PELALAWAN (RIAUPOS.CO) - Banyak infrastruktur jalan di sejumlah desa dan kelurahan yang ada di Kecamatan Pelalawan kurang mendapatkan perhatian serius oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pelalawan.
Kondisi itu tentunya menuai kritikan keras dari anggota DPRD Kabupaten Pelalawan Asnol Mubarack MSi. Di mana pihaknya menilai sampai saat ini jalan di Kecamatan Pelalawan ini tidak kunjung dilakukan perbaikan. Bahkan, untuk tahun 2026, satu rupiah dana APBD Kabupaten Pelalawan untuk membangun infrastruktur jalan tidak masuk di kecamatan tersebut.
Anggota DPRD Pelalawan Asnol Mubarack MSi kepada Riaupos.co, Senin (8/12/2025) di Pangkalankerinci mengatakan, bahwa dia sangat kecewa dengan Pemkab Pelalawan. Pasalnya, dengan anggaran Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) untuk Tahun 2026 mencapai Rp36 miliar, tidak ada satu rupiah pun, masuk ke Kecamatan Pelalawan untuk infrastruktur jalan. Padahal setiap reses yang dilakukan pihaknya dindaerah pemilihan (Dapil) II, selalu memasukkan usulan tersebut.
"Saya masih ingat janji Kepala Dinas PUPR saat pembahasan di Kantor Bappeda. Dan salah satu janji, akan membangun 1 kilometer jalan di Desa Telayap. Namun hingga saat ini, belum juga terealisasi. Bahkan, jalan di Desa Sungai Ara, Desa Ransang, Desa Sering, sudah puluhan tahun mengalami kerusakan seperti jalan sudah berlubang-lubang, sampai sekarang belum diperbaiki," ujarnya.
"Jadi, saya menilai dinas terkait hanya tutup mata atas keluhan yang dirasakan warga di desa dan kelurahan di Kecamatan Pelalawan," lanjut Asnol yang menjabat anggota Komisi II DPRD Pelalawan ini.
Untuk itu, sambung mantan Ketua PWI Pelalawan dua periode ini, dirinya meminta kepada Pemkab untuk menganggarkan perbaikan jalan yang ada di wilayah kampung halamannya pada anggaran tahun 2026 mendatang.
"Jika pembangunan dan perbaikan jalan ini tidak bisa direalisasikan pada tahun 2025 ini, maka kami minta bisa dilaksanakan pada tahun 2026. Dan ini akan kami kawal terus. Apalagi, jalan-jalan di Kecamatan Pelalawan untuk mendukung objek wisata Istana Sayap Pelalawan," ujar legislator Partai Demokrat ini.
Mmenanggapi kritikan tersebut, Bupati Pelalawan H Zukri SM MM mengatakan bahwa, dirinya mengetahui saat ini kondisi infrastruktur jalan di beberapa desa dan kelurahan di Kecamatan Pelalawan sangat memprihatinkan. Namun minimnya anggaran saat ini menyebabkan perbaikan tersebut belum bisa terealisasi. Tapi, dirinya akan berusaha mewujudkan impian masyarakat untuk mendapatkan jalan yang bagus atau layak.
"Untuk perbaikan jalan tidak semuanya harus diaspal maupun semenisasi, tapi bisa dilakukan dengan sistem swakelola. Yakni dengan peningkatan badan jalan serta perbaikan ringan," ujarnya.
"Jadi swakelola ini kapan saja dikerjakan untuk perbaikan jalan yang mengalami kerusakan di setiap desa dan kelurahan yang ada di Kecamatan Pelalawan. Perbaikan jalan tetap ada menggunakan swakelola. Pengerjaan perbaikan jalan tersebut dengan sistem swakelola tergantung dari laporan masyarakat yang masuk dalam pengaduan di Klik Pelalawan," tuturnya.
Ditambahkan Zukri, jika ada pengaduan tersebut melalui aplikasi tersebut, pihaknya langsung akan tanggapi dan dilakukan perbaikan. Dirinya berharap, impian masyarakat akan terus diwujudkan, walaupun kondisi keuangan daerah belum membaik.
"Intinya, kita sangat komit untuk meningkatkan kemajuan pembangunan instruktrur di Negeri Amanah ini, sesuai dengan kesanggupan keuangan daerah. Dan jika tidak bisa terakomodir melalui APBD, maka pada tahun 2026 akan kita mencari solusi melalui dana APBD Riau dan juga dana Pemerintah Pusat," tutup Zukri.(amn)