PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Di musim kemarau saat ini, tanaman penghijauan di Kota Pekanbaru mulai menguning dan kering. Termasuk rumput-rumput di sejumlah median jalan protokol.
Pantauan Riau Pos, Rabu (19/8), hampir sebagian besar tanaman yang berada di median jalan protokol di Jalan Jenderal Sudirman dan Jalan Soekarno-Hatta mulai berubah menjadi kekuningan bahkan cenderung kecokelatan dan mengering.
Hanya beberapa bagian tanam yang masih terlihat segar dengan rerumputan liar yang masih berwarna hijau karena masih tertutupi oleh pohon pelindung yang ada di dekatnya. Sedangkan kondisi yang nyaris sama malah terjadi pada sejumlah pohon peneduh yang ditanam di median. Sebagian besar pohon pelindung tidak hanya mengering dan mengugurkan daunnya tetapi terlihat sudah botak dan gersang karena minimnya cadangan air di sekitar median jalan.
Baca Juga: Wako Minta Camat Lebih Peka
Menurut salah seorang pengendara motor Rinalda, dirinya sangat miris melihat kondisi rumput dan tanaman di sejumlah median jalan protokol seperti di Jalan Soekarno Hatta dan Jalan HR Soebrantas yang mengering dan berubah kecoklatan akibat cuaca panas serta kurangnya penyiraman rutin membuat kondisi ini membuat wajah kota tampak gersang dan dikhawatirkan memicu bahaya kebakaran dari puntung rokok.
”Terasa kali gersangnya lewat jalan protokol karena rumput-rumput yang tadinya tumbuh subur dan menyegarkan mata malah berubah jadi coklat semuanya. Takutnya kalau ada pengendara motor atau mobil yang membuang puntung rokok ketanam bisa jadi kebakaran pula,” katanya.
Hal senada juga diungkapkan oleh pengendara lainnya Novri Sapitri, juga menyoroti kondisi rumput di median jalan sepanjang Jalan Soekarno-Hatta menguning, sehingga kawasan tampak gersang dan tidak tertata, selain itu debu-debu juga berterbangan di kawasan itu.
Baca Juga: Semarak HUT RI di Aryaduta Pekanbaru
Ia berharap pemerintah segera melakukan perawatan yang maksimal terhadap pohon pelindung dan tanaman yang ada di median jalan agar tidak mati akibat cuaca panas terik yang melanda Kota Pekanbaru.
”Mungkin bisa dimaksimalkan lagi penyiramannya agar tidak ada yang mati. Sayang kan kalau sampai mati jadi makin terasa gersang jalanan kota,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Pekanbaru Reza Aulia dikonfirmasi terpisah mengatakan, pihaknya meningkatkan armada penyiraman untuk mengantisipasi kondisi cuaca panas dan kemarau. Saat ini, jumlah tangki penyiraman ditingkatkan dari tiga menjadi empat tangki.
Baca Juga: Pemprov Raih Dua Penghargaan dari Kemenhum
”Armada kita ada tujuh, dengan kapasitas masing-masing 5.000 liter. Satu armada rata-rata beroperasi tiga shift,” ujar Reza.
Ia mengatakan, penyiraman terhadap tanaman juga terus dilakukan secara rutin untuk menjaga kondisi vegetasi di tengah cuaca kering. Namun, di sejumlah lokasi masih terdapat rumput liar yang ikut mengering.(ayi)
Editor : Arif Oktafian