Tembus 7,39 Persen, Pertumbuhan Ekonomi Pekanbaru Tertinggi di Indonesia

M Ali Nurman • Dipublikasikan Selasa, 15 September 2026 | 10:05 WIB
Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho berbincang dengan pedagang saat meninjau kondisi Pasar Kodim dan Jalan Teratai untuk dilakukan pembenahan, baru-baru ini. (PEMKO PEKANBARU UNTUK RIAU POS)
Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho berbincang dengan pedagang saat meninjau kondisi Pasar Kodim dan Jalan Teratai untuk dilakukan pembenahan, baru-baru ini. (PEMKO PEKANBARU UNTUK RIAU POS)

 

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Kota Pekanbaru mencatatkan prestasi membanggakan di tengah dinamika perekonomian nasional. Berdasarkan data Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), pertumbuhan ekonomi Pekanbaru pada Triwulan II 2026 mencapai 7,39 persen secara tahunan atau year on year (yoy).

Angka tersebut menempatkan Pekanbaru sebagai kota dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Indonesia. Capaian itu terungkap dalam paparan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian pada Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah dan Rilis Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten/Kota Triwulan II Tahun 2026 di Kantor Pusat Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Senin (7/9).

Dalam daftar pertumbuhan ekonomi kabupaten/kota yang dipaparkan Kemendagri, Pekanbaru berada di posisi teratas untuk kategori kota dengan pertumbuhan ekonomi 7,39 persen. Pekanbaru mengungguli sejumlah kota besar lainnya di Indonesia, seperti Batam yang tumbuh 7,28 persen, Surabaya 7,20 persen, Makassar 7,04 persen, dan Palopo 6,97 persen.

Baca Juga: Kabel Jaringan Dipindah ke Bawah Tanah, Pemko Minta Aspal Tak Rusak

Pertumbuhan ekonomi Pekanbaru tersebut juga tercatat jauh di atas pertumbuhan ekonomi nasional pada periode yang sama, yakni sebesar 5,29 persen secara tahunan. Capaian ini menjadi indikator positif bagi perekonomian Kota Pekanbaru. 

Di tengah berbagai tantangan fiskal, efisiensi anggaran, serta dinamika ekonomi global dan nasional, aktivitas ekonomi di ibu kota Provinsi Riau tersebut justru menunjukkan pertumbuhan yang signifikan.

Wali Kota (Wako) Pekanbaru H Agung Nugroho SE MM menyambut baik capaian tersebut. Ia menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan dan kerja keras seluruh elemen masyarakat yang ikut mendorong bergeraknya roda perekonomian daerah.

Baca Juga: 70 Bikers Hobiku Ikuti Kegiatan Safety Riding dan Edukasi Keselamatan

“Alhamdulillah, ini kabar yang membanggakan bagi masyarakat Pekanbaru. Tetapi bagi kami, bukan sekadar soal menjadi nomor satu. Yang paling penting adalah ekonomi kota bergerak, investasi tumbuh, UMKM hidup, lapangan pekerjaan terbuka, dan manfaatnya semakin dirasakan masyarakat,” ujar Agung.

Menurut Agung, tingginya pertumbuhan ekonomi tidak boleh hanya dipandang sebagai pencapaian angka statistik. Lebih dari itu, pertumbuhan harus mampu diterjemahkan menjadi peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Ia menilai, pertumbuhan ekonomi yang sehat ditandai dengan semakin aktifnya dunia usaha, meningkatnya investasi, berkembangnya sektor UMKM, terbukanya lapangan kerja, serta meningkatnya daya beli dan kualitas hidup masyarakat.

Baca Juga: Pekanbaru jadi Kota dengan Pertumbuhan Ekonomi Tertinggi di Indonesia, Tembus 7,39 Persen

“Pertumbuhan ekonomi harus kita lihat dampaknya secara nyata. Apakah pelaku usaha semakin berkembang, apakah UMKM semakin hidup, apakah lapangan pekerjaan semakin terbuka. Itu yang menjadi perhatian kami,” katanya.

Agung menyebut, capaian pertumbuhan ekonomi Pekanbaru merupakan hasil kerja bersama seluruh elemen kota. Pemerintah daerah tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan masyarakat, pelaku usaha, investor, dunia perbankan, serta berbagai sektor ekonomi yang selama ini menjaga aktivitas perdagangan dan jasa di Pekanbaru tetap berjalan.

Karena itu, ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat dan dunia usaha yang telah berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Kota Pekanbaru. 

Baca Juga: Gala Dinner Wako Agung Bersama PSPS Pekanbaru, Deklarasi Damai Suporter Jadi Modal Berjuang ke Liga

“Ini merupakan hasil kerja bersama. Ada masyarakat, dunia usaha, pelaku UMKM, investor dan pemerintah. Semua memiliki peran dalam menjaga aktivitas ekonomi dan membangun kepercayaan terhadap Pekanbaru,” ujar Agung.

