbaru.

"Menindaklanjuti hasil peninjauan lapangan di tiga titik sungai strategis, kita duduk bersama Kemenko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan untuk merumuskan solusi permanen pengelolaan air Kota Pekanbaru," ujar Agung.

Menurutnya, pembahasan bersama pemerintah pusat berfokus pada penataan infrastruktur pengelolaan sumber daya air secara komprehensif sekaligus mematangkan konsep Green Corridor yang menjadi salah satu program prioritas dalam penataan kawasan sungai.

Baca Juga: Terbuka untuk Umum, Plt Gubri Ajak Masyarakat Hadiri Riau Bershalawat Rangkaian Hari Jadi ke-69

Ia menjelaskan, konsep tersebut tidak hanya berorientasi pada pengendalian banjir, tetapi juga mengintegrasikan aspek lingkungan, ruang terbuka hijau, hingga peningkatan kualitas kawasan bantaran sungai.
"Kita ingin temuan dan data lapangan tadi langsung diterjemahkan menjadi skema aksi, mulai dari normalisasi sungai, penguatan struktur penahan banjir, hingga penataan kawasan bantaran hijau yang asri dan aman bagi warga," jelasnya.

Agung menilai dukungan pemerintah pusat menjadi modal penting agar program penataan sungai di Pekanbaru dapat direalisasikan secara bertahap dan berkesinambungan. "Dukungan dan sinergi dari pemerintah pusat ini menjadi pijakan kuat agar penanganan banjir dan penataan air di Pekanbaru dapat terealisasi secara berkelanjutan," katanya.

Sebelumnya, saat mendampingi jajaran Kemenko Infrastruktur melakukan peninjauan lapangan, Agung menyampaikan bahwa kawasan bantaran sungai di Pekanbaru memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi Green Corridor.

Baca Juga: Wako Pekanbaru Agung Nugroho Minta Maaf ke Pedagang, Ancam Putus Kontrak Revitalisasi Pasar Bawah

Konsep tersebut dirancang agar kawasan sungai tidak hanya berfungsi sebagai sistem pengendali banjir dan kawasan konservasi lingkungan, tetapi juga menjadi koridor hijau yang terintegrasi dengan kawasan cagar budaya, sekaligus memberikan nilai ekonomi dan pariwisata bagi masyarakat.

"Hari ini (Jumat kemarin,red) saya mendampingi Kemenko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan melakukan monitoring lapangan di titik-titik krusial sungai kota, kawasan Jembatan Siak Harapan Raya, Sungai Batak, hingga area Jembatan Siak III dan cagar budaya Rumah Singgah Tuan Kadi," ujar Agung saat peninjauan.

Ia menambahkan, pembahasan mengenai Green Corridor dilakukan agar penataan bantaran sungai mampu menghadirkan kawasan yang lebih tertata, nyaman, sekaligus menjadi ruang publik baru bagi masyarakat.

Baca Juga: Lapas Bengkalis Dengarkan Curhat Napi untuk Wujudkan Transparansi Layanan dan Pemenuhan Hak 

"Kita ingin kawasan bantaran sungai di Pekanbaru tidak hanya berfungsi sebagai sistem pengendali banjir dan konservasi lingkungan yang tangguh, tetapi juga ditata menjadi koridor hijau yang asri, terintegrasi dengan cagar budaya, serta punya nilai ekonomi dan pariwisata bagi warga," ungkapnya.

Agung juga menyampaikan apresiasi atas dukungan Kemenko Infrastruktur yang terus mengawal percepatan pembangunan di Kota Pekanbaru, khususnya pada sektor infrastruktur sumber daya air. "Terima kasih kepada jajaran Kemenko Infrastruktur atas sinergi dan dukungan untuk penataan kawasan sungai di Pekanbaru agar dapat terealisasi secara berkelanjutan," ucapnya.

Dalam rangkaian kunjungan tersebut, Wali Kota Agung Nugroho bersama Deputi Bidang Koordinasi Pemerataan Pembangunan Wilayah, Agraria, dan Tata Ruang Kemenko Infrastruktur, Nazib Faizal, serta Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS), juga meninjau kawasan Sungai Sail yang menjadi salah satu lokasi prioritas penataan.

Baca Juga: Satpol PP Terus Pantau Keberadaan Warung Remang-remang di Belakang Komplek Pemkab Kuansing

Pemerintah menargetkan kawasan Sungai Sail menjadi ikon baru Kota Pekanbaru melalui pembangunan turap dan pedestrian di sepanjang tepian sungai. Rencana tersebut mencakup pembangunan jalur pedestrian sepanjang sekitar 2,4 kilometer, mulai dari Jembatan Sail di Jalan Harapan Raya hingga Jembatan Sungai Batak.

Ke depan, kawasan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan masyarakat sebagai ruang olahraga, ruang terbuka hijau, sekaligus destinasi wisata perkotaan yang mendukung kualitas lingkungan dan meningkatkan aktivitas ekonomi warga.

Selain penataan Sungai Sail dan Sungai Siak, Agung juga terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk mempercepat pembangunan sejumlah infrastruktur strategis lainnya. "Termasuk rencana pembangunan Jembatan Siak V di Kecamatan Tenayan Raya yang penting dalam mendukung konektivitas dan pertumbuhan ekonomi Kota Pekanbaru,' tutupnya. 

Editor : M. Erizal
pengelolaan sumber daya air solusi Wako pekanbaru agung nugroho