DPRD Pekanbaru Segera Panggil Pertamina Bahas Antrean Solar

Hendrawan Kariman • Dipublikasikan Senin, 10 Agustus 2026 | 10:25 WIB
Zainal Arifin. (JPG)
Zainal Arifin. (JPG)

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Antrean panjang kendaraan pengangkut barang masih terjadi di sejumlah SPBU di Kota Pekanbaru. Pantauan Riau Pos, hampir sepanjang pekan kemarin  hingga siang truk-truk masih antre panjang, terutama di SPBU yang berada di pinggir kota. 

Kondisi yang telah terjadi berbulan-bulan ini menda­pat perhatian khusus dari  Ketua Komisi II DPRD Kota Pekanbaru Zainal Arifin. Ia menekan, situasi ini tidak bisa te­rus dibiarkan karena berdampak langsung terhadap kelancaran lalu lintas. 

Menurut Zainal, situasi ini harus bisa dijelaskan kepada masyarakat. Ia menyebutkan, perlu informasi yang jelas dan akurat dari Pertamina, mengapa fenomena ini terus terjadi

Baca Juga: Fokus TingkatkanLayanan Dasar Masyarakat  

“Karena kita lihat di hampir semua SPBU terjadi antrean panjang. Bahkan sudah mengganggu lalu lintas di sekitar SPBU. Jalan jadi sempit karena dipenuhi kendaraan yang mengantre. Kenapa ini terus terjadi,” sebut Zainal Arifin. 

Politisi Partai Gerindra itu mencontohkan kondisi di SPBU Jalan Srikandi, Panam, yang hampir setiap pagi dipadati kendaraan berat yang mengantre untuk mengisi solar bersubsidi. Antrean tersebut, katanya, sering kali memanjang hingga ke badan jalan dan menyebabkan arus lalu lintas tersendat. 

Zainal menilai Pertamina perlu memberikan penjelasan secara terbuka mengenai penyebab antrean yang terus berulang. Menurutnya, masyarakat berhak mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.

Baca Juga: Komitmen Pemprov Jaga Stabilitas Harga Sawit Diganjar Penghargaan 

“Apa sebenarnya penyebab antrean panjang ini. Apakah karena pengemudi cemas sehingga berlomba-lomba mengisi BBM, atau memang stok solar yang terbatas. Itu yang menjadi pertanyaan kita,” tegasnya. 

Untuk mendapatkan kejelasan, Komisi II DPRD Kota Pekanbaru berencana memanggil pihak Pertamina guna meminta penjelasan. Ia berharap dalam pertemuan ini nanti pihaknya dapat mendorong langkah konkret agar persoalan tersebut tidak terus berulang. 

Baca Juga: PMBC Perawang Bakal Turunkan 50 Peserta

“Pada intinya kita ingin dengarkan langsung. Kondisi seperti ini tidak bisa dibiarkan terus-menerus karena sudah mengganggu masyarakat,” tutupnya.(gem)

Laporan HENDRAWAN KARIMAN, Pekanbaru

Editor : Arif Oktafian
pertamina dprd pekanbaru pekanbaru