Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

11 Hot Spot Terpantau di Pelalawan, BPBD Pastikan Bukan Titik Api

M Amin Amran • Senin, 9 Maret 2026 | 18:55 WIB

Ilustrasi hotspot
Ilustrasi hotspot

PANGKALAN KERINCI (RIAUPOS.CO) - Minimnya curah hujan yang turun serta kondisi cuaca panas sejak dua pekan terkahir, telah menyebabkan sebaran titik panas (hot spot) kembali muncul di Kabupaten Pelalawan.

Berdasarkan pantauan satelit BMKG Riau, setidaknya ada sebanyak 11 hotspot muncul di Negeri Seiya Sekata ini pada Senin (9/3/2026). Belasan hotspot itu, terpantau tersebar di dua kecamatan yakni Teluk Meranti dan Pangkalan Kerinci.  

Dari belasan titik panas itu, sebagian besar menyebar di Teluk Meranti dengan 10 titik panas, sedangkan di Pangkalan Kerinci hanya satu titik. 

Atas adanya temuan hotspot tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pelalawan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah telah menurunkan tim untuk melakukan pengecakan agar titik panas tersebut berubah menjadi titik api yang berdampak terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Apalagi mengingat Kecamatan Teluk Meranti merupakan wilayah yang rentan dilanda Karhutla.

"Ya, tim rayon Kecamatan Teluk Meranti telah melakukan pengecekan ke lokasi temuan hotspot yang terpantau satelit. Alhamdulillah, kita pastikan titik panas itu tidak berubah menjadi titik api. Apabila api muncul di desa tertentu, maka tentunya tim gabungan akan langsung diterjunkan dan bergerak untuk melakukan operasi pemadaman," terang Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pelalawan, Zulfan MSi kepada Riaupos.co, Senin (9/3/2026) di Pangkalankerinci.

Diungkapkan mantan Sekretaris Dinas Perikanan Pelalawan ini bahwa, titik panas mulai meningkat di Pelalawan setelah kemarau kering melanda dalam dua pekan terakhir. Meski potensi hujan masih ada, tapi intensitasnya cukup rendah.

"Untuk itu, kita tentunya tetap terus siaga terhadap potensi karhutla. Dimana tim terus intens melakukan patroli titik panas agar tidak berubah menjadi titik api. Serta melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak melakukan aktivitas pembakaran, khususnya membuka lahan untuk berkebun," ujarnya.

Ditambahkan mantan Sekretaris Diskominfo Pelalawan ini bahwa, Pemkab Pelalawan telah menetapkan status siaga darurat bencana Karhutla sejak 16 Februari lalu hingga 31 November mendatang.

Hal ini setelah kasus Karhutla muncul cukup banyak dan membakar lahan yang sangat luas di Kecamatan Kuala Kampar, Teluk Meranti, dan Pangkalan Kerinci. Dimana total lahan gambut yang telah hangus dilalap api mencapai 612 hektare lebih.

"Jadi, kita tentunya akan terus berkomitmen untuk mencegah terjadi Karhutla di Pelalawan melakukan patroli . Namun demikian, kita tentunya tetap terus mengimbau agar masyarakat dapat menjaga lingkungan dengan tidak melakukan aktivitas pembakaran lahan, khususnya untuk berkebun," tutupnya.(amn)

Editor : M. Erizal
#karhutla #hot spot #titik api