Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Tim Gabungan Berjibaku Padamkan Api, Dua Kecamatan Mulai Dilanda Karhutla

M Amin Amran • Selasa, 27 Januari 2026 | 21:58 WIB
Personel gabungan Polres dan Damkar Pelalawan memadamkan titik api karhutla di Dusun Tanjung Raya Kelurahan Pangkalan Kerinci Timur, Kecamatan Pangkalan Kerinci, Selasa (27/1/2026).
Personel gabungan Polres dan Damkar Pelalawan memadamkan titik api karhutla di Dusun Tanjung Raya Kelurahan Pangkalan Kerinci Timur, Kecamatan Pangkalan Kerinci, Selasa (27/1/2026).

PANGKALAN KERINCI (RIAUPOS.CO) -- Musibah demi musibah silih berganti melanda Kabupaten Pelalawan. Jika awal tahun 2026 Negeri Seiya Sekata dilanda banjir bandang, saat ini kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) mulai bermunculan.

Berdasarkan pantauan satelit, ada 10 hotspot yang terpantau pada Selasa (27/1/2026) hari ini di Pelalawan. Dimana, lima titik diantaranya menyebar di Kecamatan Teluk Meranti. Kemudian lima titik lainnya tersebar di Pangkalan Kerinci, Pelalawan, Kerumutan, dan Kuala Kampar.

Dari total titik panas (hotspot) tersebut, ada tiga yang telah berubah menjadi titik api (fire spot) sehingga menyebabkan terjadinya karhutla. Ketiga titik api tersebut, diketahui berada di dua kecamatan. Yakni Kecamatan Teluk Meranti, dua titik api. Dan satu titik api berada di Kecamatan Pangkalan Kerinci. Sedangkan titik api ini, merupakan kasus Karhutla perdana yang muncul pada tahun 2026 pasca banjir yang melanda Negeri Amanah ini surut total.

Akibat adanya sebaran titik api tersebut, puluhan personel gabungan yang terdiri dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, Polri, Pemadam Kebakaran (Damkar) dan Masyarakat Peduli Api (MPA), dikerahkan kelapangan untuk berjibaku memadamkan api melalui jalur darat dampak Karhutla tersebut.

"Ya, ada sekitar 30 personel gabungan bersama masyarakat turun melakukan pemadaman api yang telah membakar dan menghanguskan sejumlah lahan kebun kelapa sawit milik masyarakat dan juga semak belukar di dua kecamatan. Yakni Teluk Meranti dan Pangkalan Kerinci," terang Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Pelalawan, Zulfan MSi kepada Riaupos.co, Selasa (27/1/2026) melalui selulernya.

Diungkapkan mantan Sekretaris Dinas Perikanan Pelalawan ini bahwa, titik Karhutla yang pertama diketahui muncul yakni di Kelurahan Teluk Meranti, Kecamatan Teluk Meranti yang sudah berlangsung sejak Sabtu (24/1/2026) lalu. Alhasil, tim gabungan dari berbagai instansi masih berada di lokasi untuk upaya pemadaman api dan menghilangkan asap. Operasi pemadaman telah berlangsung selama empat hari yang saat ini difokuskan pada penyekatan api hingga proses pendinginan api. "Sedangkan dampak dari karhutla ini, setidaknya terdata luas lahan gambut yang terbakar sekitar 5 hektare," paparnya.

Dijelaskan Zulfan bahwa, titik karhutla yang kedua muncul di Desa Pulau Muda, Kecamatan Teluk Meranti. Dimana titik api diketahui muncul pada Ahad (25/1/2026) lalu dan telah membakar semak belukar di lahan milik masyarakat seluas dua hektare. Dan di lokasi ini, tim rayon kecamatan sedang berjuang memadamkan api yang menyala.

"Sedangkan lokasi Karhutla yang ketiga, berada di Kecamatan Pangkalan Kerinci tepatnya di daerah Tanjung Raya. Dimana api terdeteksi sejak Senin (26/1/2026) lalu dan kondisi api semakin membesar pada sore hari. Alhasil tim gabungan diterjunkan ke lokasi untuk memadamkan api yang telah menghanguskan semak belukar dan kebun kelapa sawit milik warga sekitar, dua hektare," ujarnya.

Ditambahkannya bahwa, tim cukup kesulitan memadamkan api karena adanya kendala di lapangan. Yakni sumber pasokan air yang cukup jauh dari lokasi kebakaran. Sehingga upaya pemadaman tidak bisa maksimal. Serta lokasi kebakaran yang cukup jauh untuk ditempuh alat transportasi darat.

Meski demikian, berkat kerja keras tim gabungan di lapangan, saat ini titik api telah berhasil dipadamkan yang dilanjutkan dengan proses pendinginan agar api tidak kembali muncul dan meluas.

"Untuk itu, guna melakukan penanggulangan Karhutla secara dini, kita telah meminta seluruh desa dan kelurahan di daerah rawan karhutla, untuk membeli mesin pompa air melalui anggaran APBDes sekaligus menganggarkan operasional bagi masyarakat yang melakukan pemadaman api. Kita juga berharap agar pihak kecamatan, desa dan kelurahan dapat terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk tidak membakar lahan. Serta memberikan informasi kepada kita di BPBD Pelalawan jika ditemukan adanya titik api di lapangan," tutupnya.

Editor : Rinaldi
#karhutla #hotspot #dua kecamatan