Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Budi Daya Ikan melalui Kolam Terpal Menjanjikan

M Amin • Selasa, 24 September 2024 | 10:42 WIB
Salah seorang peternak lele di Kampung Lele Desa Sialang Kubang, Kampar sedang memberi makan ikan Kamis (6/1/2022).Masyarakat setempat menggantungkan hidup dengan menjadi budidaya ikan air tawar tersebut.
Salah seorang peternak lele di Kampung Lele Desa Sialang Kubang, Kampar sedang memberi makan ikan Kamis (6/1/2022).Masyarakat setempat menggantungkan hidup dengan menjadi budidaya ikan air tawar tersebut.

PANGKALAN KERINCI (RIAUPOS.CO) - Bagi sebagian masyarakat, budi daya ikan kolam menggunakan terpal merupakan hal yang belum begitu menjanjikan, namun tidak bagi Dinas Perikanan (Diskan) Kabupaten Pelalawan. Pasalnya, dengan memanfaatkan lokasi yang sempit serta material apa adanya dengan harga murah, hasil kolam terpal begitu menjanjikan.

Hal ini disampaikan Kepala Diskan Pelalawan M Syahrul Syarif MSi, Senin (23/9).

Dikatakannya, dengan ukuran kolam 2x4 meter persegi, pihaknya bisa membudi dayakan ikan lele dan patin sampai 2.000 ekor. Dengan hanya menunggu kurang lebih 5 bulan, 2.000 bibit patin dan juga lele berhasil dipanen dengan memuaskan.

“Untuk ikan patin saat kami panen beratnya 5 ekor per kilogram dengan harga jual Rp16 ribu per kilo. Lebih 300 kilogram dihasilkan dari panen ikan patin yang telah kami lakukan. Ikan tersebut memang untuk disalai. Alhamdulillah budidaya menggunakan kolam terpal ini nampaknya sangat menjanjikan bagi masyarakat kedepannya,” terangnya.

Dijelaskannya, program pengembangan budi daya ikan kolam terpal tersebut, telah dimulai pihaknya sejak tahun 2021 lalu melalui penaburan bibit ikan patin dan lele. Hal ini bertujuan untuk mendapatkan pengetahuan atau teknologi budidaya ikan yang lebih efektif dan peningkatan produksi. Khusus untuk komuditas ikan yang cocok diterpal ini baru dilakukan ikan lele dan patin.

“Sebelumnya kami menggunakan kolam tanah padat untuk menebar ikan patin 10-15 ekor permeter persegi. Tapi, dengan menggunakan kolam terpal, maka bisa diaplikasikan 250-450 ekor permeter persegi. Dari berbagai segi, tentu budidaya ikan kolam terpal ini sangat menguntungkan. Namun, ada trik khusus agar kolam terpal ini bisa menghasilkan panen yang memuaskan,” ujarnya.

Inilah yang dilakukan pihaknya sehingga menjadi kuncinya dengan menambahkan obat untuk meningkatkan kwalitas air yakni probitik EM4. “Obat ini, melakukan pengolahan senyawa kotoran ikan dan pakan yang biasanya menjadi toksin menjadi pakan alami sehingga mampu meningkatkan kualitas air,” ujarnya.

Ditambahkannya, setelah melakukan penebaran bibit, dalam jangka waktu kurang lebih 5 bulan, kolam terpal dengan teknik baru tersebut sudah membuahkan hasil yang menggembirakan.

“Hasilnya sangat lumayan, karena material pembuatan kolam terpal atau juga bisa bekas baliho ditambah papan bekas, plus EM4 dengan harga murah serta pakan, bisa menghasilkan 5-6 ekor perkilogram khusus untuk ikan salai dan dijual dengan harga Rp16 ribu perkilogramnnya,” tuturnya.

Pihaknya mengajak agar masyarakat dapat mengembangkan budidaya ikaln kolam terpal ini. “Jika masyarakat ingin mengetahui program ini lebih detil, kami bersedia memberikan informasi teknisnya, karena itu, kedatangan masyarakat kekantor Diskan Pelalawan, sangat kami harapkan,” tutupnya.(gem)

Editor : Rindra Yasin
#pangkalan kerinci #kolam terpal #dinas perikanan pelalawan #budidaya ikan