PEKANBARU (RIAUPOS.CO) -- Laksamana Muda Coffee & Live Space memberikan klarifikasi terkait beredarnya video di media sosial yang mengaitkan tempat usaha tersebut dengan dugaan pesta Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT). Manajemen menegaskan, kejadian yang terekam dalam video tersebut bukan bagian dari acara maupun program resmi yang diselenggarakan pihak Laksamana Muda.
Vani, perwakilan manajemen Laksamana Muda Coffee & Live Space, Selasa (20/10/2026), menyampaikan bahwa pengunjung yang terlihat dalam video tersebut datang sebagai tamu umum untuk makan dan minum. Namun, sebuah momen yang terjadi sekitar pukul 23.00 WIB kemudian terekam dalam siaran langsung salah seorang pengunjung dan cuplikannya beredar di media sosial.
Menurut Vani, dalam momen tersebut, pengunjung yang bersangkutan diajak berjoget oleh teman-temannya hingga membuka jaket. Cuplikan video itu kemudian beredar dengan narasi yang dinilai menimbulkan persepsi seolah-olah Laksamana Muda menyelenggarakan kegiatan tersebut.
Baca Juga: Saksi Ungkap Rapat di Rumah Dinas Gubernur Bersama Abdul Wahid dan Istilah 7 Batang
"Kami ingin menyampaikan bahwa kejadian tersebut bukan bagian dari acara maupun program resmi Laksamana Muda. Pengunjung yang berada dalam video datang sebagai tamu umum untuk makan dan minum," ujar Vani dalam keterangannya.
Ia menyayangkan beredarnya informasi yang dinilai tidak menyertakan konteks kejadian secara utuh. Menurutnya, narasi yang berkembang di media sosial tersebut berdampak terhadap reputasi serta kepercayaan masyarakat terhadap Laksamana Muda Coffee & Live Space.
Di tengah polemik yang berkembang, Vani memastikan operasional Laksamana Muda saat ini masih berjalan. Pihak manajemen juga melakukan pembenahan internal serta memperketat pengawasan guna menjaga ketertiban di lingkungan tempat usaha tersebut.
Baca Juga: Polisi Antisipasi Gangguan Kamtibmas, Kapolres Inhil Ingatkan Pengamanan Harus Humanis
Selain itu, manajemen menyatakan tetap kooperatif dan mendukung langkah Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) maupun instansi terkait dalam menindaklanjuti laporan masyarakat.
"Kami tetap kooperatif dan mendukung langkah Satpol PP maupun instansi terkait dalam menindaklanjuti laporan masyarakat. Ini merupakan bentuk komitmen kami untuk menjaga operasional venue tetap tertib dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku," jelasnya.
Manajemen berharap masyarakat dapat menyikapi informasi yang beredar secara bijak dan tidak terburu-buru menarik kesimpulan sebelum memperoleh informasi yang utuh. Laksamana Muda juga menyatakan komitmennya untuk melakukan pembenahan serta meningkatkan pengawasan internal agar kegiatan operasional tetap berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.