
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Pekanbaru mencatat 367 kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) sepanjang Agustus 2026.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru Hazli Fendriyanto mengatakan, sejumlah pasien telah mendapat penanganan di sejumlah fasilitas layanan kesehatan.
“Sebanyak 367 kasus di bulan Agustus tahun 2026,” ujar Hazli, Kamis (20/8).
Dari jumlah tersebut, mayoritas merupakan ISPA nonpneumonia (ringan). Tercatat 367 kasus nonpneumonia. Pasien tersebut umumnya mengalami keluhan seperti batuk, pilek dan radang tenggorokan. Masyarakat pun diimbau agar waspada, terutama saat kondisi udara terdampak kabut asap.
kondisi kesehatan dan mengurangi paparan udara yang kurang baik.
Baca Juga: RSD Madani Digeledah, 323 Dokumen Disita
Sementara itu, kasus ISPA pada Juli 2026 tercatat lebih tinggi. Yakni sebanyak 5.325 kasus. Dari jumlah tersebut, sebanyak 5.305 kasus merupakan ISPA nonpneumonia dan 20 kasus lainnya merupakan ISPA pneumonia. Data tersebut menunjukkan kasus nonpneumonia masih mendominasi.
Salah seorang warga, Anita, berharap kabut asap yang menyelimuti Kota Pekanbaru tidak berlangsung lama. Menurutnya, kondisi udara yang buruk dapat mengganggu aktivitas dan kesehatan masyarakat. “Semoga asap yang menyelimuti Kota Pekanbaru tidak berkepanjangan,” ujarnya.
Atasi Kekeringan, Maksimalkan OMC
Menghadapi puncak kemarau kering yang terjadi di Riau saat ini, Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) pun dimaksimalkan. Berjalan sejak 30 Juli 2026 lalu, modifikasi cuaca untuk membuat hujan buatan ini dijadwalkan terus berlangsung hingga Sabtu (22/8) besok.
Baca Juga: Tim PkM Unri Hibahkan Alat Produksi Akselerasi Produktivitas Usaha Kelompok Perempuan Okura
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD Damkar) Riau Edy Afrizal melalui Kabid Kedaruratan dan Logistik Jim Gafur mengatakan, penyemaian garam di awan potensi hujan di Riau menggunakan pesawat Cessna.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




