Dari Kumbung Jamur, Firman Edi Tumbuhkan Harapan Masyarakat di Kelurahan Air Putih

Tim Redaksi • Dipublikasikan Selasa, 1 September 2026 | 16:22 WIB
FIRMAN EDI SAAT MEMANTAU PERKEMBANGAN DAN MEMANEN JAMUR. (PT PLN PERSERO UNTUK RIAU POS)
FIRMAN EDI SAAT MEMANTAU PERKEMBANGAN DAN MEMANEN JAMUR. (PT PLN PERSERO UNTUK RIAU POS)

 

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Di tengah hiruk-pikuk kehidupan masyarakat yang terus bergerak, Firman Edi memilih untuk memulai dari sesuatu yang sederhana. Tidak ada gedung besar, tidak pula usaha dengan modal yang berlimpah. Perjalanannya dimulai dari sebuah kumbung jamur, tempat ia menanam harapan melalui usaha budidaya yang dikerjakan dengan kete­kunan dan kesabaran.

Bagi Firman, membangun usaha bukan hanya tentang bagaimana menghasilkan keuntungan. Lebih dari itu, usaha adalah tentang bagaimana sebuah kesempatan dapat memberikan manfaat yang lebih luas. Dari budidaya jamur yang awalnya dijalankan untuk membantu perekonomian keluarga, perlahan tumbuh sebuah gagasan untuk mengajak masyarakat di sekitarnya ikut merasakan manfaat dari peluang yang ada.

Gagasan sederhana itu kemudian berkembang menjadi sebuah gerakan kecil di lingkungan Kelurahan Air Putih, Kota Pekanbaru. Mela­lui UMKM Jamur Betuah, Firman berusaha membangun ekosistem usaha yang melibatkan masyarakat, mulai dari proses budidaya hingga pengolahan hasil panen.

Baca Juga: Kembali Tatap Muka, Wako Tinjau Sekolah

Berawal dari Keinginan untuk Bertumbuh

Perjalanan Jamur Betuah bermula dari keinginan Firman Edi untuk memiliki usaha yang dapat menjadi sumber penghasilan bagi keluarganya. Budidaya jamur dipilih karena memiliki peluang untuk dikembangkan sekaligus dapat dilakukan dengan memanfaatkan ruang dan sumber daya yang tersedia.

Namun, seperti halnya usaha kecil lain­nya, perjalanan tersebut tidak selalu berjalan mudah.

Ada proses belajar yang harus dilalui. Ada kegagalan yang menjadi pengalaman. Ada pula tantangan dalam menjaga kualitas produksi, memenuhi kebutuhan pasar, hingga memastikan usaha tetap berjalan secara berkelanjutan.

Baca Juga: Perbaikan Drainase Jalan Paus Ditargetkan Signifikan Kurangi Banjir, Begini Kata Wako Agung

Firman memahami bahwa membangun usa­ha membutuhkan lebih dari sekadar keberanian untuk memulai. Dibutuhkan ketekunan, kemampuan beradaptasi, serta kemauan untuk terus belajar.

Hari demi hari, ia mencoba memperbaiki proses budidaya dan mencari cara agar Jamur Betuah dapat berkembang. Dari proses tersebut, sedikit demi sedikit usahanya mulai menemukan bentuk dan pasar.

Namun, ketika usaha mulai menunjukkan perkembangan, muncul sebuah pertanyaan yang lebih besar di dalam benaknya.

Baca Juga: Banyak Kepala OPD Pekanbaru Tak Hadiri Paripurna Reses

Jika dirinya mendapatkan kesempatan untuk berkembang, apakah kesempatan yang sama juga bisa diberikan kepada masyarakat di sekitarnya?

Pertanyaan itulah yang kemudian menjadi titik penting dalam perjalanan Jamur Betuah.

‘’Kalau saya bisa mendapatkan kesempatan untuk berkembang, kenapa kesempatan itu tidak dibuka juga untuk masyarakat di sekitar saya?’’

Baca Juga: Pemprov Akan Kumpulkan Seluruh Kades 

Bagi Firman, keberhasilan akan terasa lebih berarti apabila tidak hanya dinikmati sendiri.

Tidak Ingin Tumbuh Sendiri

Dari pemikiran tersebut, Firman mulai membuka ruang bagi masyarakat untuk terlibat dalam usaha budidaya jamur.

Kemitraan kumbung Jamur Betuah kemudian dibangun secara bertahap. Masyarakat diberikan kesempatan untuk belajar mengenal proses budidaya, memahami bagaimana jamur dirawat, mengetahui cara menjaga kualitas, hingga mengelola hasil panen.

Baca Juga: Tribun Pekanbaru Awards 2026 Dorong Kolaborasi Lintas Sektor untuk Kemajuan Riau

Firman tidak hanya memberikan pekerjaan. Ia berusaha membagikan pengetahuan yang telah diperolehnya selama menjalankan usaha.(adv)

Editor : Arif Oktafian
JAMUR BETUAH Firman Edi Budidaya Jamur umkm pekanbaru