Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Mampu Produksi Lima Ton per Jam, Pembangunan Pabrik Minyak Makan Merah Dimulai

M Amin Amran • Sabtu, 13 Juli 2024 | 09:25 WIB
Menteri Koperasi dan UKM RI Teten Masduki disaksikan Bupati Pelalawan Zukri melakukan peletakan batu per­tama pembangunan pabrik minyak makan merah di Desa Bukit Gajah, Kecamatan Ukui.
Menteri Koperasi dan UKM RI Teten Masduki disaksikan Bupati Pelalawan Zukri melakukan peletakan batu per­tama pembangunan pabrik minyak makan merah di Desa Bukit Gajah, Kecamatan Ukui.

UKUI (RIAUPOS.CO) – Hari ulang tahun (HUT) ke-77 Koperasi, Jumat (12/7) menjadi momentum bersejarah bagi masyarakat Kabupaten Pelalawan. Betapa tidak, di Desa Bukit Gajah, Kecamatan Ukui, dipastikan berdiri pabrik minyak makan merah yang mampu memproduksi minyak 5 ton per jam dan juga pabrik mini Crude Palm Oil (CPO).

Hal itu ditandai dengan dilakukan peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan pabrik minyak goreng berbahan baku kelapa sawit dan CPO ini oleh Menteri Koperasi dan UKM RI Teten Masduki bersama Bupati Pelalawan H Zukri Misran. Pabrik ini akan dikelola Koperasi Unit Desa (KUD) Sumber Makmur nantinya.

Dalam sambutannya, Menteri Koperasi dan UKM RI Teten Masduki mengatakan, pembangunan pabrik minyak makan merah dan pabrik mini CPO ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Pasalnya, pabrik ini nantinya akan dikelola oleh Koperasi Sumber Makmur sebagai badan usaha yang sehat.

“Jadi, kita sangat mendukung pembangunan pabrik minyak makan merah dan pabrik mini CPO ini. Apalagi tujuan dari pembangunan pabrik yang dikelola melalui koperasi ini untuk meningkatkan kesejahteraan petani sawit. Ini akan berdampak pada peningkatan SDM bagi anak-anak petani sawit. Sehingga kita akan memperoleh generasi Indonesia Emas 2045 yang berkualitas dan berdaya saing global,” paparnya.

Teten menambahkan, jumlah petani sawit cukup signifikan dan berkontribusi untuk perekonomian serta merupakan salah satu pemberi kontribusi yang besar bagi APBN. Sehingga pemerintah pusat memerlukan kebijakan bahwa koperasi boleh membangun hilirisasi dari sawit. Program hilirisasi adalah program nasional karena Presiden tidak mau rakyat mengekspor bahan mentahnya saja.

“Oleh karena itu, pembangunan pabrik CPO mini dan pabrik minyak makan merah yang dikelola melalui koperasi ini merupakan program hilirisasi agar bisa menciptakan lapangan kerja yang lebih berkualitas dan menciptakan industri yang berbasis bahan baku dalam negeri,” bebernya.

Teten meyakini pabrik minyak makan merah ini nantinya tidak akan rugi karena sudah terintegrasi mulai dari perkebunan, produksi, hingga beredar di pasaran. Dan minyak makan merah ini juga telah dikenal dan menarik pengusaha di Malaysia. “Jadi, tak perlu khawatir karena pabrik minyak makan merah hanya dimiliki dan dikelola oleh koperasi, bukan oleh usaha besar. Untuk itu, penting bagi koperasi mengelola pabrik secara profesional,” sebutnya.

Ia menambahkan, Kemenkop UKM akan melakukan pelatihan dan pendampingan bagi koperasi agar mampu mengelola pabrik secara profesional. Pasalnya, SDM yang kompeten penting dalam mengelola dan meningkatkan eksistensi pabrik agar minyak makan merah kompetitif.

Bahkan, dirinya juga berharap pabrik minyak makan merah milik koperasi ini bisa menjadi sarana bagi para petani sawit untuk naik kelas. “Artinya, jangan jadi petani terus tapi harus sudah menjadi industriawan,” ujarnya.

Pihaknya sangat optimistis pembangunan pabrik minyak makan merah di Pelalawan bakal rampung tak lebih dari empat bulan. Pembiayaannya akan didukung dana bergulir dari Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Koperasi dan UMKM atau LPDB-KUMKM.

Sedangkan dari sisi kesehatan, minyak makan merah sudah teruji dan mendapatkan izin edar dari BPOM. Minyak tersebut memiliki kandungan vitamin E dan A yang tinggi sehingga nilai gizinya sangat baik untuk pengentasan stunting.

Sementara itu, Bupati Pelalawan Zukri berharap pabrik ini akan bisa membantu rakyat dan petani, serta bisa membantu mengatasi permalasahan kelangkaan minyak goreng seperti yang beberapa waktu lalu yang dialami masyarakat Negeri Amanah ini. “Kami berharap pembangunan pabrik ini segera selesai agar bisa diresmikan langsung oleh Presiden Rl,” tuturnya.(amn)

Editor : Rindra Yasin
#produksi minyak #crude palm oil (CPO) #Minyak Makan Merah #HUT KE 77 Koperasi #pembangunan pabrik #pelalawan