PELALAWAN (RIAUPOS.CO) - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Kabupaten Pelalawan tak kunjung padam. Bahkan, karhutla ini justru semakin meluas pada Selasa (24/3/2026) atau tepatnya hari keempat Idulfitri 1447 Hijriah. Meski sejumlah titik api telah berhasil dipadamkan tim gabungan, namun titik api lainnya kembali muncul.
Ada tiga desa yang saat ini ditemukan titik api karhutla akibat dilanda kemarau yang terik dan kering sejak sebelum Lebaran. Di antaranya Desa Merbau Kecamatan Bunut, Desa Pulau Muda Kecamatan Teluk Meranti, dan Desa Sungai Upih Kecamatan Kuala Kampar.
Atas kondisi karhutla tersebut, ratusan petugas gabungan telah diterjunkan untuk melakukan penanggulangan bencana kebakaran. Adapun instansi yang terlibat operasi pemadaman darat tersebut yakni BPBD, Polri, TNI, Dinas Damkar, Manggala Agni, pemerintah kecamatan, Masyarakat Peduli Api (MPA) serta warga setempat. Tim dibagi dalam beberapa kelompok dalam proses pemadaman untuk melokalisir api, agar tidak semakin meluas.
"Ya, karhutla di tiga Kecamatan di kabupaten semakin meluas. Bahkan, kondisi fire spot bertambah banyak dan hot spot terus meningkat," terang Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pelalawan, Zulfan M.Si kepada Riaupos.co, Selasa (24/3/2026) via selulernya.
Diungkapkan Zulfan bahwa, kondisi karhutla terluas terjadi di Desa Merbau Kecamatan Bunut. Di mana kebakaran
yang terjadi di lahan milik Koperasi Riau Tani Berkah Sejahtera (RTBS) telah berlangsung hampir dua pekan atau tepatnya sejak pertengahan bulan Ramadan hingga hari keempat Hari Raya Idulfitri, belum berhasil dipadamkan. Petugas dari berbagai instansi telah diturunkan untuk berjibaku memadamkan si jago merah di lahan gambut tersebut.
Namun, minimnya sumber air untuk penyiraman api dan asap, menjadi salah satu kendala sehingga menyebabkan karhutla ini cukup sulit dipadamkan total. Alhasil, lahan yang telah hangus dilalap api akibat karhutla ini diperkirakan lebih dari 40 hektare
"Memang saat Lebaran kemarin, api sudah mulai hilang dan tinggal asap, makanya petugas hanya siaga memantau. Tapi, karena kondisi cuaca panas ektrim dan minimnya curah hujan, sehingga membuat api muncul dan meluas lagi di lahan koperasi RTBS Desa Merbau," papar Zulfan.
Dijelaskan mantan Sekretaris Diskominfo Pelalawan ini bahwa, kondisi karhutla serupa juga terjadi di Desa Pulau Muda, Teluk Meranti. Api masih menyala di lahan masyarakat, khususnya di kawasan Parit Sri Mawar hingga Parit Bugis.
Petugas gabungan dari Masyarakat Peduli Api (MPA), perangkat desa dan dibantu RPK PT Arara Abadi maupun warga pemilik lahan terlibat operasi pemadaman yang telah memasuki hari ke 13. Petugas tetap memadamkan api dan mendinginkan areal saat Idul Fitri kemarin. Tim gabungan terus berupaya menekan penyebaran api.
Api sempat padam dan menyisakan titik asap. Namun si jago merah kembali membesar dan menjalar ke areal yang ada di sekitarnya. Api menghanguskan lahan gambut yang cukup dalam milik masyarakat yang telah ditanami karet, kelapa sawit, serta semak belukar. Api dan asap masih muncul areal tersebut.
"Dan setidaknya, lebih dari 20 hektar lahan dilokasi tersebut telah hangus terbakar. Mulai dari Parti Sri Mawar sampai Parit Bugis," ujarnya.
Ditambahkan Zulfan bahwa, titik api di Desa Sungai Upih Kecamatan Kuala Kampar juga muncul.dan masih menyala. Personil gabungan dari rayon kecamatan telah berjibaku memadamkan api dan menghilangkan asap. Namun Karthutla belum terkendali dan titik api kian bertambah.
"Intinya, kita bersama tim gabungan akan terus berkomitmen untuk melakukan pemadaman api dan penanggulangan karhutla di Pelalawan. Namun demikian, kita tak henti-hentinya mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, terutama memasuki periode musim kemarau yang diperkirakan akan lebih kering tahun ini.
"Dan kami juga mengajak masyarakat untuk segera melaporkan jika menemukan titik api di lingkungan sekitar agar dapat segera ditangani sebelum meluas. Artinya, peran masyarakat sangat penting dalam mencegah karhutla. Jika ada asap atau titik api, segera laporkan agar cepat ditindaklanjuti,” tutup Zulfan.(amn)
Editor : Edwar Yaman