PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru memutuskan kegiatan pembelajaran di sekolah kembali dilaksanakan secara tatap muka mulai Senin (31/8/2026). Kebijakan ini diambil setelah kondisi cuaca mulai membaik dan pemantauan menunjukkan tidak ada lagi titik api di wilayah Kota Pekanbaru.
Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho, Ahad (30/8/2026) mengatakan, keputusan mengembalikan kegiatan belajar mengajar secara langsung di sekolah turut mempertimbangkan perkembangan cuaca dalam beberapa hari terakhir. Hujan yang mengguyur Kota Pekanbaru dinilai memberikan dampak positif terhadap kondisi lingkungan dan membantu meredakan persoalan kabut asap.
Agung menyebutkan, berdasarkan laporan yang diterimanya pada Ahad (30/8/2026) pagi, titik api di wilayah Kota Pekanbaru berada pada angka nol atau tidak ditemukan titik api.
Baca Juga: Hujan Lebat Redam Hotspot di Kampar, Warga Tetap Diminta Waspada Cuaca Ekstrem
"Melihat pantauan cuaca di Kota Pekanbaru, khususnya terkait kabut asap ini, alhamdulillah beberapa hari ini kita mengalami curah hujan. Dan pagi hari ini tadi kita dilaporkan bahwa titik api di Kota Pekanbaru itu adalah zero titik api. Alhamdulillah," kata Agung.
Selain kondisi titik api yang nihil, keputusan tersebut juga mempertimbangkan prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Berdasarkan laporan yang dibahas bersama sejumlah pemangku kepentingan, hujan masih berpotensi terjadi di Kota Pekanbaru dalam satu hingga tiga hari ke depan.
Kondisi tersebut menjadi salah satu pertimbangan Pemko Pekanbaru untuk mengembalikan aktivitas pembelajaran ke sekolah setelah sebelumnya dilakukan penyesuaian akibat memburuknya kualitas udara dan kabut asap.
Baca Juga: Kualitas Udara Membaik, Sekolah di Pekanbaru Kembali Tatap Muka Penuh
Agung meminta para siswa di Kota Pekanbaru untuk kembali mengikuti proses pembelajaran secara langsung di sekolah mulai Senin. Namun, ia menegaskan bahwa kembalinya kegiatan belajar tatap muka bukan berarti kewaspadaan terhadap dampak kabut asap dihentikan.
"Untuk itu tentu kepada seluruh anak sekolah yang ada di Kota Pekanbaru, mari kita semua kembali ke sekolah untuk belajar secara langsung," ujarnya.
Meski kegiatan belajar kembali dilakukan di sekolah, Agung meminta pihak sekolah melakukan penyesuaian terhadap aktivitas siswa. Kegiatan yang berpotensi membuat siswa terpapar udara luar, seperti pembelajaran maupun aktivitas bermain di luar ruangan, diminta untuk dikurangi.
Baca Juga: Indomaret Turunkan i-Mobile di Riau Pos Gowes Merdeka
Ia mengarahkan agar kegiatan sekolah lebih banyak difokuskan di dalam ruangan sebagai langkah antisipasi apabila kondisi udara kembali memburuk. "Dan tentu kita harus memperhatikan juga bagaimana tata cara untuk sekolah kita yaitu mengurangi belajar di luar ruangan atau bermain di luar ruangan, kita fokus ke dalam ruangan," katanya.
Tidak hanya sekolah, perhatian juga diarahkan kepada para orang tua. Agung mengimbau orang tua membekali anak-anak mereka dengan masker ketika berangkat dan beraktivitas di luar rumah. Langkah tersebut dinilai tetap penting karena persoalan kabut asap di Pekanbaru tidak sepenuhnya bergantung pada keberadaan titik api di dalam wilayah kota.
Agung menjelaskan, meskipun hasil pemantauan menunjukkan titik api di Kota Pekanbaru sudah zero, potensi masuknya asap dari wilayah lain tetap harus diantisipasi. Arah dan kecepatan angin dapat membawa asap dari daerah lain menuju Pekanbaru sehingga kondisi udara masih berpotensi berubah.
Baca Juga: Roger Federer Menangis saat Upacara Pelantikan di Hall of Fame
"Karena walau titik apinya zero di Kota Pekanbaru, namun tentu arah angin yang membawa asap dari luar Kota Pekanbaru tentu perlu kita perhatikan," tuturnya.
Karena itu, Pemko Pekanbaru memastikan pemantauan terhadap perkembangan cuaca dan kondisi kabut asap tetap dilakukan. Pemerintah tidak hanya melihat kondisi titik api di dalam kota, tetapi juga mencermati potensi kebakaran serta pergerakan asap dari wilayah lain.
Agung juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama berdoa agar kondisi cuaca terus membaik dan seluruh kebakaran yang masih terjadi di berbagai daerah dapat segera dipadamkan. Menurutnya, upaya mengatasi kabut asap membutuhkan dukungan dan kepedulian bersama karena sumber asap dapat berasal dari wilayah di luar Kota Pekanbaru maupun Provinsi Riau.
Baca Juga: Tanpa Julian Alvarez, Atletico Madrid Raih Kemenangan Penting atas Sevilla, Puncaki Klasemen LaLiga
"Dan mari kita berdoa bersama-sama agar cuaca ini dan juga tentu api di manapun saat ini ada kebakaran, baik di Riau maupun di luar Provinsi Riau, kita sama-sama mendoakan agar seluruh api di Indonesia ini padam dan tentunya kita semua terhindar dari asap yang membahayakan ini," ucap Agung.
Editor : M. Erizal