PANGKALAN KERINCI (RIAUPOS.CO) - Indikator level ketinggian permukaan air aliran sungai Kampar di Kabupaten Pelalawan, menunjukkan grafik yang cukup menggembirakan. Pasalnya, elevasi air sungai Kampar kembali mengalami penurunan cukup signifikan.
Berdasarkan penghitungan alat pengukur level debit permukaan air sungai Kampar di jembatan penyeberangan ponton Kecamatan Langgam, ketinggian debit level air Sungai Kampar saat ini terpantau berada di angka 2.45 meter.
Atau elevasi air kembali mengalami peningkatan atau naik sekitar 6 centimeter (cm) dari sehari sebelumnya setinggi 2,51 meter pada Ahad (18/1/2026) kemarin.
"Ya, ketinggian debit sungai Kampar mulai turun. Bahkan, pada Senin (19/1/2026) hari ini, evelavasi air sungai Kampar kembali turun 6 cm," terang Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pelalawan, Zulfan MSi kepada Riaupos.co, Senin (19/1/2026) di Pangkalan Kerinci.
Diungkapkan mantan Sekretaris Dinas Perikanan Pelalawan ini bahwa, dengan turunnya elevasi air sungai Kampar ini, banjir yang menggenangi sejumlah badan jalan di tiga kecamatan perlahan-lahan mulai menyusut dan mengalami penurunan.
"Memang banjir yang merendam sejumlah badan jalan, belum surut total. Tapi, setidaknya, rata-rata dilokasi ini tinggi permukaan air mulai turun sekitar 3 hingga 4 centimeter (cm)," paparnya.
Dijelaskan Zulfan bahwa, banjir terparah masih berada di Desa Rantau Baru Kecamatan Pangkalan Kerinci. Dimana saat ini kondisi tinggi permukaan air mencapai 36 cm dari sebelumnya 40.
Meski akses yang menghubungkan Jalan Koridor PT RAPP ke areal perkampungan Desa setempat ini belum dapat dilintasi kendaraan roda dua, namun jalan sepanjang 6 kilometer (KM) ini sudah dapat dilalui kendaraan roda empat.
"Akses jalan inj masih terputus total dan tidak dapat dilalui oleh kendaraan bermotor roda sejak Kamis (8/1/2026) lalu. Tapi, roda empat sudah mulai bisa melintasi jalan ini. Sedangkan masyarakat desa setempat, sejauh ini masih menggunakan fasilitas alat transportasi air berupa sampan ataupun pompong untuk melakukan aktivitas," bebernya.
Ditambahkan mantan Sekretaris Diskominfo Pelalawan ini bahwa, kondisi banjir yang menggenangi badan jalan dan juga fasilitas umum di Dusun Muara Sako Kelurahan Langgam Kecamatan Langgam, saat ini juga telah turun 3 cm.
Saat ini, tinggi permukaan air yang merendam badan Jalan Pemda menuju Kelurahan Langgam, mencapai 3 hingga 6 cm
Dan akses transportasi warga belum terganggu karena masih bisa melintasi banjir.
"Begitu juga kondisi banjir yang menggenangi areal Sekolah Dasar Negeri (SDN) 004 Dusun Muaro Sako Kelurahan Langgam, Kecamatan Langgam, tepatnya di bagian halaman dan sekitar gedung sekolah, perlahan telah mulai surut dan tinggi permukaan air saat ini hanya mencapai 6 cm.
"Banjir di Kelurahan Pelalawan juga mulai surut 3 cm dengan ketinggian permukaan air saat ini mencapai 7 cm," ujarnya.
Sementara itu, lanjut Zulfan, hingga saat ini, Jalan Lintas Timur (Jalintim) Kilometer 83 Desa Kemang, Kecamatan Pangkalan Kuras, Kabupaten Pelalawan, Riau, masih aman dari banjir tahunan.
"Sebagai daerah yang masuk dalam daerah yang rawan terdampak banjir, saat ini Jalintim Kilometer 83 Desa Kemang, kita pastikan masih nihil genangan air dampak meluapnya debit air sungai kampar," ujarnya.
Ditambahkan Zulfan bahwa, pihaknya optimis dalam beberapa hari kedepan, banjir yang menggenangi tiga kecamatan ini akan segera surut total. Pasalnya, hampir sepekan terakhir, intensitas curah hujan telah turun signifikan. (amn)
Editor : M. Erizal