PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Dalam upaya mendukung pencegahan stunting pada balita, Tim Dosen Pengabdian kepada Masyarakat (Pengabmas) Poltekkes Kemenkes Riau memberikan pelatihan kepada kader posyandu di Kelurahan Pematang Kapau, wilayah kerja Puskesmas Tenayan Raya, Pekanbaru.
Kegiatan yang dilaksanakan Jumat (14/8) tersebut mengusung tema ”Pelatihan Kader Posyandu untuk Pengembangan Inovatif Produk Pangan Lokal sebagai Pemberian Makanan Tambahan Balita”.
Kegiatan dihadiri oleh 22 kader posyandu di Kelurahan Pematang Kapau. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader dalam mengolah pangan lokal menjadi produk Pemberian Makanan Tambahan (PMT) yang bergizi, menarik, dan sesuai untuk balita.
Baca Juga: 1.971 Lulusan Diwisuda, Rektor Unri Pesan Jaga Integritas dan Beri Kontribusi untuk Negeri
Tim Pengabdian terdiri dari tiga dosen Poltekkes Kemenkes Riau, yaitu Yolahumaroh, SKM, MPH, Sri Mulyani STP MSi, dan Yessi Marlina SGz MPH, yang dalam pelaksanaannya turut dibantu oleh empat mahasiswa Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Riau.
Menurut Ketua Tim Pengabdian Dosen Poltekkes Kemenkes Riau, Yolahumaroh SKM MPH, dalam kegiatan tersebut, ikan lele dipilih sebagai bahan pangan lokal utama karena merupakan sumber protein yang dapat diolah menjadi berbagai produk makanan yang disukai anak. Para kader tidak hanya mendapatkan edukasi, tetapi juga mengikuti praktik secara langsung dalam mengembangkan beberapa variasi produk PMT.
Dari satu bahan dasar ikan lele, kader dilatih membuat empat produk inovatif, yaitu sempol ikan, bola-bola tahu, nugget ikan, dan bakso ikan. Pengolahan dilakukan dengan memperhatikan nilai gizi, tekstur, rasa, serta bentuk makanan agar lebih menarik dan mudah diterima oleh balita.
Baca Juga: Agustus, Sudah 367 Kasus ISPA Terdata di Pekanbaru
Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan kader setelah mengikuti pelatihan. Berdasarkan hasil evaluasi, nilai rata-rata pre-test sebesar 84,81 persen meningkat menjadi 97,64 persen pada post-test. Peningkatan tersebut menunjukkan bahwa pelatihan memberikan dampak positif terhadap pemahaman kader mengenai pengembangan PMT berbahan pangan lokal.(ayi/c)
Editor : Arif Oktafian