LANGGAM (RIAUPOS.CO) – Jumlah korban meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas (laka lantas) truk terjun ke sungai di areal konsesi hutan tanaman industri di Estate Nagodang, Jembatan Sungai Segati, Desa Segati, Kecamatan Langgam, Kabupaten Pelalawan, Riau, bertambah menjadi 6 orang. Sementara itu, 9 korban hilang lainnya, saat ini tengah dilakukan pencarian oleh Tim SAR Gabungan.
"Ya, sudah ada 6 korban meninggal dunia akibat truk masuk sungai di Langgam, telah berhasil dievakuasi Tim Gabungan," terang Humas PT Nusa Wana Raya (NWR), Andika kepada Riaupos.co, Ahad (22/2/2025) malam via selulernya.
Diungkapkannya bahwa, adapun ke enam korban meninggal dunia yang berhasil dievakuasi tersebut yakni sopir truk yang diketahui bernama Maranata Zendrato. Korban ditemukan di dalam kabin pengemudi, truk yang masuk kedalam Sungai Segati Langgam, Sabtu (22/2/2025) malam sekitar pukul 21.00 WIB.
"Dan korban telah dibawa ke Klinik PT NWR dan dinyatakan meninggal dunia," bebernya.
Selain itu, sambung Andika, ada 5 penumpang lainnya meregang nyawa yang juga telah berhasil ditemukan dan dievakuasi.
"Jadi, ada 6 korban meninggal dunia, 9 orang masih dalam pencarian. Serta 17 orang dinyatakan selamat. Dan total seluruh penumpang sebanyak 32 orang," bebernya.
Dijelaskannya bahwa, pada Sabtu (22/2/2025) pagi sekitar pukul 10.00 WIB, terjadi insiden kecelakaan yang mengakibatkan 1 unit truk Colt Diesel milik PT ERB (Empat Res Bersaudara) yang merupakan subkontraktor dari PT NWR, dengan muatan sebanyak 32 orang, tenggelam ke Sungai Segati Kecamatan Langgam. Dimana di ketahui itu dikemudikan Maranata Zendrato ini, membawa 31 orang penumpang. Baik itu orang dewasa maupun anak-anak.
Para pekerja tenaga penanaman dan perawatan tanaman di perusahaan ERB tersebut, berencana melakukan perjalanan untuk berbelanja di Pasar Desa Segati, tepatnya di Jalan Koridor RAPP Km 60 dari areal konsesi hutan tanaman industri di Estate Nagodang. Pasalnya, para pekerja tersebut saat itu dalam posisi tidak melakukan aktivitas pekerjaan atau libur bekerja.
"Namun, saat melintasi Jembatan Sungai Segati, Desa Segati, Kecamatan Langgam, Kabupaten Pelalawan, sopir diduga mengantuk. Akibatnya, kendaraan yang dikemudikannya hilang kendali dan masuk ke dalam sungai. Akibat kejadian tersebut, pengemudi truk bersama seluruh penumpang, tengggelam ke dalam sungai," ujarnya.
Atas kejadian itu, kata Andika, Manajemen PT NWR mendapat informasi inseden tersebut dari seorang karyawan. Sehingga Manajemen perusahaan (NWR) segera menghubungi office untuk dilakukan proses tanggap darurat.
"Beberapa karyawan dan personel medis lengkap menuju lokasi terjadinya kecelakaan untuk proses evakuasi dan penyelamatan korban. Namun, karena derasnya aliran Sungai Segati untuk itu, kami dari bagian humas langsung menginformasikan insiden kecelakaan tersebut ke Polsek Langgam dan BPBD Provinsi Riau maupun Pelalawan untuk membantu pencarian korban maupun evakuasi," ujarnya.
Dari proses pencarian korban, lanjut Andika, sampai saat ini telah ditemukan 17 korban selamat. Yakni terdiri darin14 dewasa, dan 3 orang anak. Sementara itu, sebanyak 5 orang dewasa dan 4 anak masih dalam pencarian. Kemudian, ada 3 anak dan 3 orang dewasa yang berhasil dievakuasi dengan kondisi sudah tidak bernyawa.
"Korban selamat saat ini mendapatkan penanganan medis di klinik perusahaan dan akan merujuk ke RS terdekat apabila diperlukan penanganan medis lebih lanjut. Dan kami saat ini bersama tim basarnas dan tim terkait masih fokus untuk pencarian korban.”
"Kami juga sudah melakukan koordinasi dengan PT ERB agar dapat bertanggung jawab terhadap korban yang meninggal dunia. Serta para korban lainnya. Dan ini pastinya akan kita kawal hingga tuntas," tutupnya.(amn)
Editor : Edwar Yaman