Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Pintu Pelimpahan Waduk PLTA Ditutup, Banjir di Pelalawan Surut

M Amin Amran • Rabu, 22 Mei 2024 | 11:40 WIB
Kepala Pelaksana BPBD Pelalawan Zulfan SPi MSi saat memantau perkembangan banjir yang merendam badan jalan di Dusun Muara Sako, Kelurahan Langgam, Kecamatan Langgam, Kabupaten Pelalawan
Kepala Pelaksana BPBD Pelalawan Zulfan SPi MSi saat memantau perkembangan banjir yang merendam badan jalan di Dusun Muara Sako, Kelurahan Langgam, Kecamatan Langgam, Kabupaten Pelalawan

PANGKALANKERINCI (RIAUPOS.CO) - Elevasi waduk PLTA Kota Panjang mulai turun. Sebab itu manajemen ULP Koto Panjang memutuskan menutup pintu pelimpahan (spillway gate), Selasa (21/4). Banjir yang menggenangi beberapa badan jalan di Pelalawan juga mulai surut.

Plh Manajer PLTA Koto Panjang Frans Boyce Patiharauw mengatakan, penutupan empat pintu pelimpahan waduk PLTA Koto Panjang dilakukan, Selasa (21/5) sekitar pukul 11.00 WIB. ‘’Hari ini (kemarin, red) dilakukan penutupan pintu pelimpahan 4X50 cm. Jadi empat pintu pelimpahan ditutup total,’’ ujarnya.

“Penutupan pintu pelimpahan waduk dilakukan karena debit air masuk ke waduk berkurang dan elevasi waduk PLTA Koto Panjang juga mulai berkurang. Ada sedikit penurunan elevasi dibanding hari sebelumnya,” tambahnya.

Frans menjelaskan, dengan penutupan empat pintu pelimpahan waduk PLTA Koto Panjang maka diperkirakan ada pengurangan permukaan air Sungai Kampar  30 sentimeter (cm) sampai 50 cm dari kondisi terakhir.

Sementara itu, Plt Kadis Diskominfo Kampar Arizon mengatakan, Pemkab Kampar akan selalu menginformasikan keadaan waduk PLTA untuk masyarakat Kampar. Arizon mengimbau masyarakat yang beraktivitas atau yang bertempat tinggal di sepanjang airan Sungai Kampar untuk selalu waspada.

Di tempat terpisah, banjir yang menggenangi sejumlah badan di Kecamatan Langgam dan Bandar Sungai Kijang akibat dibukanya pintu pelimpahan waduk PLTA Koto Panjang beberapa hari lalu, mulai menunjukkan penyurutan yang cukup menggembirakan, Selasa (21/5).

Diketahui sejumlah badan jalan di dua wilayah itu direndam banjir yang mencapai 15 cm akibat meluapnya debit air Sungai Kampar. Namun, Selasa (21/5), tinggi permukaan air mulai menurun 5 cm. Sehingga kondisi banjir yang merendam badan jalan berada pada angka 10 cm.

Penyurutan banjir ini membuat aktivitas warga setempat mulai berangsur normal, meski genangan air masih merendam badan jalan. Berdasarkan penghitungan alat pengukur level debit permukaan air Sungai Kampar di jembatan penyeberangan ponton Kecamatan Langgam, ketinggian debit level air Sungai Kampar saat ini mencapai 2,80 meter, dari sebelumnya 2,85 dari batas ambang normal.

“Alhamdulillah, saat ini kondisi banjir yang merendam badan jalan di dua kecamatan telah mulai mengalami penyurutan 5 sentimeter. Tinggi permukaan air yang sejak tiga hari sebelumnya mencapai 15 sentimeter, saat ini telah menurun cukup drastis menjadi 10 sentimeter,’’ ujar terang Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pelalawan, Zulfan kepada Riau Pos, Selasa (21/5).

“Meski genangan air masih merendam badan jalan. Namun warga di lokasi banjir cukup gembira karena aktivitas mereka telah mulai normal. Pasalnya, saat ini akses jalan darat telah dapat ditempuh menggunakan kendaraan bermotor, khususnya roda dua dengan normal,” tambahnya.

Ditambahkan Zulfan, pihaknya optimis tis dalam beberapa hari ke depan banjir yang telah merendam sejumlah badan jalan di dua kecamatan ini akan surut total. Pasalnya, pengelola PLTA Koto Panjang telah menutup pintu pelimpahan waduk secara total, Selasa (21/5).

“Penutupan pintu waduk ini tentunya akan berdampak positif. Kami perkirakan, Jumat (24/5) atau Sabtu (25/5), banjir yang merendam badan jalan ini akan surut total. Namun kami tentunya akan terus intens melakukan pemantauan serta monitoring kenaikan air Sungai Kampar.

Sehingga jika terjadi kondisi kenaikan air berada pada level berbahaya, maka upaya evakuasi dapat cepat dilakukan,” ujarnya.(kom/amn) 

Editor : Rindra Yasin
#banjir pelalawan #surut #plta kotonpanjang kampar