Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Harimau di Pelalawan Belum Terdeteksi Kamera Jebak 

H
Penulis: Hendrawan Kariman❯
Tim Gabungan BBKSDA Riau melakukan pemasangan kandang jebak, Senin (13/7/2026), setelah dua orang tewas diterkam harimau di Kecamatan Pelalawan. (BBKSDA Riau untuk Riaupos.co)
Tim Gabungan BBKSDA Riau melakukan pemasangan kandang jebak, Senin (13/7/2026), setelah dua orang tewas diterkam harimau di Kecamatan Pelalawan. (BBKSDA Riau untuk Riaupos.co)

Advertisement

 

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau belum berhasil mengidentifikasi harimau yang diduga memangsa dua warga dalam kawasan Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH)-Hutan Tanaman Industri (HTI) di Kabupaten Pelalawan.

Hingga Rabu (15/7), baik kamera jebak maupan perangkap yang dipasang di dua lokasi dua korban dimangsa tersebut belum membuahkan hasil apa-apa. Namun, BBKSDA Riau memastikan, Tim Gabung Wildlife Rescue Unit  BKSDA Riau masih bersiaga di lokasi.

Advertisement

‘’Teman-teman masih melakukan pemantauan di lapangan,’’ sebut Kepala Bidang Teknis BBKSDA Riau, Ujang Holisidin, Rabu (15/7) sore. Ujang belum bias berkomentar terkait tindakan yang akan diambil bila harimau masuk perangkap. Saat ini pihaknya fokus untuk memastikan keamanan di lokasi.

Berdasarkan pemeriksaan terhadap dua lokasi peristiwa berdarah terkaman harimau itu, BBKSDA Riau menemukan ada kesamaan. Hal ini dalam hal ukuran jejak kaki harimau. Berdasarkan identifikasi Tim BBSKDA Riau di dua lokasi tersebut, baik di lokasi pertama di Desa Sungai Ara dan lokasi kedua yang berjarak sekitar 6,5 km, ditemui ukuran jejak kaki harimau sama  yakni sekitar 16×15 cm.

Advertisement

Disinggung soal kesamaan jejak kaki, Ujang membenarkannya. Namun karena hingga sore kemarin belum ada seekor harimau pun terdeteksi, BBKSDA Riau belum menyimpulkan apapun. ‘’Belum bisa dipastikan apakah itu harimau yang sama atau berbeda, terutama kalau dari ukuran jejak kakinya saja,’’ ucap Ujang.

Seperti diberitakan sebelumnya, seorang remaja bernama Jerlin Zalukhu (12) ditemukan tewas di area konsesi diantara Sungai Ara dan Pengkalan Terap, Kecamatan Pelalawan, Selasa (7/7). Beberapa hari kemudian, tepatnya Jumat (10/7), giliran pekerja kawasan konsesi bernama Eko Prastio (29), ditemukan tewas diterkam harimau. Jarak lokasi mayat Eko ditemukan dengan Jerlin sekitar 6,5 km.(das)

Laporan HendraWAN Kariman, Pekanbaru

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Riau PosIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Advertisement

Artikel Terkait

BBKSDA Intensif Pantau Pergerakan Harimau di Pelalawan

BBKSDA Intensif Pantau Pergerakan Harimau di Pelalawan

BBKSDA Riau intensif memantau harimau sumatera di Pelalawan usai dua warga tewas diterkam, dengan memasang kamera dan kandang jebak.

Pasang Kamera Trap dan Kandang Jebak, BKSDA Pantau Pergerakan Harimau Pemangsa Dua Warga di Pelalawan 

Pasang Kamera Trap dan Kandang Jebak, BKSDA Pantau Pergerakan Harimau Pemangsa Dua Warga di Pelalawan 

BKSDA Riau memantau pergerakan harimau pemangsa dua warga di Pelalawan. Kamera trap dan kandang jebak dipasang di daerah serangan

Harimau Memangsa Manusia Lagi di Pelalawan

Harimau Memangsa Manusia Lagi di Pelalawan

Harimau Sumatera kembali memangsa pekerja di Pelalawan. BBKSDA Riau memasang kandang jebak usai dua serangan mematikan dalam sepekan.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer