Tetap Pakai Masker dan Hindari Bakar Sampah, Kualitas Udara Masih Buruk 

Tim Redaksi • Dipublikasikan Kamis, 10 September 2026 | 12:01 WIB
Kabut : Kondisi kabut asap yang menyelimuti kawasan Jalan Sudirman Pekanbaru, Rabu (9/9/2026). (EVAN GUNANZAR/RIAU POS)
Kabut : Kondisi kabut asap yang menyelimuti kawasan Jalan Sudirman Pekanbaru, Rabu (9/9/2026). (EVAN GUNANZAR/RIAU POS)

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Masih belum membaik­nya kualitas udara di Kota Pekanbaru akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla), membuat Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru terus mengimbau masyarakat agar selalu menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan. Selain itu, warga juga diminta tidak membakar sampah.

Langkah ini diambil lantaran masih pekatnya kabut asap yang menyelimuti Kota Pekanbaru serta mulai menjadi meningkatnya penderita kasus Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) di Kota Pekanbaru terus alami peningkatan.

Selain itu, berdasarkan pantauan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru kondisi asap di Kota Pekanbaru masih cukup pekat sehingga hanya menyisakan jarak pandang berkisar antara 2,5 - 3 km.

Baca Juga: Momentum Perkuat Kolaborasi Polda Riau Silaturahmi ke Riau Pos

Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar mengatakan, dirinya mengingatkan warga untuk tetap memperhatikan kondisi kualitas udara yang dapat berubah sewaktu-waktu. Apalagi, kondisi kebakaran lahan di Kota Pekanbaru saat ini masih terkendali. Bahkan, tidak terdapat titik api di wilayah Kota Pekanbaru.

Namun, persoalan asap yang menyelimuti Pekanbaru saat ini diduga berasal dari wilayah sekitar. Asap tersebut terbawa hembusan angin hingga masuk ke wilayah Kota Pekanbaru.

”Kualitas udara di Pekan­baru masih fluktuatif walaupun Pekanbaru tidak memiliki titik api namun arah angin yang berhembus ke Pekanbaru membuat kabut asap masih menyelimuti Pekanbaru sehingga masyarakat harus menjaga kesehatan dengan menggunakan masker saat beraktifi­tas di luar ruangan,” ucapnya, Rabu (9/9).

Baca Juga: Wako Agung Nugroho Raih Penghargaan Peduli Akses dan Infrastruktur Pendidikan 2026

Selain itu, dalam penanganan dampak kabut asap ini Pemerintah Kota Pekanbaru juga telah mengaktifkan seluruh puskesmas untuk memastikan kesiapan pelayanan bagi masyarakat, terutama dalam menangani gangguan kesehatan yang berkaitan dengan paparan asap.

”Melihat kondisi Pekanbaru saat ini kami masyarakat diminta tidak menganggap remeh kondisi kabut asap. Penggunaan masker saat berada di luar ruangan serta membatasi aktivitas di tengah kondisi udara yang tidak sehat menjadi langkah yang perlu diperhatikan warga khususnya masyarakat dalam kategori rentan seperti lansia dan anak-anak serta ibu hamil,” tegasnya.

Jangan Bakar Sampah

Selain itu, Pemko Pekanbaru juga mengimbau ma­syarakat untuk tidak membakar sampah sembarangan di tengah kondisi musim kemarau. Aktivitas tersebut dinilai berisiko memicu kebakaran, terutama jika dilakukan di kawasan yang memiliki lahan gambut. 

Baca Juga: Memburuk, Kualitas Udara Pekanbaru Malam Ini Sangat Tidak Sehat 

Sekretaris Kota (Sekko) Pekanbaru Zulhelmi Arifin mengatakan api dari pembakaran sampah dapat merambat ke dalam lapisan gambut. Kondisi ini membuat kebakaran sulit dideteksi dan membutuhkan waktu cukup lama untuk dipadamkan.

Ia mencontohkan kebakaran yang terjadi di kawasan Jalan Pemuda, Kecamatan Payung Sekaki, Pekanbaru. Kebakaran tersebut diduga berawal dari aktivitas pembakaran sampah di atas lahan gambut. 

Menurutnya, warga tidak menyadari api telah merambat ke dalam lapisan gambut. Petugas pun membutuhkan waktu hingga beberapa hari untuk memastikan api benar-benar padam.

”Itu sampai empat hari kita padamkan apinya, karena ternyata gambutnya cukup dalam sekitar dua meter,” ungkap Zulhelmi Arifin, Rabu (9/9). 

Baca Juga: PBM di Pekanbaru Kembali Tatap Muka Terbatas, Siswa Wajib Pakai Masker

Zulhelmi menyebut masyarakat tidak perlu membakar sampah karena Pemko Pekanbaru telah menyediakan layanan pengangkutan sampah melalui Lembaga Pengelolaan Sampah (LPS).(ilo/ayi/yls) 

Laporan TIM RIAU POS, Pekanbaru

Editor : Arif Oktafian
Kualitas Udara karhutla kabut Asap pekanbaru