Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Pergi dari Rumah Usai Ribut Masalah Ekonomi dengan Istri, Petani di Pelalawan Ditemukan Meregang Nyawa di Kebun Sawit

M Amin Amran • Senin, 6 Juli 2026 | 16:33 WIB
Personel Identifikasi Satreskrim Polres Pelalawan melakukan evakuasi penemuan mayat di kebun sawit milik warga Desa Tambun, Kecamatan  Bandar Petalangan, Kabupaten Pelalawan, Ahad (5/7/2026) kemarin. (Istimewa)
Personel Identifikasi Satreskrim Polres Pelalawan melakukan evakuasi penemuan mayat di kebun sawit milik warga Desa Tambun, Kecamatan Bandar Petalangan, Kabupaten Pelalawan, Ahad (5/7/2026) kemarin. (Istimewa)

 

BANDAR PETALANGAN (RIAUPOS.CO) - Suasana Desa Tambun, Kecamatan Bandar Petalangan, Kabupaten Pelalawan, mendadak menjadi heboh. 

Pasalnya, seorang pria yang berprofesi sebagai petani bernama Rusli (55) ditemukan meregang nyawa di kebun kelapa sawit milik warga setempat, Ahad (5/7/2026) kemarin sekitar pukul 11.00 Wib.

Mirisnya, mayat petani yang diketahui berdomisili di Desa Terbangiang Kecamatan Bandar Petalangan ini, ditemukan dalam kondisi telah membusuk atau diperkirakan telah meregang nyawa lebih dari 3 hari. 

Baca Juga: Ketua DPRD Kuansing Juprizal Menghilang, Putra Sulung Tak Tahu Keberadaan Sang Ayah

Kapolres Pelalawan AKBP John Louis Letedara SIK didampingi Kasi Humas Iptu Thomas Bernandes Siahaan SSos ketika dikonfirmasi Riaupos.co, Senin (6/7/2026) membenarkan adanya penemuan mayat tersebut.

"Ya, dari hasil olah TKP, korban ditemukan menggunakan celana jeans pendek dan baju kemeja hitam dalam kondisi tidak bernyawa di kebun kelapa sawit warga bernama Asong di Desa Tambun Kecamatan Bandar Petalangan. Diperkirakan korban sudah meninggal dunia lebih dari 3x24 jam sebelum ditemukan," terang Kapolres Pelalawan.

Diungkapkannya bahwa, dari hasil visum luar tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban. Setelah tim Sat Reskrim Polres Pelalawan melakukan identifikasi, korban diketahui bernama Rusli yang merupakan warga Dusun Sungai Sadak Desa Terbangiang Kecamatan Bandar Petalangan.

Baca Juga: Ditjenpas Riau Lihat Langsung Program Ketahanan Pangan Lapas Bengkalis

Hanya saja, pihak tidak dapat mengetahui penyebab pasti kematian korban. Pasalnya, pihak keluarga menolak dilakukan autopsi kerana telah merenima dengan ikhlas kematian korban. 

"Sehingga setelah dibuat surat penolakan autopsi, jenazah korban diserahkan kepada pihak keluarga untuk dikebumikan di kampung halamannya di Desa Terbangiang," papar Kapolres Pelalawan. 

Dijelaskan John Louis, penemuan mayat ini pertama kali dilaporkan oleh saksi bernama Dariyanto (52). Dimana pada.Ahad (5/7/2026) sekitar pukul 11.00 Wib, saksi selaku pekerja kebun, hendak memanen sawit di kebun sawit milik warga bernama Asong.

Baca Juga: Muklisin Tancap Gas Benahi Pemerintahan Kuansing, Gaji 13, Gaji Kepala Desa dan Tunda Bayar jadi Prioritas

Hanya saja, saat berada di kebun milik bosnya tersebut, Dariyanto melihat ada sesosok tubuh manusia dengan posisi terlentang di bawah pokok kelapa sawit. Dan saat di dekati saksi, sosok itu sudah mengeluarkan bau busuk yang sangat menyesakkan indera penciumannya.

"Dan atas temuan itu, saksi Dariyanto memberitahu rekannya bernama Budi Prianto. Selanjutnya, kedua saksi  kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada pihak Polres Pelalawan. Personel Identifikasi Satreskrim Polres Pelalawan langsung turun ke tempat kejadian perkara (TKP). Dan setelah dilakukan pemerikasan terhadap jenazah, kemudian dibawa ke rumah duka di Dusun Sungai Sadak Desa Terbangiang Kecamatan Bandar Petalangan untuk dikebumikan," ujarnya. 

Ditambahkan Kapolres Pelalawan bahwa, daru hasil pemeriksaan dan olah TKP, petugas menemukan 1 unit sepeda motor milik korban ditemukan di jalan setapak tidak jauh dari posisi korban sekira kurang lebih 10 meter.

Baca Juga: Swadaya Masyarakat, Pemdes Koto Mesjid Kampar Tambal Jalan Rusak Demi Keselamatan Pengguna

Kemudian informasi dari pihak keluarga, korban sebelumnya sering mengatakan berniat untuk bunuh diri tetapi dilarang oleh pihak keluarga dan juga korban tidak memiliki permasalahan dengan orang.

Pada Kamis (2/7/2026) lalu, korban diketahui pergi dari rumah setelah ribut dengan istri korban masalah ekonomi. Hingga pada Ahad (5/7/2026), korban ditemukan sudah dalam keadaan membusuk di kebun kelapa sawit milik Asong Desa Tambun Kecamatan Bandar Petalangan Kabupaten Pelalawan.

"Berdasarkan hasil olah TKP yang di lakukan oleh Personil Unit Identifikasi Satreskrim Polres Pelalawan, diketahui  terlihat di bagian kepala korban mengalami pembusukan terlebih dahulu. Dan perkiraan waktu kematian korban 3 x24 jam. 

Baca Juga: Sering Menyendiri dan Sakit, Gajah 60 Tahun di Kawasan Kantong Gajah Tesso Tenggara Pelalawan Jalani Cek Kesehatan

"Sedangkan penyebab kematian korban tidak dapat kita ketahui karena pihak keluarga korban menolak untuk diautopsi," tutupnya. (amn)

Editor : M. Erizal
#ribut dengan istri #masalah ekonomi #meregang nyawa