PANGKALAN KERINCI (RIAUPOS.CO) - Indikator level ketinggian permukaan air aliran sungai Kampar di Kabupaten Pelalawan, terus menunjukkan penurunan yang cukup menggembirakan.
Berdasarkan penghitungan alat pengukur level debit permukaan air sungai Kampar di jembatan penyeberangan ponton Kecamatan Langgam, ketinggian debit level air Sungai Kampar saat ini terpantau berada diangka 2.43 meter.
Atau elevasi air mengalami penurunan sekitar 2 centimeter (cm) dari sehari sebelumnya setinggi 2,45 meter pada Ahad (11/1/2026).
"Ya, Alhamdulillah, ketinggian debit sungai Kampar kembali turun 2 cm pada Ahad (11//2026) ini. Dan perkiraan kita, dalam dua hari ke depan, elevasi Sungai Kampar di Pelalawan ini akan kembali mengalami penurunan. Pasalnya, curah hujan yang terjadi di Negeri Amanah ini mulai sedikit turun," terang Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pelalawan, Zulfan MSi kepada Riaupos.co, Ahad (11/1/2026) di Pangkalan Kerinci.
Diungkapkan mantan Sekretaris Dinas Perikanan Pelalawan ini bahwa, meski elevasi air sungai Kampar kembali turun, namun kondisi banjir masih menggenangi badan jalan di tiga kecamatan. Yakni Desa Rantau Baru Kecamatan Pangkalan Kerinci.
"Serta Dusun Muara Sako Kelurahan Langgam Kecamatan Langgam dan Kelurahan Pelalawan Kecamatan Pelalawan," paparnya.
Sedangkan banjir terparah, sambung Zulfan, berada di Desa Rantau Baru Kecamatan Pangkalan Kerinci. Dimana akses yang menghubungkan Jalan Koridor PT RAPP ke areal perkampungan Desa setempat ini, terendam dengan tinggi permukaan air mencapai 40 centimeter (40).
Alhasil, akses jalan darat warga setemlat sepanjang sekitar 6 kilometer (KM) ini, terputus total dan tidak dapat dilalui oleh kendaraan bermotor sejak Kamis (8/1/2026) lalu.
Baik roda dua maupun roda empat. Kondisi ini telah menyebabkan masyarakat setempat menjadi terisolir. Sebab, jalan hanya dapat dilalui menggunakan sampan ataupun pompong.
"Sementara itu, banjir di Dusun Muaro Sako Kelurahan Langgam, Kecamatan Langgam dan Jalan Pemda menuju Kelurahan Pelalawan, terendam dengan kondisi masih rendah. Yakni antara 3 hingga 10 centimeter. Dan akses transportasi warga belum terganggu karena masih bisa melintasi banjir.
"Begitu juga daerah lain yang rawan terdampak banjir masih aman dan belum terendam. Termasuk Jalan Lintas Timur (Jalintim) Kilometer 83 Desa Kemang, masih nihil genangan," ujarnya.
Ditambahkan Zulfan bahwa, banjir yang merendam tiga kecamatan tersebut merupakan dampak adanya pembukaan pintu air waduk PLTA Koto Panjang, sehingga terjadi peningkatan debit air sungai Kampar di Negeri Seiya Sekata.
Selain itu, curah hujan yang tinggi di wilayah bagian hulu sungai maupun di Pelalawan yang merupakan bagian hilir Sungai Kampar, juga mwnjadi salah satu faktor penyebab banjir.
Peningkatan debit air sungai Kampar ini juga dipengaruhi adanya air pasang laut dari hilir Sungai Kampar yang masuk dalam periode pasang naik. Sehingga menyebabkan air tertahan dan semakin tinggi.
"Kita optimis banjir yang telah merendam jalan di tiga kecamatan ini akan aegera surut. Untuk itu, kita berharap intenaitas hujan dapat terus turun, sehingga banjir dapat segera surut total dan warga dapat kembali beraktivitas dengan normal," tutupnya. (amn)
Editor : M. Erizal