Kabut Asap Masih Selimuti Pelalawan, Penderita ISPA Meningkat hingga Mencapai 978 Jiwa

M Amin Amran • Dipublikasikan Kamis, 27 Agustus 2026 | 16:40 WIB
Ilustrasi kondisi anak yang terkena Infeksi Saluran Pernapasan ISPA. (freepik.com)
Ilustrasi kondisi anak yang terkena Infeksi Saluran Pernapasan ISPA. (freepik.com)

PANGKALANKERINCI (RIAUPOS.CO) -- Hingga saat ini, kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), masih terus bertahan menyelimuti Kabupaten Pelalawan. Tidak hanya memperburuk kualitas udara yang masik dalam kategori tidak sehat, namun jerebu tersebut telah berdampak serius terhadap kesehatan masyarakat. 

Pasalnya, sebanyak 978 jiwa warga, telah terserang penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dampak kabut asap sejak awal Agustus 2026 lalu. Kondisi itu juga membuat Pemerintah kabupaten (Pemkab) Pelalawan melalui Dinas Pendidikan (Disdik) kembali mengambil kebijakan untuk memperpanjang libur sekolah mulai PAUD, SD hingga SMP sejak Kamis (27/8/2026) hingga Sabtu (29/8/2026). 

"Setelah mendapat rekomendasi dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) serta Dinas Kesehatan (Diskes) Pelalawan terkait kondisi kualitas udara di Negeri Seiya Sekata ini, maka kita memutuskan memperpanjang merumahkan para peserta didik hingga Sabtu (29/8/2026). Sedangkan jika nantinya kondisi asap berkurang atau hilang, maka pada Senin (31/8/2026) mendatang, aktivitas KBM akan kembali digelar seperti biasanya. Begitu juga sebaliknya, jika kondisi kabut asap kembali parah, maka libur sekolah akan kembali diperpanjang. 

Baca Juga: ISPA Akibat Kabut Asap Karhutla di Kabupaten Kampar Capai 89 Kasus

"Intinya, kita tidak mau jatuh korban dari pelajar akibat kabut asap ini, sehingga libur ini kembali diperpanjang," terang Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Pelalawan, Leo Nardo SPd kepada Riaupos.co, Kamis (27/8/2026) di Pangkalan Kerinci. 

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Pelalawan H Asril SKm MKes melalui Kabid P2PL drg Aulia mengatakan, dalam berapa hari ini terakhir ini, dampak kabut asap telah menyebabkan meningkatnya penyakit ISPA yang sangat dikeluhkan masyarakat.

"Per hari, masyarakat yang terjangkit ISPA terus bertambah cukup banyak. Dimana hingga 27 Agustus ini, ada 978 orang penderita ISPA di Kabupaten Pelalawan," bebernya. 

Baca Juga: Dua Daerah Tanggap Darurat Bencana Karhutla, Pemprov Riau Pantau Eskalasi 

Diungkapkan Aulia, bahwa ISPA ini dialami oleh berbagai golongan usia. Seperti usia 0-5 tahun sebanyak 214 orang. Kemudian, untuk usia 5-9 tahun, sebanyak 329 orang. Untuk usia 5 tahun keatas, sebanyak 241 orang penderita ISPA. Selanjutnya remaja usia 10-18 tahun sebanyak 216 orang. Sementara itu, untuk dewasa usia 19-59 tahun sebanyak 321 orang. "Lansia 60 tahun keatas sebanyak 61 orang. Jadi, di dominasi usia ramaja dan dewasa," ujarnya. 

Ditambahkannya, dengan semakin meningkatnya jumlah penderita akibat kabut asap, maka sejak 20 Agustus, pihaknya telah mendirikan dan membuka posko kesehatan di seluruh puskesmas dan bidan desa yang ada di 12 kecamatan di Kabupaten Pelalawan. Dimana posko yang dibuka selama 24 jam tersebut, diperuntukkan khusus menangani masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan akibat kabut asap yang menyebabkan kualitas udara menjadi memburuk yakni pada level tidak sehat. 

"Jadi, sejak sepekan terakhir, kita telah membuka posko kesehatan yang tersebar di 12 kecamatan Kabupaten Pelalawan. Sedangkan selama bencana Karhutla, kita telah mendistribusikan masker untuk dibagi-bagikan kepada seluruh elemen masyarakat melalui puskesmas. Untuk itu, kita mengimbau agar masyarakat tetap menjaga daya tahan tubuh dengan mengkonsumsi makanan bergizi dan banyak mengkonsumsi air putih. Segera datang ke posko kesehatan yang telah dibuka 24 jam untuk mendapatkan pelayanan kesehatan obat yang tepat secara gratis," tutupnya seraya menghimbau warga agar mengurangi aktivitas di luar rumah dan dapat menggunakan masker jika berada diruang terbuka. 

Editor : Rinaldi
kabupaten pelalawan kabut Asap penderita ispa