PANGKALANKERIMNCI (RIAUPOS.CO) - Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Pelalawan hingga saat ini masih tetap bertahan. KhuSusnya banjir yang merendam badan Jalan Lintas Timur (Jalintim).
Bencana banjir yang menggenangi badan jalan lintas Provinsi ini, sudah berulang kali terjadi jika air dari waduk PLTA Koto Panjang tiba di Pelalawan yang merupakan daerah paling hilir Sungai Kampar. Bahkan, banjir di Jalintim ini, sudah dua kali terjadi pada tahun 2025 ini dengan ketinggian antara 30 cm hingga mencapai 1 meter.
Khususnya pada Jumat (14/3/2025), genangan air di Jalintim Kilometer Kn 83 Desa Kemang Kecamatan Pangkalan Kuras sebagai titik banjir terdalam, bertahan di angka ketinggian air 50-55 cm. Selain itu, ada 2 titik banjir lainnya yang menggenangi badan jalan lintas Provinsi ini. Tepatnya berada di Kecamatan Pangkalankerinci, yakni di Km 78 dan Km 80 dengan ketinggian air rata-rata 30-35 cm.
Kondisi tersebut tentunya membuat aktivitas moda transportasi masih belum normal. Alhasil, antrean kendaraan masih mengular di badan jalan lintas provinsi ini.
"Ya, hingga saat ini, arus lalu lintas di Jalintim Km 83 masih padat merayap. Pasalnya, tinggi permukaan air yang masih bertahan, sehingga menyebabkan arus lalu lintas belum berjalan dengan normal," terang Kapolres Pelalawan, AKBP Afrizal Asri SIK didampingi Kasi Humas, AKP Edy Harianto SH kepada Riaupos.co, Jumat (14/3/2025) di Pangkalankerinci.
Diungkapkan mantan Kapolres Intan Jaya, Papua ini bahwa, meski banjir tetap bertahan, namun arus lalu lintas tetap bergerak secara perlahan. Hal ini dampak masih diterapkannya pembukaan jalan satu jalur atau buka tutup jalan oleh petugas gabungan. Intinya, arus lalu lintas tetap berjalan dan tidak ada penumpukan yang menghambat jalannya moda transportasi di lapangan.
"Jadi, dengan masih tingginya permukaan air di angka 50-55 cm dan jalan berlubang serta rusak di sekitar lokasi banjir, sehingga kondisi ini belum memungkinkan untuk membuka jalan dua jalur. Alhasil, agar arus lalu lintas tidak menjadi terhambat dan tetap bergerak, pola buka tutup jalan masih diberlakukan petugas gabungan," paparnya.
Untuk itu, sambung Afrizal Asri, pihaknya berharap kerja sama yang baik dari seluruh pengguna jalan dengan petugas di lokasi banjir demi kepentingan bersama. Sehingga tidak terjadi antrean panjang karena pemilik mobil yang tidak sabar untuk mengantre.
"Kami tentunya terus mengimbau pengendara kendaraan, agar tetap mengikuti jalur antrean dan sabar menuggu buka tutup arus lalu lintas serta tidak mendahului dengan menerobos jalur berlawanan arah,” ujar Afrizal Asri.
Pasalnya, ujar Afrizal Asri, ini akan menyebabkan arus lalu lintas menjadi terkunci yang tentunya akan berdampak menyebabkan terjadinya penumpukan dan akan sulit mengurainya kembali.
“Jadi, mari hargai upaya petugas gabungan dilapangan demi kelancaran aktivitas lalu lintas bersama," ujarnya.
Baca Juga: BNI Gelar Safari Ramadan di 14 Kota Seluruh Indonesia
Hal senada juga disampaikan Kepala Pelaksana (Kalaksa) Kepala Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Kabupaten Pelalawan Zulfan MSi. Di mana secara umum banjir di Pelalawan masih tetap bertahan hingga saat ini. Dan bertahannya tinggi genangan air yang merendam pemukiman warga dan badan jalan, diakibatkan dampak kian meningginya intensitas curah hujan yang turun.
Selain faktor hujan, pasang air laut yang masuk ke Sungai Kampar dari hilir, juga menjadi salah satu faktor yang membuat aliran air menjadi tertahan. Sehingga banjir di wilayah Pelalawan belum menurun dan bahkan semakin meluas, khususnya di daerah bantaran sungai.
"Jika pasang surut ini turun, maka kami optimis banjir di Pelalawan ini perlahan akan segera surut total," ujarnya.(amn)
Editor : Edwar Yaman