Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Unri Menuju Universitas Standar Internasional

Dofi Iskandar • Jumat, 4 Oktober 2024 | 09:53 WIB
Universitas Riau
Universitas Riau

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Unversitas Riau (Unri) tahun ini genap berusia 62 tahun. Rektor Unri Prof Dr Sri Indarti SE menyatakan, Unri terus menyempurnakan diri menuju universitas berstandar internasional.

“Tahun depan, tujuh gedung kampus yang dibangun dengan dana ADB (Asian Development Bank) sudah bisa kita gunakan. Menjelang Desember ini, seluruh jalan dalam kampus Unri sudah mulus,” ujarnya, Kamis (3/10). 

Menurut Rektor, tujuh gedung baru yang dibangun dengan dana ADB, sudah diserahterimakan pemerintah pusat ke Unri. ‘’Semester depan akan kita gunakan. Terutama gedung-gedung perkuliahan terintegrasi, yang dapat digunakan mahasiswa antar fakultas,’’ ujarnya.

‘’Sedangkan ruas-ruas jalan dalam kawasan kampus yang di beberapa titik sempat tidak mulus karena aktivitas pembangunan gedung-gedung baru dengan dana ADB, paling lama Desember ini sudah diaspal licin,’’ tambahnya.

Semua program tersebut, kata Prof Sri Indarti, merupakan bahagian dari 10 program strategis Unri, terutama pada butir ‘’membangun infrastruktur kampus yang strategis.” Selain itu, pihaknya juga akan membuka pintu kecil (pintu “Dora Emon”) untuk menerobos dinding pembatas antara kampus Fakultas Teknik dengan permukiman masyarakat di Jalan Bangau.  “Ini untuk memudahkan akses mahasiswa keluar masuk kampus,” katanya.

Karena itu, ketika mahasiswa meminta Rektor untuk memastikan pemulusan jalan dalam kampus, membuka kembali pintu “Dora Emon”, dan penanganan sampah dalam kampus, Rektor hanya tersenyum.  “In sya Allah kita wujudkan. Mari saya tandatangani kalau memang ada surat jaminan yang harus saya tandatangani,” katanya lagi.

Sebelumnya, mahasiswa dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) sempat meminta jaminan Rektor untuk memuluskan jalan dan kebersihan dalam kampus.  Saat diskusi dengan mahasiswa, Rektor didampingi keempat Pembantu Rektor 1-4, masing-masing Dr Mexsasai Indra SH MH, Dr Ir Agus Sutikno MSi, Prof Dr Hermandra SPd MA, dan Dr Ir Sofyan Husein Siregar MPhil. 

Dalam wawancara dengan wartawan, Rektor Unri memastikan mengevaluasi semua kinerja pimpinan, mulai Wakil Rektor, Kepala Lembaga dan Unit, hingga seluruh Dekan di lingkungan Unri. “Per tiga bulan kita evaluasi. Kalau Wakil Rektor, hasil evaluasi kita kirimkan ke Kementerian. Kementerian yang akan menindaklanjutinya,” katanya tegas.  

Terkait pengelolaan dana publik, apalagi yang bersumber dari lembaga internasional seperti ADB, Unri melakukannya secara transparan dan bertanggung jawab. Oleh karena itu, Unri sangat terbuka terhadap masukan dan kritik yang bertujuan untuk perbaikan dan peningkatan kinerja. 

Rektor juga menekankan bahwa pihak universitas telah membentuk tim audit internal yang independen untuk memastikan penggunaan anggaran sesuai dengan ketentuan yang berlaku. “Ini kita lakukan karena kita cinta Unri,” pungkas Prof Sri Indarti.

 

Aksi Demo Ricuh

Di sisi lain, ratusan mahasiswa Unri menggelar aksi unjuk rasa di Gedung Rektorat, Kamis (3/10). Aksi unjuk rasa yang berlangsung bersempena perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-62 Unri ini berlangsung ricuh.

Saat aksi, diduga Presiden Mahasiswa (Presma) Unri Muhammad Ravi mengalami pemukulan dibagian kepala diduga dilakukan oleh aparat keamanan. Selain itu, ada seorang mahasiswa pingsan saat terjadi aksi dorong-dorongan ketika masa berupaya masuk meringsek masuk ke gedung rektorat.

Massa dari mahasiswa Unri datang membawa beberapa poster tuntutan. Massa menyuarakan tuntutan mereka menuntut pengelolaan kampus yang disebut tidak berpihak kepada mahasiswa. Presma Unri Muhammad Ravi mengatakan, demo dilakukan karena mereka menilai Rektor Unri tidak memiliki solusi dari permasalahan sederhana yang diinginkan.

“Kita menyampaikan, ketika kita menanyakan solusi, pimpinan rektor tidak memiliki solusi. Sederhana saja pintu akses untuk jalan kaki di Fakultas Teknik, Rektor tidak punya solusi. Mereka selalu beralasan,” ujar Muhammad Ravi.

Karena tidak ada solusi dari tuntutan yang disampaikan, massa pun berupaya memasuki gedung rektorat untuk menyampaikan langsung tuntutan kepada rektor. Saat hendak masuk mereka dihalangi oleh petugas keamanan. Sehingga terjadi aksi dorong-dorongan antara mahasiswa dan petugas keamanan dan massa aksi unjuk rasa.

Bahkan, ada salah satu mahasiswa yang pingsan. Selain itu, Presma Unri kepalanya mengeluarkan darah diduga dipukul petugas keamanan. Karena tidak ada solusi, akhirnya massa aksi berangsur membubarkan diri dan berjanji akan melakukan aksi lebih besar jika tuntut mereka tidak ada solusinya.

Sementara itu, terkait hal tersebut Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Unri , Hermandra ketika dikonfirmasi Riau Pos melalui telepon selulernya belum memberikan jawaban.(das)

Editor : Rindra Yasin
#Universitas Standar Internasional #pekanbaru #universitas riau