PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru memastikan ketersediaan masker dan obat-obatan bagi masyarakat di tengah kembali memburuknya kualitas udara akibat kabut asap. Masker tidak hanya disiapkan di fasilitas kesehatan, tetapi juga didistribusikan ke sejumlah titik publik yang menjadi lokasi aktivitas dan mobilitas masyarakat.
Sekretaris Kota (Sekko) Pekanbaru Zulhelmi Arifin mengatakan, langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya pemerintah melindungi masyarakat dari dampak buruk kualitas udara. Terlebih, berdasarkan pemantauan kualitas udara, kondisi sempat menunjukkan angka yang sangat tinggi dan masuk kategori berbahaya.
Di tengah kondisi tersebut, Pemko Pekanbaru memastikan persediaan masker bagi masyarakat dalam kondisi cukup. Zulhelmi menyebut Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho telah meminta jajaran terkait memastikan ketersediaan masker maupun obat-obatan.
Baca Juga: Wako Sebut Orientasi Pemko Pengabdian ke Masyarakat Sosialisasi Produk Hukum
”Untuk ketersediaan masker, Pak Wali juga sudah memastikan kembali. Kita sudah pastikan juga dengan Dinas Kesehatan bahwa tersedia cukup masker dan juga obat-obatan,” ujarnya.
Namun, masker tersebut tidak hanya disiapkan untuk warga yang datang berobat.
Pemko juga berupaya mendekatkan distribusi masker ke masyarakat yang tetap harus beraktivitas di luar rumah.
Zulhelmi mengatakan, pemerintah memahami bahwa tidak semua aktivitas masyarakat dapat dihentikan selama kualitas udara memburuk. Aktivitas ekonomi, termasuk kegiatan masyarakat di pasar, tetap harus berjalan.
Baca Juga: Pemprov Perkuat Pendataan Masyarakat Penerima Bansos
”Kalau untuk, kita sebenarnya menganjurkan untuk jangan beraktivitas di luar ruangan. Kalau beraktivitas di luar ruangan agar memakai masker,” katanya.
Menurutnya, pasar menjadi salah satu lokasi yang tidak mungkin begitu saja ditutup. Masyarakat tetap membutuhkan ruang untuk melakukan aktivitas ekonomi dan memenuhi kebutuhan sehari-hari.
”Makanya kemarin kami ke pasar-pasar. Tidak mungkin pasar itu kita tutup. Masyarakat juga kita larang keluar untuk beraktivitas, berekonomi kan juga susah,” ujarnya.
Baca Juga: Demi Kesehatan, Perayaan Festival Kue Bulan Bersama di Pekanbaru Ditiadakan
Karena itu, strategi yang dilakukan pemerintah adalah menyediakan masker di sejumlah area publik dengan tingkat aktivitas masyarakat yang tinggi. Distribusi masker dilakukan di pasar, taman, hingga persimpangan jalan yang memiliki lalu lintas kendaraan dan masyarakat cukup padat.
”Jadi kita mendistribusikan masker-masker itu di titik-titik area publik, seperti pasar, taman, terus juga di persimpangan-persimpangan yang cukup padat atau high traffic, kita juga berikan,” katanya.
Selain upaya pencegahan, pemko juga menyiapkan penanganan bagi masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan akibat paparan asap. Posko kesehatan disiapkan, begitu juga dengan obat-obatan dan fasilitas pelayanan kesehatan.
Zulhelmi mengatakan, kesiapan obat-obatan juga menjadi perhatian pemerintah. Bahkan, pada Ahad (20/9), jajaran pemko melakukan pengecekan terhadap ketersediaan obat di Rumah Sakit Daerah (RSD) Madani. Pemko ingin memastikan obat-obatan yang tersedia benar-benar layak diberikan kepada masyarakat dan tidak ada obat yang telah kedaluwarsa.
Baca Juga: 30,14 Persen Bantuan Pangan Telah Disalurkan
”Kemarin hari Ahad juga atas arahan Pak Wali Kota kita memastikan ketersediaan obat dengan Direktur RSD Madani dan Inspektur Daerah,” katanya.(yls)
Laporan M ALI NURMAN, Pekanbaru
Editor : Arif Oktafian