PELALAWAN (RIAUPOS.CO) - Musibah banjir yang melanda Kabupaten Pelalawan khususnya di Kota Pangkalan Kerinci, saat ini sudah sangat menghawatirkan.
Genangan banjir tidak hanya menggenangi sejumlah akses pemukiman masyarakat, genangan air dampak luapan Sungai Kampar ini, juga telah mengakibatkan beberapa titik ruas badan jalan di Ibukota Negeri Seiya Sekata, sulit untuk dilintasi kendaraan, khususnya roda dua. Alhasil, banjir tersebut tentunya telah menghambat kelancaran moda transportasi arus lalu lintas para pengguna jalan.
Seperti banjir yang merendam badan Jalan Sultan Syarif Hasyim menuju Kantor Bupati Pelalawan. Jalan protokol yang menjadi jalan alternatif bagi masyarakat menuju Kota Pekanbaru dan Kabupaten Indragiri Hulu (Hulu) ini, nyaris terputus akibat direndam banjir dengan ketinggian air diatas lutut orang dewasa atau lebih kurang 50 centimeter.
Pantauan Riaupos.co dilapangan, banjir yang semakin meluas dengan debit air cukup tinggi ini, telah menyebabkan jalan yang merupakan dua jalur di alihkan menjadi Satu arah. Beberapa titik ruas jalan terendam, akibatnya jalan dari arah Simpang Kualo menuju Kantor Bupati Pelalawan ini hampir terputus.
Tidak tanggung-tanggung, ada tiga titik badan jalan protokol ini yang terendam banjir. Dimana titik terparah berada disekitar kedai kopi Yung Bengkalis dengan tinggi air mencapai 50 cm. Kemudian titik kedua berada di depan kolam renang Tarina Boom dengan tinggi air 20-40 cm. Dan titik terakhir berada di depan gardu induk PLN menuju Jalan Lintas Timur KM 55.
Beberapa pengguna jalan, khususnya pengemudi sepeda motor yang mencoba nekat menerobos, akhirnya mengalami mesin mati alias mogok, sehingga mereka terpaksa harus mendorong motornya sendiri.
"Ya, memang banjir yang menggenangi jalan Sultan Syarif Hasyim ini terjadi malam tadi. Tapi, Senin (20/1/2025) ini, bajirnya makin parah, sehingga jalan nyaris putus," terang Ruri, salah seorang pengedara sepeda motor kepada Riaupos.co saat melintas di Jalan Sultan Syarif Hasyim Pangkalan Kerinci, Senin (20/1/2025).
Diungkapkan warga Gang 2000 yang merupakan pegawai honor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pelalawan ini bahwa, akibat kondisi banjir yang merendam jalan tersebut, dirinya terpaksa harus rela memutar arah melintasi Jalan Akasia agar kendaraan roda dua yang dikendarainya tidak mogok.
"Saya tidak berani melewati jalan itu (Sultan Syarif.Hasyim red) dengan motor. Jadi, terpaksalah harus rela memutar jauh untuk sampai ke kantor," ujarnya.
Ditambahkan Ruri bahwa, banjir yang merendam akses jalan menuju kantor Bupati Pelalawan ini, merupakan bencana tahunan setiap musim hujan tiba. Padahal, akses ini menjadi jalan alternatif bagi para pengguna jalan menuju Kota Pekanbaru ini, merupakan wajah dari Ibukota Kabupaten Pelalawan.
"Banyak warga dari luar Pelalawan yang melintas di jalan ini. Apalagi dekat dengan kantor Bupati. Tapi, ya begitulah. Setiap tahunnya tidak ada upaya untuk menangani permasalahan banjir ini oleh Pemkab Pelalawan. Salah satunya pembangunan serta perbaikan drainase.
"Sejumlah objek wisata dibangun di Jalan ini, seperti tugu Bono yang menelan biaya belasan miliar. Tapi, infrastruktur tidak diperhatikan. Macam mana wisatawan mau datang. Kalau hujan, jalannya banjir. Pasca hujan jalannya rusak dan hancur. Kita berharap permasalahan banjir ini dapat menjadi penanganan prioritas Pemerintah daerah. Sehingga dapat meningkatkan ekonomi masyarakat di Negeri Amanah ini," tutupnya. (amn)
Editor : M. Erizal