PEKANBARU (RIAUPOS.CO) -- Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang masih menyelimuti Kota Pekanbaru tidak mengubah aktivitas pelayanan pemerintahan. Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru memastikan seluruh pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan normal di tengah kondisi kualitas udara yang terdampak asap.
Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho mengatakan, hingga saat ini belum ada perubahan terhadap jam kerja Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemko Pekanbaru. Para ASN tetap menjalankan tugas dan kewajibannya seperti biasa.
Meski demikian, Pemko Pekanbaru mulai mengurangi kegiatan ASN yang dilakukan di luar ruangan. Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya mengantisipasi dampak paparan asap terhadap kesehatan.
Baca Juga: Bertambah Jadi 207 Hotspot, Provinsi Riau Kian Membara, Pelalawan Masih Jadi yang Terbanyak
"Pada ASN saat ini kita masih menerapkan menggunakan masker. Karena semuanya terkait pelayanan, tentu kita mengurangi kegiatan-kegiatan yang ada di luar ruangan," ujar Agung.
Agung menegaskan, kondisi kabut asap tidak mengganggu jalannya pelayanan pemerintahan. Masyarakat tetap dapat mengakses berbagai layanan yang disediakan Pemko Pekanbaru sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Menurutnya, penerapan penggunaan masker menjadi salah satu langkah perlindungan bagi ASN, terutama bagi mereka yang tetap harus melakukan aktivitas di luar ruangan dalam menjalankan tugas.
Baca Juga: Rupiah Diprediksi Melemah, Demo DPR dan Survei Prabowo-Gibran Jadi Pengaruh
Pemko Pekanbaru sebelumnya juga telah meningkatkan status penanganan Karhutla menjadi Tanggap Darurat Bencana Karhutla. Status tersebut menjadi langkah pemerintah dalam memperkuat penanganan terhadap dampak kebakaran hutan dan lahan, termasuk terhadap kesehatan masyarakat.
Selain melakukan langkah pencegahan, Pemko Pekanbaru juga menyiapkan fasilitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat yang terdampak kabut asap. Sebanyak 21 Puskesmas yang tersebar di Kota Pekanbaru disiapkan sebagai posko utama penanganan dampak kesehatan akibat kabut asap Karhutla.
Masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan setelah terpapar asap dapat mendatangi Puskesmas untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan. "Di Puskesmas kami menyediakan masker, vitamin, dan alat-alat untuk penanganan ISPA," tukasnya.
Baca Juga: Wako Agung Nugroho Raih Penghargaan Kategori Pembangunan Infrastruktur
Pemko Pekanbaru mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga kesehatan selama kondisi kualitas udara belum kembali normal. Warga juga diminta mengurangi aktivitas di luar ruangan, khususnya ketika kondisi udara memburuk, serta menggunakan masker saat harus beraktivitas di luar rumah.
Editor : Rinaldi