Investasi Lampaui Target

Pertumbuhan ekonomi Pekanbaru juga sejalan dengan meningkatnya realisasi investasi di daerah tersebut. Sepanjang Januari hingga Juni 2026, realisasi investasi Kota Pekanbaru tercatat sekitar Rp7,35 triliun. Angka tersebut mencapai 156,02 persen dari target investasi yang telah ditetapkan. Bahkan, realisasi investasi pada Triwulan II 2026 saja mencapai sekitar Rp4,79 triliun.

Data tersebut menunjukkan tingginya kepercayaan pelaku usaha dan investor terhadap Pekanbaru sebagai salah satu pusat kegiatan ekonomi di Sumatera. Agung menilai, investasi memiliki peran penting dalam menjaga keberlanjutan pertumbuhan ekonomi daerah. 

Baca Juga: Pemko Rancang MPP Mini di Kantor Camat, Sehari 700 Warga Datangi Pusat MPP

Selain memberikan kontribusi terhadap peningkatan aktivitas usaha, investasi juga diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja baru dan memperluas kesempatan masyarakat untuk meningkatkan pendapatan.

“Kepercayaan ini harus kita jaga. Pemerintah harus terus memberikan kemudahan berusaha, memperbaiki pelayanan, membangun infrastruktur dan menciptakan kota yang aman, bersih serta nyaman,” katanya.

Ia menegaskan, pemerintah kota akan terus berupaya menciptakan iklim investasi yang kondusif. Kemudahan perizinan, pelayanan publik yang cepat, kepastian berusaha, serta pembangunan infrastruktur menjadi bagian penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi.

Baca Juga: Wako Agung Ajak 3.500 Anggota Jadi Pelopor Aksi Nyata

Menurutnya, pemerintah tidak ingin pertumbuhan ekonomi hanya dinikmati oleh sektor tertentu. Pemerataan manfaat pertumbuhan menjadi tantangan berikutnya yang harus dijawab melalui kebijakan pembangunan daerah. “Ketika investasi dan dunia usaha bergerak, kita ingin masyarakat Pekanbaru ikut merasakan dampaknya,” tegas Agung.

Bukan Sekadar Angka

Wali Kota Agung Nugroho menegaskan, pencapaian pertumbuhan ekonomi sebesar 7,39 persen bukanlah tujuan akhir pembangunan Pekanbaru. Sebaliknya, angka tersebut menjadi dorongan bagi pemerintah daerah untuk bekerja lebih keras menjaga momentum pertumbuhan.

Ia mengingatkan, pertumbuhan ekonomi yang tinggi harus diiringi dengan kualitas pembangunan yang baik dan berkelanjutan. “Angka 7,39 persen ini bukan garis finis. Ini justru menjadi tanggung jawab bagi kami untuk bekerja lebih keras. Pertumbuhan harus menghadirkan kesejahteraan. Kalau ekonomi tumbuh, masyarakat juga harus ikut tumbuh dan merasakan manfaatnya,” tegasnya.

Baca Juga: Peringatan Hari Pramuka Ke-65 di Pekanbaru, Wako Agung Ajak 3.500 Anggota Jadi Pelopor Aksi Nyata

Agung berharap capaian tersebut dapat semakin memperkuat posisi Pekanbaru sebagai salah satu kota tujuan investasi dan pusat pertumbuhan ekonomi di Sumatera.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga iklim ekonomi yang telah terbangun, termasuk menjaga keamanan, kenyamanan, kebersihan kota, serta menciptakan suasana yang mendukung aktivitas dunia usaha.

“Terima kasih kepada seluruh masyarakat Pekanbaru. Capaian ini bukan keberhasilan wali kota atau pemerintah saja. Ini keberhasilan kita bersama. Mari kita jaga momentum ini agar Pekanbaru semakin maju, ekonominya kuat dan masyarakatnya semakin sejahtera,” tuturnya.

Baca Juga: 1.248 Ha Wilayah Desa Kuala Selat Terdampak Abrasi Penanganan Diusulkan ke Pusat

Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian mengapresiasi daerah-daerah yang mencatatkan pertumbuhan ekonomi positif sebagaimana data yang dipaparkan dalam rakor.

Tito meminta seluruh kepala daerah menjadikan isu pertumbuhan ekonomi sebagai salah satu perhatian utama dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan daerah. “Teman-teman kepala daerah kita minta untuk menaikkan, menjadikan isu pertumbuhan ekonomi ini menjadi isu penting,” ujarnya.(ali)

Editor : Arif Oktafian
ekonomi pekanbaru Pertumbuhan Ekonomi Pekanbaru