PANGKALAN KERINCI (RIAUPOS.CO) - Cuaca terik panas yang telah berlangsung beberapa hari belakangan ini, telah menimbulkan munculnya beberapa titik panas (hot spot) di wilayah Kabupaten Pelalawan, Jumat (29/5/2026) pagi.
Bahkan, titik panas diketahui telah berubah menjadi titik api atau firespot yang telah menyebabkan terjadinya kebakaran lahan dan hutan (karhutla).
Titik api diketahui muncul di Dusun Pulau Payung Kelurahan Pangkalan Kerinci Timur Kecamatan Pangkalan Kerinci. Atau tepatnya di sekitar buka tutup Jalan Lintas Timur KM 75. Api mendadak muncul membakar lahan milik masyarakat yang ditumbuhi semak belukar.
Atas temuan fire spot tersebut, tim gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pelalawan, Dinas Damkar, TNI, Polri, Fire Fighter PT RAPP, perangkat kecamatan serta masyarakat setempat, langsung turun ke lokasi tempat kejadian perkara (TKP) untuk melakukan verifikasi, pemantauan dan pemadaman api.
"Ya, setelah dilakukan verifikasi dan pemantauan, ditemukan ada firespot yang membakar lahan milik masyarakat yang ditumbuhi semak belukar disekitar buka tutup Jalan Lintas Timur KM 75, Kecamatan Pangkalan Kerinci," terang Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Pelalawan, Zulfan M.Si kepada Riaupos.co, Jumat (29/5/2026) melalui selulernya.
Diungkapkan mantan Sekretaris Diskominfo Pelalawan ini bahwa, api pertama sekali diketahui warga setempat bernama Pudin pada Jumat (29/5/2026) pagi sekitar pukul 09.00 WIB. Dimana dirinya melihat kepulan asap tebal dan kobaran api.
Baca Juga: Calon Penerima BSPS untuk Meranti Capai 1.000 Unit, Tahap Pembangunan Mulai Berjalan
"Dan atas kejadian itu, warga ini langsung menghubungi tim BPDB Pelalawan. Kemudian kita berkoordinasi dengan Polsek Pangkalan Kerinci, Damkar dan tim Fire Fighter PT RAPP yang kemudian langsung turun kelapamgan melakukan padaman api," paparnya.
Dijelaskan mantan Sekretaris Dinas Perikanan Pelalawan ini bahwa, berkat kerja keras tim gabungan yang dibantu tim Fighter PT RAPP, sekitar pukul 14.15 WIb, api akhirnya berhasil dipadamkan total.
Akibat karhutla tersebut, setidaknya ada lahan masyarakat seluas setengah hektare, hangus dilalap sijago merah. Meski tak ada kendala serius dalam upaya pemadaman, tapi kondisi cuaca terik panas yang cukup ekstrem, membuat pemadaman berlangsung cukup lama. Yakni sekitar 6 jam lebih.
Baca Juga: Siswa SMA Darma Yudha Harumkan Nama Indonesia di Asian Physics Olympiad 2026
"Berdasarkan pengakuan saksi, titik api diduga muncul akibat puntung rokok warga yang memancing. Pasalnya, lokasi ini menjadi spot bagi para pemancing. Namun demikian, penyelidikan karhutla ini akan didalami oleh tim dari Polsek Pamgkalan Kerinci.
"Untuk itu, kami tidak henti-hentinya mengimbau warga agar tidak melakukan pembakaran, khususnya saat membuka ahan. Karena dampaknya sangat luas serta bertentangan dengan hukum," tuturnya.
Ditempat terpisah, GM Stakeholder Relations PT RAPP, Wah Moh Jakh Anza mengatakan bahwa, merespons adanya informasi kebakaran lahan dari Polsek Pangkalan Kerinci dan BPBD Pelalawan, tim Fire Fighter Department Fiber HO PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP), langsung diturunkan untuk membantu upaya pemadaman kebakaran lahan di wilayah Kecamatan Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan.
Baca Juga: Tidak Ada Hotspot di Kampar, Namun Warga Diminta Waspadai Cuaca Buruk
Meskipun lokasi kejadian berada di luar area operasional perusahaan, namun keterlibatan tim pemadam PT RAPP merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung kebijakan pemerintah, khususnya Pemerintah Kabupaten Pelalawan, dalam mengantisipasi serta menangani kejadian kebakaran lahan secara cepat dan terpadu.
"Dalam kegiatan perbantuan tersebut, perusahaan menurunkan sebanyak 10 personel Fire Department untuk mendukung personel Polri, Koramil Pangkalan Kerinci dan BPBD Pelalawan yang lebih dahulu berada di lokasi kejadian. Tim juga dilengkapi dengan sejumlah peralatan pemadaman, di antaranya 1 unit pompa MK3, 1 unit pompa mini striker, serta 15 roll selang pemadaman," ujarnya.
Dijelaskannya bahwa, proses pemadaman dimulai sekitar pukul 11.00 WIB dan api berhasil dipadamkan secara menyeluruh pada pukul 14.00 WIB. Setelah memastikan tidak terdapat lagi titik api maupun potensi kebakaran lanjutan, personel Polsek Pangkalan Kerinci dan BPBD Pelalawan bersama Tim Fire RAPP meninggalkan lokasi pada pukul 14.20 WIB.
Baca Juga: McDonalds Indonesia Salurkan Hewan Kurban dan 2.100 Paket Makanan di 23 Lokasi
"Jadi, partisipasi perusahaan dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk kesiapsiagaan dan kepedulian perusahaan terhadap upaya pencegahan karhutla di wilayah Pelalawan.
"Dan RAPP senantiasa berkomitmen untuk mendukung upaya pemerintah dan aparat terkait dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan, termasuk melalui kesiapan personel dan peralatan yang kami miliki. Sinergi dan respons cepat menjadi bagian penting dalam mencegah meluasnya kebakaran,” bebernya.
Ditambahkan Wah Moh Jakh Anza bahwa, perusahaan akan terus memperkuat koordinasi dan kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan guna mendukung terciptanya lingkungan yang aman dari ancaman kebakaran lahan dan hutan. (amn)
Editor : M. Erizal