PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru terus mendorong peningkatan pemahaman dan kemampuan membaca Al-Qur’an di kalangan aparatur sipil negara (ASN).
Salah satunya melalui Lomba Tahfidz Juz 30 yang digelar Masjid Paripurna Agung Ar-Rahman, Jalan Sudirman, Pekanbaru, Jumat (21/8/2026).
Lomba tersebut dibuka langsung Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho dan diikuti ASN serta non-ASN di lingkungan Pemerintah Kota Pekanbaru. Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya Pemko memperkuat program Pekanbaru Cinta Al-Qur’an.
Baca Juga: Riau Tempat Tepat Rancang Gerakan Pulihkan Indonesia untuk Keadilan Ekologis, Isu Kebakaran Mengemuk
Wako Agung mengatakan, lomba tahfidz bukan sekadar ajang untuk mencari peserta terbaik dalam menghafal Al-Qur’an. Lebih dari itu, kegiatan tersebut diharapkan menjadi wadah bagi ASN yang selama ini telah mengikuti pembelajaran tahsin untuk menguji kemampuan sekaligus meningkatkan semangat mereka dalam membaca, memahami dan mengamalkan Al-Qur’an.
"Ini untuk memacu kita semua bersama-sama agar lebih semangat mengamalkan Al-Qur'an, bukan hanya membaca tetapi juga memahami dan mengamalkannya," ujar Agung.
Ia menjelaskan, kegiatan tersebut juga digelar dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-69 Provinsi Riau dan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Baca Juga: Pelatih Prancis Zinedine Zidane Siapkan 25 Tim Teknis Jelang Hadapi Laga UEFA Nations League
Menurutnya, Pemko Pekanbaru sebelumnya telah menjalankan pembelajaran tahsin di sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD). Program tersebut bertujuan membantu para ASN memperbaiki bacaan Al-Qur’an, terutama dari sisi tajwid dan pelafalan.
"Pemko Pekanbaru memang sudah mempunyai program Pekanbaru Cinta Al-Qur'an. Oleh karena itu beberapa OPD, termasuk bagian keuangan, sudah membuat pembelajaran tahsin untuk memperbaiki bacaan Al-Qur'annya," kata Agung.
Pembelajaran tersebut tidak hanya dilakukan di lingkungan OPD. Program serupa juga telah berjalan di lingkungan Tim Penggerak PKK Kota Pekanbaru. Karena itu, Agung menilai perlu disediakan ruang bagi para peserta yang telah belajar tahsin untuk mengukur kemampuan mereka secara langsung.
Baca Juga: Hadir di KKI 2026, Dua UMKM Riau Perkenalkan Wastra Riau ke Pasar Nasional
Lomba tahfidz Juz 30 menjadi salah satu wadah untuk melihat sejauh mana peserta mampu membaca dengan benar, menghafal ayat, hingga menyambung ayat.
"Tujuannya adalah bagaimana yang sudah belajar ini ada wadahnya, mereka tidak hanya untuk dirinya sendiri, tapi juga bisa mengecek apakah mereka betul-betul sudah sanggup untuk tampil, baik bacaannya maupun hafalan dan sambung ayatnya," ujarnya.
Dalam pelaksanaan lomba tersebut, sebanyak 70 orang tercatat telah mendaftar. Dari jumlah itu, 50 peserta telah melakukan daftar ulang. Mereka terdiri dari 36 peserta laki-laki dan 14 peserta perempuan. Sementara 20 peserta lainnya masih dalam perjalanan.
Baca Juga: Pemprov Riau Perkuat Kolaborasi Perlindungan dan Pemulihan Ekosistem
Untuk meningkatkan motivasi peserta, Pemko Pekanbaru juga menyiapkan hadiah menarik bagi para pemenang. Juara pertama akan mendapatkan hadiah utama berupa perjalanan umrah yang direncanakan dilaksanakan pada Oktober mendatang.
Sementara juara kedua mendapatkan uang pembinaan sebesar Rp5 juta dan juara ketiga memperoleh Rp3 juta. "Juara 1 umrah, juara 2 lima juta, juara 3 tiga juta," kata Agung.
Agung menegaskan, hadiah umrah tersebut juga menjadi bentuk apresiasi sekaligus penyemangat bagi ASN yang telah serius meningkatkan kemampuan membaca dan menghafal Al-Qur’an.
