PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Ketua Fraksi Golkar DPRD Kota Pekanbaru Roni Amril menyatakan, APBD-P Kota Pekanbaru yang baru saja disahkan senilai Rp3,2 triliun layak didukung sekaligus dikawal pelaksanaannya.
Menurutnya APBD-P tersebut telah mengakomodir program kerja pro rakyat yang diusung Wali Kota Agung Nugroho, yaitu program-program yang selama ini telah dirasakan langsung masyarakat dampaknya.
Program-program tersebut termasuk perbaikan jalan dan drainase, penanganan banjir dan sampah, pelayanan kesehatan, pendidikan, bantuan sosial, penguatan UMKM hingga pembenahan lingkungan melalui Program Pekanbaru LESTARI.
Baca Juga: Booking Lewat Aplikasi MiChat, Korban Diperas dan HP Dirampas
''Program Pak Agung bukan hanya sekadar rencana. Masyarakat sudah merasakan manfaatnya. Jalan diperbaiki, drainase dibenahi, pendidikan dan kesehatan diperhatikan, UMKM didukung, serta persoalan kebersihan dan lingkungan ditangani lebih cepat,'' kata Roni, Rabu (30/9/2026).
Seperti diketahui, Agung Nugroho memasukkan 14 program prioritas yang kemudian kembali diperkuat lewat APBD-P Tahun 2026 yang baru saja disahkan. Program-program itu semua merupakan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Termasuk bantuan beasiswa, subsidi bunga pinjaman bagi pelaku UMKM, santunan kematian hingga pelayanan kesehatan.
Roni turut mengapresiasi Program Pekanbaru LESTARI. Ini merupakan singkatan dari Lingkungan Elok, Sehat, Tertata, Aman, Resik dan Indah. Ini merupakan program percepatan penanganan sampah, drainase tersumbat dan berbagai persoalan lingkungan di seluruh kecamatan di Kota Bertuah.
Baca Juga: QLola by BRI Bantu Perusahaan Kelola Payroll dalam Satu Sistem Terintegrasi
''Pekanbaru LESTARI merupakan program yang langsung menyentuh lingkungan tempat tinggal masyarakat. Persoalan di kecamatan tidak perlu menunggu terlalu lama karena sudah ada petugas, kendaraan dan perlengkapan yang bisa langsung diturunkan,'' ujarnya.
Roni juga menyinggung perhatian Agung Nugroho pada dunia usaha dan menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat. Ini setidaknya terlihat dari angka pertumbuhan ekonomi Pekanbaru pada Triwulan II 2026 yang tembus 7,39 persen dibanding priode yang sama pada tahun lalu. Itu merupakan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Indonesia.
''Pertumbuhan ekonomi tertinggi di antara kota-kota di Indonesia tentu menjadi prestasi yang patut diapresiasi. Ini menunjukkan aktivitas perdagangan, investasi, pembangunan dan UMKM di Pekanbaru terus bergerak,'' tambah Roni.
Baca Juga: Tok! APBD Perubahan Kuansing Disahkan Rp1,6 Triliun Lebih, Pendapatan dan Belanja Daerah Naik
Namun Roni mengingatkan, pertumbuhan ekonomi tidak boleh berhenti pada angka. Pemerintah harus memastikan pertumbuhan tersebut membuka lapangan pekerjaan, meningkatkan pendapatan pelaku usaha dan memberikan manfaat bagi masyarakat kecil.
Roni menilai kebijakan APBD-P yang tetap memberikan perhatian kepada UMKM, pendidikan, kesehatan, infrastruktur dan lingkungan sudah berada pada arah yang tepat.
Maka ia ingin memastikan bahwa DPRD akan tetap menjalankan fungsi pengawasan agar seluruh program dilaksanakan tepat sasaran, transparan dan sesuai aturan. Ia juga meminta organisasi perangkat daerah segera menerjemahkan arahan Wali Kota menjadi pekerjaan nyata di lapangan.
Baca Juga: Polres Bengkalis Dukung Penguatan Restorasi Gambut dan Pencegahan Karhutla
''Setiap rupiah APBD harus kembali kepada masyarakat dalam bentuk pelayanan dan pembangunan. Empat belas program prioritas ini harus kita kawal bersama agar manfaatnya semakin luas dirasakan warga Pekanbaru,'' tutup Roni.
Editor : M. Erizal