PANGKALANKERINCI (RIAUPOS.CO) - Intensitas curah hujan yang tinggi sejak sepekan terakhir memberikan dampak buruk bagi masyarakat di Kabupaten Pelalawan.
Tidak hanya menggenangi sejumlah akses badan jalan di Kota Pangkalan Kerinci akibat minimnya pembangunan drainase, namun hujan yang kerap turun mengguyur dengan durasi panjang memicu terjadinya bencana longsor.
Setidaknya sebanyak tujuh rumah warga di Desa Delik Kecamatan Pelalawan yang mengalami kerusakan setelah terjadi pergerakan tanah (longsor, red) tersebut pada Selasa (7/1) sore lalu sekitar pukul 16.30 WIB.
Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun Riau Pos dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pelalawan, peristiwa longsor itu tepatnya terjadi di permukiman warga di Jalan Lintas Pangkalan Kerinci, Pelalawan-Siak.
Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa bencana alam tersebut. Namun tujuh kepala keluarga (KK) terpaksa harus mengungsi sementara akibat rumah mereka mengalami kerusakan, mulai dari ringan, sedang, hingga parah.
Akibat kejadian tersebut, personel BPBD Pelalawan pun langsung turun dan melakukan evakuasi warga serta harta benda milik warga yang mengalami bencana itu.
“Saat ini tujuh KK telah mengungsi ke tempat keluarga terdekat, setelah rumah mereka rusak akibat longsor. Namun demikian, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pelalawan melalui BPBD tetap menyediakan tempat mengungsi sementara bagi warga yang belum mendapatkan tempat tinggal sementara,” kata Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Pelalawa Zulfan SPi MSi, Rabu (8/1).
Dikatakannya, dari tujuh unit rumah warga yang rusak akibat longsor tersebut, tiga di antaranya mengalami kerusakan berat. Kemudian dua rumah lainnya rusak sedang, dan dua lainnya rusak ringan. Sedangkan tujuh unit rumah masyarakat Desa Delik itu, memang berada di tepi jurang. Di mana tanah bagian belakang cukup curam menyerupai lembah. Namun selama ini kondisinya masih aman dan belum membahayakan.
“Untuk itu, kami akan tetap terus waspada terhadap bencana longsor dan banjir. Pasalnya, saat ini curah hujan masih tinggi. Kami juga tentunya akan terus berjuang untuk mencarikan solusi jangka panjang. Yakni mengusulkan upaya bantuan rumah layak huni ke Pemprov Riau. Sedangkan jangka pendeknya, kami bersama Dinas Sosial telah menyalurkan bantuan baik sandang atau pangan (sembako),” tutupnya.(gem)
Editor : Rindra Yasin