Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Solar Makin Langka di Pelalawan

M Amin Amran • Jumat, 17 Juli 2026 | 10:09 WIB
Antrean kendaraan tampak mengular pada jalur pengisian solar di SPBU PT Salindra Perkasa 14.283.633 Jalan Lintas Timur, Kelurahan Pangkalankerinci Kota, Kecamatan Pangkalankerinci, Kabupaten Pelalawan, Rabu (15/7/2026). (MUHAMMAD AMIN/ RIAU POS)
Antrean kendaraan tampak mengular pada jalur pengisian solar di SPBU PT Salindra Perkasa 14.283.633 Jalan Lintas Timur, Kelurahan Pangkalankerinci Kota, Kecamatan Pangkalankerinci, Kabupaten Pelalawan, Rabu (15/7/2026). (MUHAMMAD AMIN/ RIAU POS)

 

PANGKALANKERINCI (RIAUPOS.CO) - Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar langka dan susah didapatkan pada sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Pelalawan. Bahkan, kelangkaan telah terjadi sebulan lebih di hampir seluruh SPBU di Kabupaten Pelalawan. Alhasil, antrean panjang kendaraan pun masih terus terjadi hingga Kamis (16/7).

Para pengemudi kendaraan mengeluhkan sulitnya mendapatkan BBM tersebut. Pantauan Riau Pos, di sejumlah SPBU sepanjang Jalan Lintas Timur Kabupaten Pelalawan, terlihat di Kecamatan Pangkalankerinci, Pangkalan Kuras, Pangkalan Lesung, dan Ukui barisan kendaraan padat hingga menyebabkan terjadinya antrean panjang. 

Seperti SPBU PT Salindra Perkasa 14.283.633 Jalan Lintas Timur Kelurahan Pangkalankerinci. Fenomena antrean solar subsidi masih menjadi pemandangan setiap hari. SPBU yang terletak di Jalan Lintas Provinsi, Pangkalankerinci ini  masih dipenuhi mobil yang ingin mengisi biosolar. SPBU ini selalu dipadati kendaraan dengan BBM solar mulai pagi hingga malam hari. 

Baca Juga: Harimau di Pelalawan Belum Terdeteksi Kamera Jebak 

Mulai dari truk, colt diesel, trailer, hingga bus-bus pengangkut karyawan perusahaan. Ada juga mobil pribadi yang masuk kategori mewah. Antrean kendaraan besar tak hanya memenuhi areal SPBU, namun, berbaris hingga ke badan jalan di tengah kota. Alhasil mengganggu arus lalu lintas di ibukota Pelalawan yang menjadi akses utama masyarakat.

“Ya, sulit sekali mendapat pasokan BBM solar. Kalau sudah antre mulai malam, pasti mobil menginap di SPBU. Ini karena solar sering habis pas giliran kita. Jadi terpaksa nunggu besok pagi lagi,” terang Daniel, sopir truk dari Pulau Jawa kepada Riau Pos saat ditemui di SPBU PT Salindra, Kamis (16/7).

Tidak hanya di SPBU PT Salindra, penampakan antrian kendaraan juga terlihat di SPBU Jalan Koridor Langgam Kilometer 5. Truk roda enam hingga roda sepuluh tampak terlihat berbaris di sebelah kanan dan kiri jalan koridor, menunggu giliran mengisi solar. Berbagai jenis mobil pribadi juga terlihat mengantri di SPBU bernomor seri 14.283.692 ini.

Baca Juga: Tingkatkan Keterampilan Guru dalam Mempersiapkan Media Belajar STEM Berbasis Robotik

“Secara pasti, kami tidak tahu penyebab sulitnya pasokan solar di sejumlah SPBU. Tapi, kalau info yang saya dapat dsri rekan kerja lainnya, penyebabnya karena kuota BBM Solar ini dikurangi oleh Pertamina,” papar Marisa, operator pompa biosolar.

Menanggapi kelangkaan solar tersebut, Kepala Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian, dan Perdagangan Pelalawan, Hanafie mengatakan fenomena antrean solar telah berlangsung sejak bulan lalu. Namun kondisi ini tidak hanya terjadi di Pelalawan, sebagian besar kabupaten dan kota di Provinsi Riau juga terjadi persoalan kelangkaan biosolar. 

“Kalau informasi dari Pertamina, tidak ada pembatasan atau pengurangan kuota solar ke Pelalawan. Tapi mengapa masih terjadi antrean panjang.

Nah, ini yang sedang kita pantau di lapangan,” bebernya.

Ditambahkannya bahwa, sejauh ini, pasokan solar masih sesuai dengan kuota yang diterima oleh masing-masing SPBU sesuai dengan yang ditetapkan. Artinya, tak ada perubahan pengiriman dari yang seharusnya diterima pihak SPBU.

“Kami belum mengetahui pasti penyebab utama antrean panjang solar di SPBU. Namun demikian, kami dari Diskoperindag masih tetap terus berkomunikasi dengan Pertamina perihal persoalan ini. Sehingga kondisi ini tidak terus berlarut panjang dan dikeluhkan para pengemudi kendaraan,” tuturnya.(das)

Laporan M Amin AMRAN, Pangkalankerinci

Editor : Arif Oktafian
solar subsidi bbm solar kelangkaan bbm