Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Banjir di Pelalawan Meluas, Jalan Lubuk Ogung - Langgam Mulai Tergenang

M Amin Amran • Minggu, 1 Desember 2024 | 16:50 WIB
Kalaksa BPBD Pelalawan, Zulfan SPi MSi meninjau kondisi banjir yang mulai merendam akses badan Jalan Desa Lubuk Ogung Bandar Seikijang, Ahad (1/12/2024).
Kalaksa BPBD Pelalawan, Zulfan SPi MSi meninjau kondisi banjir yang mulai merendam akses badan Jalan Desa Lubuk Ogung Bandar Seikijang, Ahad (1/12/2024).

 

PELALAWAN (RIAUPOS.CO) - Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Pelalawan, kembali meluas. Di mana banjir sebelumnya telah menggenangi badan jalan dan pekarangan rumah warga di Dusun Muara Sako Kelurahan Langgam Kecamatan Langgam.

Serta dua desa di Kecamatan Pangkalan Kerinci, yakni Desa Rantau Baru dan Desa Kuala Terusan.

Namun pada Ahad (1/12/2024), banjir mulai dirasakan masyarakat di Kecamatan Bandar Seikijang.

Pasalnya, genangan air telah merendam badan jalan Pemda yang menghubungkan Desa Lubuk Ogung menuju Kelurahan Langgam Kecamatan Langgam.

Meski demikian, sejauh ini genangan air yang merendam jalan penghubung dua kecamatan tersebut masih belum menghambat aktivitas warga setempat.

Badan jalan masih dapat dilintasi warga menggunakan kendaraan sepeda motor maupun mobil.

"Ya, banjir mulai merendam badan jalan di Desa Lubuk Ogung Kecamatan Bandar Seikijang menuju Kelurahan Langgam Kecamatan Langgam.

Tapi, sejauh ini genangan air dengan ketinggian air yang diperkirakan mulai 5 sampai 15 centimeter di atas jalan aspal, masih bisa dilintasi kendaraan roda dua dan roda empat," terang Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Pelalawan, Zulfan S.Pi M.Si kepada Riaupos.co, Ahad (1/12/2024) di Pangkalan Kerinci.

"Untuk itu, kita imbau masyarakat berhati-hati saat melintas di jalan terendam banjir ini," imbaunya.

Diungkapkan Zulfan bahwa, banjir yang menggenangi badan Jalan di Desa Lubuk Ogung ini, dampak meluapnya debit air sungai Kampar akibat kian meningkatnya curah hujan yang turun mengguyur sejumlah wilayah di Negeri Seiya Sekata ini.

"Apalagi berdasarkan penghitungan alat pengukur level debit permukaan air sungai Kampar di jembatan penyebrangan ponton Kecamatan Langgam, level ketinggian air sungai Kampar mengalami peningkatan atau naik sebesar 17 centimeter. Yakni mencapai 2,7 meter di atas ketinggian normal dari sebelumnya 2,53 meter," ujarnya.

Ditambahkannya bahwa, banjir juga hingga saat ini masih merendam badan jalan dan pekarangan rumah warga di Dusun Muara Sako Kelurahan Langgam Kecamatan Langgam dengan tinggi permukaan air antara 10 hingga 30 centimeter.

Di dusun ini, setidaknya ada 70 kepala keluarga (KK) yang menjadi korban terdampak banjir.

"Selain itu, banjir juga masih bertahan merendam badan jalan dan pekarangan rumah warga di Desa Rantau Baru dan Desa Kuala Terusan Kecamatan Pangkalan Kerinci dengan tinggi permukaan air antara 20-40 centimeter," terangnya.

"Di dua desa ini, setidaknya ada sebanyak 275 KK korban terdampak banjir," sambung mantan Sekretaris Diskominfo Pelalawan ini.

Untuk itu, sambung mantan Sektetaris Dinas Perikanan Pelalawan ini, pihaknya meminta agar seluruh masyarakat khususnya didaerah bantaran sungai, tetap terus meningkatkan kewaspadaan terhadap bahaya banjir.

"Dan kita dari BPBD Pelalawan bersama tim upika kecamatan, tentunya akan terus intens melakukan pemantauan perkembangan debit air khususnya sungai Kampar. Sehingga dapat cepat melakukan penanggulangan jika kondisi banjir kian mengkhawatirkan," tutupnya. (amn)

Editor : M. Erizal
#banjir pelalawan #banjir meluas #pelalawan