PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Kabut asap kembali menyelimuti Kota Pekanbaru dan membuat kualitas udara berada dalam kategori tidak sehat pada Rabu (16/9/2026).
Pemerintah Kota Pekanbaru mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan serta menggunakan masker untuk mengurangi paparan asap.
Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar mengatakan, kondisi kualitas udara di Kota Pekanbaru masih fluktuatif. Kondisi tersebut dipengaruhi asap kiriman dari arah selatan yang terbawa ke wilayah Pekanbaru.
Baca Juga: Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Sinergi dengan BPHN, Kenalkan Sejumlah Inovasi Pembinaan Hukum
Menurutnya, kondisi kualitas udara sebelumnya sempat membaik dan berada dalam kategori sehat pada akhir pekan lalu. Namun, kondisi tersebut kembali berubah seiring masuknya asap ke wilayah Kota Pekanbaru.
"Jadi asap ini asap kiriman dari arah selatan, asap kadang ada, kadang tidak ada. Kalau hujan udara bersih, seperti akhir pekan kemarin," ujarnya, Rabu (16/9/2026).
Markarius mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan selama kualitas udara belum membaik. Terutama bagi masyarakat yang memiliki aktivitas di luar ruangan agar memperhatikan kondisi kesehatan dan menggunakan masker.
Baca Juga: Produksi CPO di Riau Tembus 9,4 Juta Ton per Tahun
"Bagi yang tetap beraktivitas di luar ruangan bisa mengenakan masker, untuk menjaga diri agar tidak terpapar kabut asap," paparnya.
Di sisi lain, Markarius memastikan tidak ada lagi hotspot atau titik panas di wilayah Kota Pekanbaru. Ia menyebut aktivitas kebakaran lahan di dalam wilayah kota saat ini masih dalam kondisi terkendali.
Meski demikian, pemerintah tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak kabut asap, terutama terhadap kesehatan masyarakat. Dinas terkait diminta terus memantau kondisi udara dan mengambil langkah yang diperlukan apabila terjadi peningkatan gangguan kesehatan.
Baca Juga: Terdakwa Korupsi PMKS Bengkalis Divonis 12 Tahun Penjara
Markarius juga meminta Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru mengoptimalkan pelayanan bagi masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan, khususnya pasien Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA).
Puskesmas dan rumah sakit diminta tetap siaga dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat yang mengalami keluhan kesehatan akibat paparan kabut asap.
"Kabut asap ini sangat berpengaruh bagi kesehatan kita, maka penanganan pasien yang terpapar kabut asap harus dioptimalkan," terangnya.
Baca Juga: APBD 2026 Bengkalis Jadi Rp3,57 Triliun
Ia menegaskan, penanganan dampak kabut asap tidak hanya dilakukan melalui pelayanan kesehatan, tetapi juga dengan mencegah munculnya titik api baru. Karena itu, masyarakat diminta tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar.
Markarius mengimbau masyarakat segera melaporkan apabila menemukan kebakaran lahan maupun titik api. Laporan tersebut diperlukan agar petugas dapat segera melakukan penanganan dan mencegah api meluas.
Pemerintah Kota Pekanbaru juga mengingatkan masyarakat untuk tetap mengikuti informasi mengenai kualitas udara dan menyesuaikan aktivitas harian dengan kondisi udara.
Baca Juga: Rp6 Miliar Modal Daerah, Dividen Tak Kunjung Mengalir dari BUMD Bumi Meranti
Masyarakat yang tidak memiliki keperluan mendesak di luar ruangan diharapkan dapat membatasi aktivitas hingga kondisi udara kembali membaik. (ilo)
Editor : M. Erizal