PELALAWAN (RIAUPOS.CO) - Innalillahi wa innailaihirojiun, kabar duka menyelimuti masyarakat Kabupaten Pelalawan. Pasalnya, pendiri daerah berjuluk Negeri Amanah ini, dan terakhir menjabat Wakil Bupati Pelalawan periode 2011-2016 Drs H Marwan Ibrahim telah berpulang, Selasa (23/1/2024) sore lalu, tepatnya pada pukul 17: 05 WIB.
Sosok Drs H Marwan Ibrahim yang merupakan seorang birokrat mempuni. Putra terbaik Kabupaten Pelalawan ini tutup usia 69 tahun. Almarhum pergi meninggalkan istrinya bernama Hj Asnidar. Serta empat orang anak. Almarhum disemayamkan di Taman Makam Pahlawan Setia Negara Pelalawan, Rabu (24/1/2024) siang.
Dalam suasana duka cita mendalam, Bupati Kabupaten Pelalawan H Zukri menyampaikan, pesan belasungkawa atas kepergian yang tidak tergantikan dari mantan Wakil Bupati Pelalawan ini. Begitu juga kehilangan yang amat sangat begitu dirasakan masyarakat Kabupaten Pelalawan saat ini.
"Apapun namanya, perpisahan pasti akan terasa menyedihkan. Tapi jika sudah waktunya kematian datang, tak ada sesuatu yang bisa menundanya sekalipun. Dan kita pun semua akan dipertemukan dengan kematian," ucap Bupati.
Karena itu, bagi keluarga besar almarhum, semoga selalu diberi ketabahan dan kesabaran menghadapi cobaan ini.
"Kita memohon pada yang maha kuasa agar almarhum mendapatkan tempat yang terbaik di sisi-Nya," tambahnya.
Ditambahkan Zukri, dirinya atasnama Pemkab Pelalawan menyampaikan rasa duka yang mendalam. Apalagi almarhum sudah pernah mengabdikan dirinya bagi Kabupaten Pelalawan.
"Karena itu, mari kita lepas bersama-sama dan kita tunaikan fardhu kifayah jenazah almarhum pak Marwan. Kita antar sampai peristirahatannya terakhir dengan doa yang paling baik, semoga almarhum khusnul khotimah dan ditempatkan di tempat yang terbaik di sisi-Nya," ujarnya.
Sementara itu, tokoh masyarakat Pelalawan, H Tengku Azmun Jaffar didampingi adik almarhum, H D Alwi Ibrahim mengatakan, di matanya, Marwan Ibrahim adalah tokoh yang bersahaja, loyalis, pekerja gigih dan juga konseptor berdirinya Kabupaten Pelalawan.
"Banyak kenangan indah saya bersama almarhum. Di mana saat masih berstatus pelajar SMAN Bangkinang, mendiang tinggal di rumah saya di Jalan Seroja Pekanbaru," tururnya.
Kemudian, sambung Azmun, setelah tamat sekolah, almarhum melanjutkan pendidikan di Universitas Riau (Unri) dengan mengambil jurisan Ekonomi. Bahkan yang sangat membanggakan, almarhum yang memiliki tipe tidak banyak bicara serta hobby membaca buku dan menulis ini, tidak merasa malu kemana-mana menggunakan kendaraan berupa sepeda. Khususnya selama menimba ilmu di Unri.
"Tamat dari kuliah, almarhum dan saya diterima menjadi PNS. Di mana almarhum dengan penempatan di Kabupaten Kampar dan saya di Kabupaten Bengkalis. Dan seiring berjalannya waktu, almarhum di mberi amanah menjadi Kepala kantor Pembangunan Desa (Bangdes) dan terakhir jabatan Asisten 2 bidang pembangunan Pemkab Kampar," paparnya.
Diungkapkannya, pada tahun 2000, Kabupaten Pelalawan dimekarkan dari Kabupaten Kampar. Dan saat itu, almarhum dipercaya masuk dalam tim pemekaran dua Kabupaten. Yakni Kampar dan Rokan Hulu (Rohul). Sementara itu, dirinya dipercaya menjadi Ketua tim pemekaran tiga kabupaten di Bengkalis, yakni Siak, Dumai, dan Rohil.
"Dan setelah pemekaran pada tahun 2000 dengan Otonomi Daerah, Pemerintah Provinsi Riau meminta agar putra/putri daerah pemekaran kembali ke daerahnya. Sehingga almahum Marwan, pindah ke Pelalawan dan diberi amanah jabatan Sekretaris Daerah. Sementara saya sebagai Ketua Bappeda Pelalawan," bebernya.
Dikatakan Azmun, saat menjabat Sekda, banyak ide pemikiran almarhum untuk kemajuan Negeri Seiya Sekata ini dalam kondisi serba tidak ada. Salah satunya usulan membangun kantor-kantor Dinas dengan dinding papan seperti SD Inpres.
"Saat itu almarhum minta pendapat saya bahwa Pelalawan dapat dana 5 miliar di bantu Provinsi untuk pembangunan. Sehingga dikonseplah pembangun kantor-kantor dinas Pemkab Pelalawan," sebutnya.
Ditambahkan Azmun, satu tahun Kabupaten Pelalawan terbentuk, tepat pada tahun 2001, dirinya mencalonkan diri sehingga terpilih menjadi Bupati pertama definitif.
Di bawah kepeminpinannya, Azmun kembali menunjuk almarhum menjadi Sekda Pelalawan. Dan langkah awal yang dilakukannya bersama almarhum Marwan adalah melakukan pembenahan dan kebutuhan roda Pemerintahan Daerah. Sehingga direalisasikanlah pembangunan kantor-kantor dinas dan dimekarkanlah 12 Kecamatan di Pelalawan dari awalnya hanya 4 Kecamatan. Dan dari belasan Kecamatan itu, terbentuk 205 Desa pada tahun 2007.
"Dan yang saya sangat berkesan kepada almarhum adalah idenya untuk membangun Taman makam Pahlawan saat ini. Di mana dimakam itu, juga disediakan spot khusus bagi para pendiri kabupaten Pelalawan yang dinamakan Taman Bahagia. Akhirnya, ide dan gagasan ini, hari ini almarhum, menempati sebagai tempat peristirahatan terakhir," ucapnya.
"Untuk itu mewakili pihak keluarga, saya meminta kesediaan masyarakat untuk bisa memaafkan segala kesalahan dan kekhilafan almarhum, baik yang disengaja atau tidak. Selamat jalan sahabatku, saudaraku, stafku yang loyal, semoga husnulkatimah surga di tempat kan untukmu," tuturnya.
Sementara itu, istri almarhum yakni Hj Asnidar saat dijumpai Riaupos.co di RS Awal Bros Jalan Sudirman Pekanbaru akhir tahun 2023 lalu mengatakan bahwa, almarhum Marwan tengah dirawat di RS tersebut karena menderita penyakit kanker prostat.
"Bapak dirawat karena sakit prostat lebih kurang sekitar setahun ini. Dan ada anak pempuan kami dokter yang menjaga bapak Marwan berobat di RS Awal Bros ini. Mudah-mudahan bapak cepat sembuh," tutup Asnidar saat itu.
Laporan: M Amin Amran (Pangkalankerinci)
Editor : RP Edwir Sulaiman