PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Pekanbaru meningkatkan upaya menjaga vegetasi dan ruang terbuka hijau di tengah kondisi cuaca panas dan kemarau yang berlangsung saat ini. Salah satu langkah yang dilakukan yakni menambah armada tangki penyiraman untuk memastikan tanaman tetap mendapatkan pasokan air.
Kepala DLHK Kota Pekanbaru Reza Aulia Putra, Rabu (26/8/2026) mengatakan, penambahan armada penyiraman dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap dampak cuaca kering yang mulai terlihat di sejumlah kawasan di Kota Pekanbaru.
Saat ini, jumlah tangki penyiraman yang dioperasikan DLHK ditingkatkan dari sebelumnya tiga menjadi empat tangki. Penambahan tersebut diharapkan dapat memperluas cakupan penyiraman, terutama pada tanaman dan vegetasi yang berada di ruang-ruang terbuka serta kawasan yang membutuhkan perawatan lebih intensif selama musim kemarau.
Baca Juga: Dosen THP FPK dan Mahasiswa Unri Gelar Pengabdian Masyarakat di Kepulauan Meranti
“Armada kami ada tujuh, dengan kapasitas masing-masing 5.000 liter. Satu armada rata-rata beroperasi tiga sampai empat sif,” ujar Reza.
Dengan tujuh armada yang disiapkan, DLHK berupaya menjaga kegiatan penyiraman tetap berjalan secara rutin meskipun kondisi cuaca cenderung panas dan kering. Setiap armada memiliki kapasitas 5.000 liter sehingga penyiraman dapat dilakukan secara bergantian sesuai kebutuhan dan kondisi di lapangan.
Reza menyebutkan, penyiraman terhadap tanaman juga terus dilakukan secara rutin. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya DLHK mempertahankan kondisi vegetasi agar tidak terdampak lebih parah oleh cuaca panas dan minimnya curah hujan.
Baca Juga: Wako Agung Bersama Masyarakat Salat Istisqa Serentak, Mohon Hujan dan Keselamatan Petugas Karhutla
Menurutnya, kondisi tanaman dan vegetasi menjadi perhatian karena cuaca kering dapat membuat kelembapan tanah berkurang. Karena itu, penyiraman dilakukan untuk membantu menjaga tanaman tetap tumbuh dan tidak mudah mengalami kekeringan.
Namun, Reza mengakui masih terdapat sejumlah lokasi yang terlihat kering. Kondisi tersebut terutama terlihat pada rumput liar yang tumbuh di sejumlah kawasan.
Ia menjelaskan, rumput liar tidak seluruhnya mendapatkan perawatan dan penyiraman seperti tanaman yang memang menjadi bagian dari penataan kawasan. Karena itu, ketika kondisi cuaca panas dan kemarau berlangsung, rumput liar lebih mudah mengering.
“Kalau tanaman selalu kita siram terus. Rumput memang ada juga rumput liar di sana. Kering ini memang dampak kemarau dan cuaca panas,” katanya.
Baca Juga: PT DSI Tidak Akan Menambah Rantai Birokrasi Baru
Reza menegaskan, kondisi rumput yang mengering tersebut tidak serta-merta menunjukkan bahwa seluruh vegetasi di kawasan tersebut tidak mendapatkan perawatan. DLHK tetap melakukan penyiraman terhadap tanaman secara rutin, sementara kondisi rumput liar lebih banyak dipengaruhi faktor cuaca.
Peningkatan armada penyiraman menjadi salah satu langkah DLHK dalam menghadapi kondisi lingkungan yang semakin kering. Dengan tambahan satu tangki, DLHK kini memiliki empat tangki penyiraman yang didukung tujuh armada operasional.
Operasional armada juga dilakukan dengan sistem sif. Rata-rata setiap armada dapat beroperasi tiga hingga empat sif sehingga kegiatan penyiraman dapat dilakukan secara berkelanjutan dan menyesuaikan kebutuhan di lapangan.
Langkah tersebut sekaligus menjadi upaya DLHK menjaga ruang terbuka dan vegetasi perkotaan agar tetap terawat di tengah kondisi cuaca panas. Penyiraman rutin diharapkan dapat membantu mempertahankan kondisi tanaman sekaligus mengurangi dampak kekeringan terhadap lingkungan perkotaan.
Baca Juga: Tiga Pelaku Curanmor Dibekuk Tim Resmob 125 Polres Bengkalis
Sebelumnya, Reza juga menegaskan pentingnya kesiapan armada DLHK dalam menjalankan pelayanan lingkungan di Kota Pekanbaru. Dukungan armada dan personel menjadi bagian penting agar pelayanan di lapangan tetap berjalan maksimal.
"Kami terus memastikan upaya pemeliharaan vegetasi tetap dilakukan. Penambahan armada penyiraman tersebut menjadi bentuk antisipasi agar tanaman yang menjadi bagian dari ruang hijau Kota Pekanbaru tetap terjaga meski menghadapi cuaca panas dan kondisi kering," singkatnya.(ali)
Editor : Edwar Yaman