
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Kemacetan Persimpangan Garuda Sakti-HR Soebrantas, Pekanbaru, terus dikeluhkan masyarakat. Solusi jalan layang atau flyover yang telah lama direncanakan sangat dinantikan.
Atas keluhan ini, Ketua Fraksi Golkar DPRD Kota Pekanbaru Roni Amriel turut prihatin. Ia bertekad akan terus mendorong percepatan pembangunannya.
Roni menilai pembangunan flyover di titik yang juga populer disebut Simpang Panam itu sudah mendesak. Pasalnya simpang tersebut menjadi salah satu titik dengan mobilitas tertinggi di Pekanbaru.
Baca Juga: Lapak PKL Ditertibkan
“Informasinya 2026 ini fokus pada penyelesaian ganti rugi lahan, lalu 2027 baru masuk tahap pembangunan fisik. Kita berharap tidak ada penundaan,” ujar Roni.
Masalah Simpang Panam menurut Roni tidak lagi sebatas kemacetan lalu lintas. Tapi juga persoalan potensi hambatan ekonomi yang disebabkannya. Maka pembangunannya memang tidak bisa ditunda lagi.
Kondisi tekanan ekonomi akibat kemacetan ini memang sudah lama menjadi sumber derita para pedagang di persimpangan tersebut. Seorang pedagang di sekitar lokasi, Wiwit (41), mengaku kemacetan di kawasan tersebut sudah menjadi hal yang sering terjadi dan berdampak langsung terhadap aktivitas jual beli.
“Orang jadi tidak mau berhenti karena kondisi jalan yang padat. Jadi berengaruh ke jualan kami,” ujarnya.
Raut wajah Wiwit sedikit berubah ketika disinggung soal flyover. Terkait rencana pembangunan flyover di kawasan tersebut, ia berharap hal itu benar-benar direalisasikan.
“Kalau memang jadi dibangun flyover, kami berharap macetnya bisa berkurang. Yang penting jangan lama kali prosesnya, biar kami juga nyaman jualan,” katanya.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