Baca Juga: Api Membakar Hutan dan Lahan 9 Provinsi di Indonesia, 6 Daerah Ini Prioritas Pemadaman Termasuk Riau
Ia berharap peserta yang mengikuti lomba tidak hanya mengejar kemenangan, tetapi benar-benar menjadikan kegiatan tersebut sebagai bagian dari proses memperbaiki kualitas keagamaan dalam kehidupan sehari-hari.
"Kita juga menyiapkan untuk yang memang ASN yang sudah betul-betul mampu dan lulus dari seleksi ini. Untuk memacu tadi, ada hadiah umrah bagi ASN yang sudah lafaznya juga benar sesuai dengan tajwidnya," jelasnya.
Ke depan, kegiatan pembelajaran dan peningkatan kemampuan membaca Al-Qur’an di lingkungan Pemko Pekanbaru akan dilakukan secara berkala. Agung mengatakan, lomba tahfidz tersebut bukan kegiatan yang hanya digelar sekali, melainkan diharapkan dapat menjadi bagian dari pembinaan berkelanjutan.
Baca Juga: Pesanan SPPG MBG Melonjak, Harga Ayam di Meranti Tembus Rp45 Ribu
"Oh iya, ini juga akan nanti kita lakukan secara berkala karena untuk memacu. Ini memang sudah menjadi bagian dari Kabag Kesra," katanya.
Agung juga menyebutkan, Pemko Pekanbaru tengah menyiapkan wadah pembelajaran tahsin yang dapat diikuti ASN secara lebih luas. Dengan demikian, ASN yang ingin memperbaiki kemampuan membaca Al-Qur’an dapat belajar bersama tanpa terbatas pada pembelajaran yang dilakukan di masing-masing OPD.
"Kita juga akan buat nanti mungkin belajar tahsin bersama dari seluruh ASN yang tentunya mau untuk belajar tentang membaca Al-Qur'an yang benar," ujarnya.
Baca Juga: Cara PT BSP Perkuat Transformasi, Keandalan Operasi dan Ketahanan Bisnis melalui BCMS
Untuk kalangan perempuan, menurut Agung, wadah pembelajaran Al-Qur’an telah tersedia melalui kegiatan di lingkungan PKK. Sementara bagi ASN laki-laki, Pemko akan memperkuat ruang pembelajaran bersama sehingga semakin banyak aparatur yang memiliki kesempatan memperbaiki bacaan Al-Qur’an.
Agung menilai peningkatan kemampuan membaca Al-Qur’an di lingkungan pemerintahan penting dilakukan karena menyangkut pembentukan karakter dan peningkatan ketakwaan para aparatur.
"Ini juga tentu untuk meningkatkan ketakwaan di lingkungan Pemerintah Kota Pekanbaru," katanya.
Ia berharap setelah mengikuti berbagai rangkaian pembelajaran dan kegiatan keagamaan tersebut, ASN muslim di lingkungan Pemko Pekanbaru semakin termotivasi untuk belajar Al-Qur’an secara konsisten.
Baca Juga: Asbanda dan Bank Bengkulu Bahas Penguatan Likuiditas BPD
Tujuan akhirnya, kata Agung, bukan hanya agar ASN mampu membaca atau menghafal Al-Qur’an, tetapi juga memahami nilai-nilai yang terkandung di dalamnya dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam menjalankan tugas sebagai aparatur pemerintahan.
"Sehingga tujuannya adalah bagaimana setelah acara ini seluruh ASN Pemerintah Kota Pekanbaru, khususnya yang muslim, akan lebih semangat lagi dalam belajar memahami Al-Qur'an dan juga belajar membaca Al-Qur'an yang benar," ujarnya.
Agung menambahkan, Al-Qur’an hendaknya tidak hanya ditempatkan sebagai bacaan, tetapi menjadi pedoman dalam menjalani kehidupan. Ia mengingatkan bahwa perbaikan kehidupan dunia juga harus berjalan seiring dengan pembenahan kehidupan akhirat.
Baca Juga: Wako Agung Gandeng PKK, Bayar Pajak Kini Bisa Lewat Kader di Lingkungan Warga
"Kita kembali kepada kaidah, selesaikan akhirat maka dunia akan selesai. Kalau urusan akhirat kita benahi, insyaallah urusan dunia juga akan mengikuti," kata Agung.
Editor : M. Erizal