Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

BBM Subsidi Langka di Pelalawan, Antrean Kendaraan Mengular ke Badan Jalan

M Amin Amran • Minggu, 3 Mei 2026 | 18:28 WIB

 Antrean kendaraan di SPBU PT Salindra Kota Pangkalan Kerinci mengular dampak mulai langkanya BBM Subsidi, Ahad (3/5/2025). (Amin/Riaupos.co)

Antrean kendaraan di SPBU PT Salindra Kota Pangkalan Kerinci mengular dampak mulai langkanya BBM Subsidi, Ahad (3/5/2025). (Amin/Riaupos.co)

 

PANGKALAN KERINCI (RIAUPOS.CO) - Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang terjadi di sejumlah wilayah di Kabupaten Pelalawan, khususnya Kecamatan Pangkalan Kerinci dalam dua hari terakhir, memicu kekhawatiran masyarakat.

Antrean kendaraan mengular ketika hendak mengisi Bahan Bakar Minyak (BBM) di SPBU. Khususnya kendaraan yang mengkonsumsi BBM subsidi jenis pertalite dan biosolar.

Tak hanya kendaraan roda empat ke atas saja, antrean sepeda motor juga memanjang sampai ke luar areal SPBU.

Baca Juga: Koordinasi dengan Pertamina, Plt Gubri Pastikan Stok BBM di Riau Aman 

Antrean panjang di SPBU hingga sulitnya mendapatkan BBM subsidi jenis Pertalite dan Solar berdampak langsung terhadap aktivitas harian warga.

Sejumlah warga mengaku harus meluangkan waktu lebih lama untuk mengantre, bahkan berpindah dari satu SPBU ke SPBU lain demi mendapatkan bahan bakar.

Salah seorang warga Pangkalan Kerinci, Ronald mengaku kondisi ini membuatnya kebingungan.

Baca Juga: 4 Pelaku Pembunuhan di Rumbai Terancam Hukuman Mati: Diduga Sakit Hati dan Rencanakan Perampokan serta Pembantaian Seluruh Keluarga Korban

"Sekarang cari Pertalite susah sekali. Hampir semua SPBU penuh antrean, jadi bingung mau isi di mana,” terang Ronald saat ditemui Riaupos.co di SPBU PT Jawara Petro Perkasa 14.283.692 Jl. Koridor Rapp KM 5 Kecamatan Pangkalan Kerinci, Ahad (3/5/2025). 

Diungkapkannya bahwa, kelangkaan BBM tidak hanya terjadi di Kecamatan Pangkalan Kerinci saja, tetapi merata hingga ke kecamatan lainnya di Negeri Seiya Sekata ini. Khususnya SPBU yang berada di Jalan Lintas Timur Pelalawan. 

“Hampir di seluruh kecamatan di Pelalawan ini stoknya kosong, jadi banyak warga yang terpaksa keluar kota untuk cari BBM. Solar juga sulit, antreannya panjang di mana-mana,” paparnya.

Baca Juga: BBM di Kampar Dipastikan Aman, Warga Diminta Tidak Terpengaruh Hoaks

Pantauan di lapangan, antrean kendaraan terlihat mengular di di beberapa SPBU di Kota Pangkalan Kerinci. Seperti di SPBU PT Salindra Perkasa Jalan Lintas Timur (Jalintim) Kota Pangkalan Kerinci dengan nomor 14.264.633, antrian mobil memanjang mulai dari dispenser pertalite sampai memenuhi areal SPBU dengan dua jalur.

Bahkan kendaraan juga memanjang di Jalintim sampai ke depan SMAN 1 Pangkalan Kerinci.  

"Sudah satu jam di sini, mau isi pertalite. Mobil menumpuk di sini, karena SPBU lain kosong minyaknya," kata Anton Sikumbang (35). 

Baca Juga: Jaga Keamanan Malam Hari, Tim Raga Res Kampar Sisir Taman Kota dan Jalan Lingkar

Pengusaha kedai kopi Jalan Kintas Timur Pangkalan Kerinci ini memilih mengisi BBM pada hari libur, karena telah menerima informasi terkait antrean panjang di SPBU yang disebabkan kelangkaan minyak.

Ia sempat ingin mengantri pada malam hari, tetapi Anton terpaksa mengurungkan niatnya lantaran panjang antrian mobil sampai ke depan SMPN 1 Pangkalan Kerinci.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Koperasi UMKM Perindustrian Perdagangan Pelalawan, Hanafie SSos MSi menyampaikan bahwa, antrian panjang di SPBU terjadi merata di wilayah Pelalawan. Bahkan daerah lain seperti Pekanbaru juga mengalami hal yang sama. 

Baca Juga: Selain Melakukan Ibadah Arbain, JCH Kuansing Lakukan City Tour ke Tempat Bersejarah

"Kami sudah berkoordinasi dengan pihak pertamina, tidak ada pengurangan pasokan atau kuota," kata Hanafie. 

Antrean panjang itu disebabkan oleh pihak SPBU mengambil jatah lebih banyak di awal dan pertengahan bulan. Alhasil pada akhir bulan, kuotanya tinggal sedikit lagi.

Sedangkan permintaan dari masyarakat sangat tinggi. Hal inilah yang menyebabkan antrean panjang kendaraan beberapa hari terakhir di SPBU.  

Baca Juga: Ribuan Peserta Ramaikan Gerak Jalan Hari Buruh Internasional di Bangkinang

"Misalnya, SPBU memiliki jatah 60 mobil sebulan artinya harus masuk 2 mobil dalam sehari. Nah pada awal dan pertengahan bulan diambil banyak. Makanya di akhir bulan tinggal sedikit lagi," ujar Hanafie. 

Ditambahkannya bahwa, Kuota BBM ke SPBU akan kembali normal mulai awal Bulan Mei lantaran perhitungan jatah bulanan sudah dimulai dari awal.

Sehingga antrean kendaraan tidak terjadi lagi, lantaran jumlah kuota masih sesuai dengan kebutuhan.

Baca Juga: Stok BBM Habis di Beberapa SPBU di Kota Pekanbaru

"Seharusnya pada awal Mei, khususnya hari ini sudah normal. Jadi masyarakat tidak perlu cemas atau khawatir. Bukan karena kelangkaan, tapi karena jatah di awal bulan diforsir berlebihan," tutupnya. (amn)

Editor : M. Erizal
#antrean bbm spbu #BBM Subsidi #antrean kendaraan #pelalawan